Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Melesat ke Posisi 7 Usai Podium di Sepang, Quiles Makin Tak Terkejar
Inforiau – 01 November 2026 | Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Finis sebagai runner-up pada balapan Moto3 Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026), membuat posisi Veda di klasemen Moto3 2026 melesat naik ke peringkat ketujuh. Tambahan 20 poin dari hasil tersebut mengangkat total koleksi poinnya menjadi 131, melewati Valentin Perrone yang harus puas turun ke posisi kedelapan dengan 121 poin.
Balapan di Sepang menjadi momen pembalasan bagi Veda setelah sebelumnya gagal tampil di Moto3 Australia akibat cuaca buruk. Meski start dari posisi kedelapan, pembalap Honda Team Asia berusia 17 tahun itu menunjukkan determinasi luar biasa. Ia sempat tertinggal di awal lomba, namun perlahan merangsek ke barisan depan dan terlibat pertarungan sengit dengan sejumlah pembalap papan atas seperti Alvaro Carpe, David Almansa, dan Hakim Danish.
“Saya sangat bersyukur bisa mengunci posisi kedua. Ini obat setelah gagal balapan di Phillip Island pekan lalu,” ujar Veda usai lomba. Ia pun mempersembahkan podium keduanya musim ini untuk keluarga dan seluruh pihak yang telah mendukungnya.
Dominasi Maximo Quiles di Puncak Klasemen Moto3
Di puncak klasemen Moto3 2026, nama Maximo Quiles masih belum tergoyahkan. Pembalap Spanyol dari CFMOTO Gaviota Aspar Team itu sukses menyapu kemenangan di Sepang dengan keunggulan 3,734 detik atas Veda. Tambahan 25 poin membuat koleksinya kini mencapai 376 poin, semakin menjauh dari pesaing terdekatnya, David Almansa, yang berada di posisi kedua dengan 228 poin.
Meski finis kelima dan mendapat 11 poin, Almansa tetap tidak mampu memangkas jarak yang kini melebar menjadi 148 poin. Sementara itu, posisi ketiga dan keempat dihuni oleh Brian Uriarte dan Alvaro Carpe yang sama-sama mengoleksi 205 poin. Carpe yang finis ketiga di Malaysia tetap bertahan di urutan keempat.
Berikut susunan lima besar klasemen Moto3 2026 setelah balapan di Sepang:
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | CFMOTO Gaviota Aspar Team | 376 |
| 2 | David Almansa | – | 228 |
| 3 | Brian Uriarte | – | 205 |
| 4 | Alvaro Carpe | – | 205 |
| 5 | Adrian Fernandez | – | 157 |
Adapun posisi keenam diisi oleh Marco Morelli dengan 140 poin. Morelli gagal menambah poin di Malaysia setelah tidak finis di zona poin. Sementara itu, Hakim Danish yang tampil di hadapan pendukung sendiri harus puas finis keempat. Meski gagal podium, pembalap Malaysia itu tetap mengantongi 13 poin dan bertahan di posisi kesembilan klasemen Moto3 2026.
Jalannya Balapan yang Menegangkan
Balapan di Sepang berlangsung ketat sejak lap pertama. David Almansa sempat memimpin jalannya lomba sebelum akhirnya disalip Quiles pada lap kelima di Tikungan 15. Setelah merebut posisi terdepan, Quiles perlahan membangun jarak dari para pesaingnya. Di belakangnya, pertarungan memperebutkan posisi kedua semakin panas. Veda yang mulai menemukan ritme terbaiknya berhasil menembus posisi ketiga pada lap kedelapan, lalu terlibat duel sengit dengan Carpe dan Danish.
Memasuki tiga lap terakhir, Veda berhasil melewati Almansa dan naik ke posisi kedua. Namun, posisinya belum aman karena Carpe dan Danish terus memberikan tekanan. Dengan pengalaman dan ketenangan, Veda mampu mempertahankan posisi runner-up hingga garis finis. Hasil ini menjadi podium kedua Veda musim ini setelah sebelumnya finis ketiga di Moto3 Brasil 2026.
Dengan performa impresifnya di Sepang, Veda semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pembalap muda berbakat di kancah balap dunia. Kenaikan posisi di klasemen Moto3 2026 menjadi modal berharga untuk menghadapi seri-seri selanjutnya. Persaingan di kelompok tujuh besar pun semakin ketat, dan Veda berpeluang besar untuk terus merangsek ke posisi yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, balapan Moto3 Malaysia 2026 tidak hanya menyajikan aksi saling salip yang memukau, tetapi juga mengubah peta persaingan di klasemen Moto3 2026. Maximo Quiles masih terlalu kuat di puncak, namun di belakangnya, persaingan untuk posisi runner-up dan zona podium diprediksi akan semakin sengit hingga akhir musim. Bagi Veda Ega Pratama, podium di Sepang adalah bukti bahwa ia mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia.
