Yaxel Lendeborg: Rookie Kontroversial yang Jadi Wajah Baru Warriors
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Golden State Warriors mungkin tidak berhasil mendatangkan Giannis Antetokounmpo atau LeBron James pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, mereka menemukan sosok tak terduga yang langsung mencuri perhatian: Yaxel Lendeborg. Pemain berusia 24 tahun itu dipilih pada urutan ke-11 dalam draft NBA setelah membawa Michigan meraih gelar juara NCAA. Kini, ia membuktikan bahwa dirinya adalah jawaban atas kebutuhan Warriors akan pemain yang siap berkontribusi sejak hari pertama.
Yaxel Lendeborg langsung tampil impresif di awal musim. Dalam lima pertandingan pertamanya, ia mencatatkan rata-rata 22 poin dengan akurasi tembakan 47,5 persen, 9,2 rebound, empat asis, dan satu steal per gim. Pencapaiannya menempatkannya sejajar dengan legenda NBA seperti Shaquille O’Neal, Patrick Ewing, dan David Robinson sebagai satu-satunya pemain di era draft lottery yang mampu mengoleksi setidaknya 85 poin dan 35 rebound dalam empat pertandingan pertama. Bahkan, Draymond Green, bintang veteran Warriors, secara terbuka menyebut Yaxel Lendeborg sebagai ‘wajah baru franchise’ melalui podcast pribadinya.
Namun, sorotan terhadap Yaxel Lendeborg tidak hanya datang dari statistik apiknya. Rookie ini juga menjadi pusat perhatian karena perseteruannya dengan megabintang Los Angeles Lakers, Luka Dončić. Dalam laga pembuka musim, Warriors kalah 105-127 dari Lakers, tetapi Lendeborg berhasil membatasi Dončić hanya dengan sembilan poin saat dijaga langsung olehnya. Setelah pertandingan, Lendeborg mengaku kehilangan rasa hormat kepada Dončić karena seringnya protes kepada wasit. ‘Saya bilang dia payah. Dia tidak bisa mencetak poin melawan saya,’ ujarnya kepada media.
Kontroversi tersebut tak membuat Yaxel Lendeborg gentar. Menjelang laga ulang melawan Lakers dalam pembukaan NBA Cup di Chase Center, ia bahkan datang dengan kostum Michael Myers dari film Halloween, seolah menegaskan bahwa ia siap menghantui Dončić lagi. Aksi tersebut viral di media sosial dan menambah panas rivalitas keduanya. Yang menarik, Lendeborg menolak untuk mengikuti pelatihan media yang biasanya diwajibkan bagi pemain baru. ‘Saya tidak akan melakukannya. Saya akan tetap menjadi diri sendiri dan jujur. Saya sudah melihat banyak wawancara yang membosankan,’ tegasnya kepada San Francisco Chronicle.
Meski menuai kritik, sikap blak-blakan Yaxel Lendeborg mendapat dukungan dari dalam tim, terutama Draymond Green yang dikenal juga sebagai sosok vokal. Green mendorongnya untuk mempertahankan intensitas yang sama saat menghadapi Dončić di pertemuan berikutnya. Warriors sendiri tengah berusaha menjaga peluang Steph Curry dan Green untuk tetap bersaing di papan atas wilayah Barat. Kehadiran Lendeborg memberikan energi baru dan dimensi permainan yang berbeda, baik di sisi ofensif maupun defensif.
Dengan performa yang terus meningkat, Yaxel Lendeborg membuktikan bahwa predikat ‘underwhelming’ yang sempat disematkan pada bursa transfer Warriors musim panas lalu tidak sepenuhnya benar. Ia bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan potensi bintang masa depan yang bisa memperpanjang masa kejayaan Warriors. Jika ia mampu menjaga konsistensi dan mengendalikan emosinya, bukan tidak mungkin namanya akan terus bergema di liga basket paling bergengsi di dunia ini.
