Radja Nainggolan Terancam 2 Tahun Penjara, Skakmat soal Pencucian Uang Rp2 Miliar
Inforiau – 01 November 2026 | Kasus hukum serius kembali membelit gelandang berpengalaman Radja Nainggolan. Mantan bintang AS Roma dan Inter Milan itu kini menghadapi ancaman hukuman dua tahun penjara serta denda sebesar 105 ribu euro atau sekitar Rp2 miliar setelah secara resmi dituntut oleh Kejaksaan Brussels dalam perkara dugaan pencucian uang. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang perdana di pengadilan Brussels, menjadi babak baru dari proses hukum yang panjang bagi pemain berusia 38 tahun tersebut.
Perjalanan kasus ini bermula dari penyelidikan berskala besar yang dimulai pada Maret 2023. Aparat penegak hukum Belgia berupaya mengungkap dugaan jaringan perdagangan kokain internasional yang mengalir dari Amerika Selatan menuju Eropa melalui Pelabuhan Antwerpen. Pada Januari 2025, Kepolisian Yudisial Federal Brussels menggelar operasi besar-besaran dengan sekitar 30 penggeledahan di wilayah Antwerpen dan Brussels. Sebanyak 18 orang ditangkap dalam operasi itu, termasuk Radja Nainggolan yang sempat menjalani penahanan selama satu malam.
Dakwaan Berubah, Tuduhan Narkoba Dicabut
Dalam perkembangan terbaru, tuduhan awal yang menyebut keterlibatan langsung Radja Nainggolan dalam kelompok kriminal dan perdagangan narkoba internasional telah dicabut. Namun, pihak penyidik menilai sang pemain tetap harus mempertanggungjawabkan dugaan penanganan dana ilegal. Jaksa penuntut umum di hadapan pengadilan Brussels membeberkan detail transaksi yang menjeratnya.
“Nainggolan menerima uang tunai 105 ribu euro dari Sekkaki, yang meminta agar uang itu ditransfer ke rekening ibunya,” demikian pernyataan jaksa penuntut umum. Dana tersebut diduga diserahkan oleh Nasr-Eddine Sekkaki, adik dari Ashraf Sekkaki yang dikenal sebagai salah satu penjahat paling terkenal di Belgia. Nama Radja Nainggolan masuk dalam penyelidikan setelah menerima uang lebih dari 100 ribu euro dari rekannya tersebut.
Bantahan Tegas Sang Pemain
Radja Nainggolan melalui tim penyidik konsisten menyatakan dirinya tidak bersalah. Ia berdalih bahwa uang tunai tersebut merupakan pinjaman dari Sekkaki untuk mempertahankan gaya hidupnya setelah rekening bank miliknya dibekukan akibat proses perceraian dengan sang mantan istri. Kuasa hukumnya, Mounir Souidi, menegaskan bahwa tim pembela akan berjuang keras mengupayakan vonis pembebasan sepenuhnya.
“Kami telah membuktikan bahwa tuduhan sebelumnya tidak memiliki dasar sama sekali. Kini hanya tersisa dakwaan pencucian uang, dan itu pun tidak berdasar,” tegas Souidi. Meski tidak hadir langsung pada sidang pertama, Radja Nainggolan diperkirakan bakal hadir di ruang sidang pada agenda berikutnya.
Masih Bisa Bermain, Cetak Gol Kontroversial
Di tengah tekanan hukum, Radja Nainggolan nyatanya masih bisa menunjukkan kualitasnya di lapangan. Ia kini memperkuat Patro Eisden, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Belgia. Pada laga melawan mantan klubnya, KSC Lokeren, ia membuka keunggulan dengan tendangan keras pada injury time babak pertama. Patro Eisden akhirnya menang 3-1 lewat gol tambahan dari Verstraete dan Kaparos, sekaligus membawa pelatih baru Emilio Ferrera meraih sembilan poin dari tiga laga awal.
Meski begitu, performa di lapangan tak serta-merta meredakan persoalan. Agenda persidangan lanjutan dijadwalkan digelar pada 13 November mendatang, ketika tim hukum Radja Nainggolan akan menyampaikan argumen pembelaan di hadapan pengadilan Brussels. Hingga saat itu, ia masih berstatus sebagai pesepak bola profesional yang bebas berlaga.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perjalanan karier seorang pesepak bola tak selalu mulus di luar lapangan. Bagi Radja Nainggolan, laga sesungguhnya justru terjadi di ruang sidang. Publik menanti apakah argumen pembelaan pada 13 November nanti mampu membebaskannya dari jerat dakwaan, atau justru sebaliknya, memperkuat tuntutan dua tahun penjara yang telah dilayangkan kejaksaan. Apa pun hasilnya, karier dan reputasi Radja Nainggolan kini berada di titik penentuan yang tak kalah menegangkan dibanding pertandingan paling krusial yang pernah ia lakoni.
