Laut Bercerita: Film yang Menghidupkan Kembali Suara Aktivis 1998 Kini Tayang di Bioskop
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Jakarta — Kehadiran film laut bercerita di layar lebar menjadi salah satu momen paling dinanti pecinta sinema Indonesia. Sejak resmi tayang pada Kamis, 29 Oktober 2026, film yang diadaptasi dari novel populer karya Leila S. Chudori ini langsung menarik perhatian publik di berbagai kota, termasuk Kendari dan Surabaya. Mengangkat kisah kelam menjelang runtuhnya Orde Baru, film ini bukan sekadar hiburan, melainkan rekaman sejarah yang menggugah nurani.
Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, film laut bercerita membawa penonton menyelami perjuangan mahasiswa, penculikan aktivis, hingga penderitaan keluarga yang bertahun-tahun menanti kepulangan orang-orang tercinta. Berdurasi 135 menit dengan genre drama, film ini berhasil merangkai ingatan kolektif bangsa tentang peristiwa 1998 ke dalam narasi yang intim dan menyentuh.
Kisah Biru Laut dan Kelompok Winatra
Cerita berpusat pada Biru Laut Wibisono, seorang mahasiswa Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada yang diperankan Reza Rahadian. Laut tumbuh dalam keluarga hangat; ayahnya seorang jurnalis dan ibunya dikenal pandai memasak. Ketertarikannya pada buku, sastra, dan pemikiran kritis membawanya bergabung dengan kelompok diskusi bernama Winatra di Yogyakarta pada akhir 1990-an.
Bersama Daniel Tumbuan (Kevin Julio), Alex Perazon (Ben Nugroho), Sunu Dyantoro (Dewa Dayana), dan Kasih Kinanti (Dian Sastrowardoyo), Laut terlibat dalam berbagai kegiatan yang memperjuangkan keadilan serta kebebasan berekspresi. Awalnya aktivitas mereka berupa diskusi dan bertukar gagasan, namun berkembang menjadi gerakan nyata yang menyuarakan aspirasi masyarakat kecil dan menentang kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil.
Bagi kelompok tersebut, membaca dan mendiskusikan buku bukan sekadar aktivitas akademis. Mereka meyakini masyarakat harus memiliki kebebasan berpikir, menyampaikan kritik, dan memperjuangkan hak-haknya. Dalam perjalanan itu, Laut juga menjalin hubungan dengan Ratih Anjani. Namun, situasi politik yang memanas membuat aktivitas mereka diawasi aparat, dan penangkapan sejumlah mahasiswa karena menyebarkan buku terlarang menjadi peringatan akan ancaman serius.
Dua Sudut Pandang, Satu Luka
Film ini dibagi menjadi dua bagian dengan sudut pandang berbeda. Bagian pertama mengikuti kisah Biru Laut, korban penculikan aktivis pada 1998. Sementara bagian kedua diceritakan melalui sudut pandang Asmara Jati (Yunita Siregar), adik Laut, yang berusaha mencari keberadaan kakaknya setelah menghilang. Pendekatan ini membuat film laut bercerita mampu menyentuh dua sisi sekaligus: perjuangan sang aktivis dan derita keluarga yang ditinggalkan.
Selain Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Yunita Siregar, film ini juga diperkuat Christine Hakim, Eva Celia, Arswendy Bening Swara, Yoga Pratama, Nagra Kautsar, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy. Kombinasi para aktor senior dan pendatang baru ini menjadi salah satu daya tarik utama film laut bercerita.
Jadwal dan Harga Tiket di Kendari
Di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, film ini tayang di tiga bioskop pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Berikut rinciannya:
| Bioskop | Lokasi | Jadwal Tayang | Harga Tiket |
|---|---|---|---|
| Hollywood Square Kendari | Jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga | 14.00 | 16.45 | 19.25 | 22.05 | Rp45.000 |
| Cinepolis Lippo Plaza Kendari | Jalan M. T. Haryono, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia | 13.00 | 13.30 | 15.15 | 15.45 | 16.15 | 18.30 | 19.00 | 20.10 | 21.15 | 21.45 | Rp45.000 |
| The Park Mall Kendari XXI | Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia | 12.45 | 13.30 | 15.15 | 16.00 | 17.45 | 18.30 | 20.15 | 21.00 | Rp50.000 |
Sementara itu, di Surabaya, film ini turut masuk daftar tayang di sejumlah bioskop seperti CGV Marvell City. Harga tiket reguler 2D dibanderol mulai Rp36.000, sedangkan format 4DX 2D mencapai Rp70.000. Antusiasme penonton di berbagai kota menunjukkan bahwa film laut bercerita berhasil menjadi fenomena tersendiri di jagat perfilman nasional.
Refleksi Sejarah yang Tetap Relevan
Kehadiran film ini mengingatkan kembali bahwa membaca, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat adalah hak yang harus diperjuangkan. Melalui kisah Winatra, penonton diajak merenungkan bagaimana kekuasaan dapat membungkam suara-suara kritis, sekaligus betapa panjang perjalanan keluarga dalam mencari keadilan. Sebagai sebuah karya adaptasi, film laut bercerita berhasil menerjemahkan kompleksitas novel ke dalam bahasa visual yang kuat dan emosional.
Bagi penonton yang ingin menyaksikan drama penuh makna ini, pastikan memeriksa jadwal bioskop terdekat dan memesan tiket lebih awal. Dengan durasi 135 menit, film ini menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dan mengingat sejarah. Tayang di berbagai kota sejak 29 Oktober 2026, film ini layak menjadi pilihan utama akhir pekan Anda.
