Ajax Akhiri Kutukan 11 Laga Lawan AZ, Mateo Chavez Masuk dari Bangku Cadangan
Inforiau – 01 November 2026 | Duel bertajuk ajax vs az di Johan Cruijff ArenA pada Sabtu malam (31/10/2026) berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tuan rumah Ajax Amsterdam. Hasil ini menjadi momen bersejarah bagi Ajax, yang akhirnya memutus rentetan 11 pertandingan tanpa kemenangan melawan AZ Alkmaar di ajang Eredivisie. Bagi kubu tamu, kekalahan ini juga menandai debut pahit bagi bek sayap asal Meksiko, Mateo Chavez, yang untuk pertama kalinya musim ini harus memulai laga dari bangku cadangan sebelum akhirnya masuk pada menit ke-77.
Gol tunggal penentu kemenangan Ajax lahir sangat cepat, tepatnya pada menit kesembilan. Berawal dari umpan matang Abdellah Ouazane dari sisi kiri, striker asal Nigeria Tolu Arokodare berhasil menanduk bola melewati kiper AZ, Jari de Busser. Sundulan tersebut menjadi bukti ketajaman Arokodare yang memang tengah dalam performa terbaiknya sepanjang musim ini. Keunggulan cepat itu ternyata cukup untuk mengunci tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Meski menang, penampilan Ajax di laga ajax vs az kali ini jauh dari kata memuaskan. Tim asuhan Michel Sanchez tersebut terlihat kesulitan mengembangkan permainan, terutama di babak kedua ketika AZ meningkatkan intensitas tekanan. Ajax bahkan sempat kehilangan Julian Brandt pada menit ke-38 akibat cedera otot yang memaksanya ditarik keluar. Oscar Gloukh kemudian masuk menggantikan peran gelandang asal Jerman tersebut, sementara di kubu AZ, Wouter Goes yang baru kembali dari cedera harus digantikan Wesley Hoedt saat turun minum.
Di sisi lain, pertandingan ajax vs az ini menjadi catatan tersendiri bagi Mateo Chavez. Pemain berusia muda itu sebelumnya selalu tampil sebagai starter dalam sepuluh jornada pertama Eredivisie musim ini, dengan total menit bermain mencapai 801 menit di kompetisi domestik. Melawan Ajax, ia baru dimasukkan pada menit ke-77 menggantikan Mees de Wit. Meski hanya bermain sekitar 12 menit, Chavez sempat memberikan ancaman nyata lewat sepakan kerasnya dari luar kotak penalti yang sayangnya masih melebar tipis di sisi gawang.
Kiper Ajax, Marc-Andre ter Stegen, tampil gemilang di babak kedua dengan beberapa penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas AZ. Valdemar Byskov beberapa kali merepotkan lini belakang tuan rumah, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang tersebut sirna. Peluang terbaik AZ di akhir laga datang dari Mexx Meerdink, tetapi tendangan tumitnya terlalu lemah dan mudah diamankan ter Stegen.
Kemenangan dalam laga ajax vs az ini membawa Ajax naik ke posisi kedua klasemen sementara Eredivisie dengan jarak hanya satu poin dari pemuncak klasemen, Feyenoord Rotterdam. Sementara itu, AZ Alkmaar harus tertahan di peringkat kelima dan berpotensi kehilangan posisi jika Twente mampu memanfaatkan momentum. Kekalahan ini juga memperpanjang tren negatif AZ di liga, dengan kemenangan terakhir mereka tercatat pada 20 September lalu.
Berikut sejumlah fakta penting dari duel ajax vs az:
- Gol: Tolu Arokodare (9′)
- Penguasaan bola: Ajax lebih dominan namun kurang efektif di sepertiga akhir
- Penyelamatan kunci: Marc-Andre ter Stegen (Ajax)
- Debut non-starter Chavez: Pertama kali musim ini tidak masuk starting XI
- Rekor terputus: Ajax mengakhiri 11 laga tanpa kemenangan melawan AZ
Kedua tim kini harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi Eropa. Ajax akan bertandang ke markas Midtjylland di ajang Conference League, sedangkan AZ Alkmaar akan menjamu raksasa Italia Juventus di ajang Europa League pada pertengahan pekan. Laga kontra Juventus menjadi kesempatan emas bagi Mateo Chavez untuk kembali menunjukkan kualitasnya, kemungkinan besar sebagai starter, sekaligus membuktikan bahwa penurunan menit bermainnya di ajang domestik hanyalah rotasi strategis belaka.
Secara keseluruhan, pertandingan ajax vs az kali ini menyajikan narasi menarik tentang kebangkitan Ajax yang meski tampil tidak meyakinkan tetap mampu meraih hasil maksimal. Di sisi lain, AZ harus segera berbenah mengingat persaingan di papan atas Eredivisie semakin ketat. Bagi Chavez, menit bermain yang terbatas menjadi tantangan tersendiri untuk merebut kembali posisi di starting eleven, terlebih dengan jadwal padat yang menanti di kompetisi Eropa dan domestik.
