Rahmat Erwin Abdullah Cetak Sejarah! Dua Perak Dunia dan Ancaman Nyata di Panggung Olimpiade
Inforiau – 01 November 2026 | Lifter andalan Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, kembali menorehkan tinta emas dalam dunia angkat besi internasional. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 yang berlangsung di Ningbo, China, Sabtu (31/10), Rahmat Erwin Abdullah berhasil membawa pulang dua medali perak sekaligus membuktikan bahwa namanya layak diperhitungkan di level tertinggi. Prestasi ini menjadi modal berharga menuju Olimpiade Los Angeles 2028, di mana kejuaraan dunia kali ini menjadi ajang kualifikasi pertama.
Bertanding di kelas 75 kg putra, Rahmat Erwin Abdullah memulai perjuangannya dari posisi yang tidak ideal. Pada angkatan snatch (satu tahap), ia hanya mampu mengangkat beban terbaik 157 kilogram dan harus puas menempati peringkat kelima. Namun, semangat pantang menyerah ditunjukkan pada angkatan clean and jerk (dua tahap). Dengan teknik yang presisi dan kekuatan luar biasa, Rahmat Erwin Abdullah sukses mengangkat 202 kilogram, sekaligus mengangkat posisinya ke peringkat kedua untuk meraih medali perak di nomor tersebut.
Total angkatan 359 kilogram yang dibukukan Rahmat Erwin Abdullah memastikan dirinya meraih medali perak kedua pada klasemen total angkatan. Ia hanya terpaut enam kilogram dari lifter Korea Utara, Ri Ryong Hyon, yang mendominasi dengan sapu bersih tiga medali emas. Ri mencatatkan angkatan snatch 160 kilogram, clean and jerk 205 kilogram, dan total 365 kilogram—hanya satu kilogram dari rekor dunia.
Momen dramatis terjadi pada percobaan terakhir Rahmat Erwin Abdullah. Ia memutuskan untuk menantang beban 207 kilogram, melebihi rekor dunia, guna merebut emas. Namun, karena terburu-buru dan hanya menyisakan lima detik di atas platform, upaya tersebut gagal. “Saya sudah tahu itu terlambat untuk mengangkat, saya tidak punya waktu untuk fokus,” ujar Rahmat Erwin Abdullah usai pertandingan. Ketika ditanya apakah ia bisa berhasil dengan waktu yang cukup, ia dengan percaya diri menjawab, “Saya pikir saya bisa.”
Keberhasilan Rahmat Erwin Abdullah tidak hanya menambah koleksi medali internasionalnya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu lifter terbaik Indonesia. Pada kejuaraan yang sama, lifter Thailand, Wichuma Weeraphon, meraih perunggu dengan total 355 kilogram, sementara atlet Kolombia, Hugo Fernando Montes, harus puas di posisi keempat dengan total 346 kilogram. Montes sebenarnya meraih perunggu di nomor snatch dengan angkatan 158 kilogram, namun gagal bersaing di klasemen total.
Dengan hasil ini, Rahmat Erwin Abdullah semakin memantapkan diri sebagai harapan besar Indonesia di cabang angkat besi. Dua medali perak di kejuaraan dunia menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi membuahkan hasil. Kejuaraan Dunia 2026 di Ningbo tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga batu loncatan menuju Olimpiade 2028. Publik Tanah Air tentu berharap Rahmat Erwin Abdullah dapat terus meningkatkan performanya dan suatu hari nanti berdiri di podium tertinggi Olimpiade, mengharumkan nama bangsa.
Editor: Abuzar Samad
