Kekalahan Memalukan Go Ahead Eagles di Kandang Cambuur Berakhir dengan Skorsing Pertandingan
Inforiau – 01 November 2026 | Pertandingan antara SC Cambuur dan Go Ahead Eagles di Stadion Kooi, Leeuwarden, pada Sabtu malam (31/10/2026) berakhir dengan cara yang tidak biasa. Laga yang semula diprediksi berlangsung seru dan menegangkan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi go ahead eagles, yang harus menelan kekalahan telak 4-0 sekaligus menyaksikan pertandingan dihentikan permanen akibat ulah suporter mereka sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Cambuur tampil menggebu-gebu. Tim asuhan Johan Plat itu membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui sundulan kapten Ismaël Baouf, memanfaatkan umpan sepak pojok Rafik El Arguioui. Hanya delapan menit berselang, Jason Çeka menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah tembakannya berbelok melalui bek go ahead eagles, Julian Dirksen, dan mengecoh kiper Jasper Cillessen.
Dominasi tuan rumah berlanjut menjelang akhir babak pertama. Ilyes Hamache melepas umpan matang dari tepi kotak penalti, disambut sundulan Billy van Duijl yang membuat skor berubah 3-0. Cambuur pun menutup paruh pertama dengan keunggulan nyaman, sementara go ahead eagles tampak kesulitan menemukan ritme permainan.
Babak Kedua dan Drama di Menit ke-80
Memasuki babak kedua, pasukan Joseph Oosting sempat memperbaiki permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal memperkecil ketertinggalan. Justru Cambuur yang menambah keunggulan pada menit ke-80 melalui lob indah El Arguioui, pemain pinjaman dari FC Utrecht yang tampil cemerlang meski mengenakan masker pelindung akibat cedera hidung.
Gol keempat itu rupanya memicu kemarahan sebagian pendukung go ahead eagles di tribun tamu. Suara ledakan kembang api terdengar, memaksa wasit Serdar Gözübüyük menghentikan pertandingan dan menyuruh kedua tim masuk ke ruang ganti. Setelah jeda sekitar dua puluh menit, laga sempat dilanjutkan, tetapi belum genap satu menit berjalan, kembali terdengar ledakan kembang api keras. Gözübüyük pun menghentikan pertandingan secara permanen.
Direktur umum go ahead eagles, Jan Willem van Dop, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. “Saya sangat kecewa. Segelintir perusuh kembali merusak segalanya untuk yang lain. Kapan ini akan berhenti?” ujarnya kepada ESPN. Insiden ini terjadi di tengah berlakunya aturan lebih ketat sejak pertengahan September, di mana pertandingan langsung dihentikan permanen apabila kembang api dilempar ke lapangan atau ke tribun lain.
Keputusan KNVB dan Dampak Klasemen
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui dewan kompetisi sepak bola profesional memutuskan bahwa sisa pertandingan tidak akan dimainkan lagi. Skor 4-0 pada saat pertandingan dihentikan ditetapkan sebagai hasil akhir. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan kedua klub, dengan mempertimbangkan kedudukan pertandingan serta sisa waktu yang sangat sedikit.
Dengan hasil tersebut, Cambuur meraih tiga poin penuh dan naik ke peringkat kesembilan klasemen Eredivisie. Sebelumnya, tim berjuluk Friese Hoofdstedelingen itu sudah menunjukkan tren positif dengan enam pertandingan tanpa kekalahan, termasuk kemenangan 1-6 atas Willem II dan keberhasilan di Piala KNVB melawan Kloetinge.
Sebaliknya, go ahead eagles harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan ini menjadi pukulan telak mengingat modal mereka menuju laga sebenarnya cukup baik, setelah menang 3-2 atas Telstar dan membantai Koninklijke HFC 0-5 di Piala KNVB. Kini tim asal Deventer tersebut harus segera berbenah, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Insiden kembang api ini menambah daftar panjang masalah disiplin suporter di sepak bola Belanda. Selain sanksi finansial yang kemungkinan besar menanti, klub juga berpotensi menghadapi hukuman berupa laga tanpa penonton. Bagi Cambuur, kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan mereka setelah awal musim yang buruk, di mana mereka sempat kalah dalam empat laga pembuka.
Secara keseluruhan, pertandingan yang seharusnya menjadi ajang adu taktik antara dua tim dengan selisih poin tipis justru berakhir dengan kontroversi. Kemenangan besar Cambuur tetap tercatat, namun sorotan utama kini tertuju pada perilaku oknum suporter go ahead eagles yang mencoreng citra klub dan kompetisi. Kini publik menanti langkah tegas dari pihak klub dan federasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
