Demichelis Buka Suara soal Tekanan di RB Leipzig: "Kalau Gagal, Saya Pergi Sendiri"
Inforiau – 01 November 2026 | Tekanan di kursi pelatih RB Leipzig kembali menjadi sorotan setelah Martin Demichelis angkat bicara usai membawa timnya meraih kemenangan 2-0 atas FC Schalke 04 di Bundesliga. Dalam laga yang digelar di Veltins-Arena, Sabtu (31/10), rb Leipzig akhirnya mencatatkan kemenangan tandang pertama mereka musim ini, sebuah hasil yang dinilai Demichelis sangat penting bagi perjalanan tim.
Pertandingan berjalan menarik. Schalke sebenarnya tampil cukup menjanjikan di awal laga dan sempat menciptakan peluang, namun sebuah penalti pada menit ke-37 yang dieksekusi Nusa membawa RB Leipzig unggul lebih dulu. Dua gol Leipzig bahkan sempat dianulir, masing-masing karena offside pada menit ke-3 dan bola keluar lapangan sebelum Romulo mencetak gol di menit ke-45+3. Gol kedua baru tercipta pada menit ke-78 melalui kerja sama Gomis, Nusa, dan Romulo yang menuntaskan serangan dari sisi kanan.
Kemenangan ini menjadi jawaban atas kritik yang terus mengalir kepada Demichelis. Pelatih berusia 45 tahun itu mengaku sudah bosan mendengar pertanyaan soal masa depannya. “Kalau di akhir musim kami tidak mencapai target, maka saya pergi sendiri. Itu pasti. Orang-orang yang mengenal saya juga tahu betul hal itu,” tegasnya saat ditanya soal tekanan yang ia rasakan.
Demichelis menegaskan bahwa ia sadar betul tuntutan yang menyertai posisinya sebagai nakhoda rb Leipzig. Ia datang ke klub itu untuk meraih target, bukan sekadar menjalani musim. “Pertanyaan ini sudah membosankan. Saya tahu saya harus mencapai target bersama RB Leipzig. Karena itulah saya datang. Tapi hari ini baru pekan kedelapan. Musim masih panjang,” ujarnya, seperti dikutip dari laporan media Jerman.
Meski demikian, ia enggan menganggap kemenangan atas Schalke sebagai pencapaian final. “Hari ini kami belum mencapai target apa pun, hanya meraih tiga poin dan kemenangan tandang pertama kami,” katanya. Namun ia tak menampik bahwa hasil tersebut punya arti besar bagi skuadnya yang sudah lama menunggu kemenangan di kandang lawan.
Menurut Demichelis, Schalke adalah lawan yang sulit dan menjengkelkan karena hanya memberi sedikit ruang. “Hari ini adalah laga tandang terbaik kami melawan tim yang sangat sulit dan menyebalkan. Kami mencetak dua gol dan tidak kebobolan,” tuturnya.
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Schalke 04 yang kini sudah enam pertandingan kompetitif tanpa kemenangan. Pelatih Schalke mengakui timnya sebenarnya bermain baik di babak pertama, tetapi gagal memanfaatkan peluang di awal laga. Setelah jeda, rb Leipzig mengendalikan permainan dan layak meraih kemenangan.
Pertandingan ini juga mencatat beberapa momen menarik, termasuk keputusan wasit Max Burda yang menganulir gol melalui tinjauan VAR. Schalke sempat berharap bisa bangkit, tetapi serangan mereka di babak kedua kurang tajam sehingga gol penyama kedudukan tak pernah benar-benar tercipta.
Bagi rb Leipzig, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat berikutnya. Demichelis menegaskan bahwa fokus timnya kini tertuju pada laga-laga selanjutnya, bukan pada spekulasi soal masa depannya. Ia menilai diskusi soal tekanan terhadap dirinya sudah terlalu sering muncul dan mengalihkan perhatian dari pekerjaan utama di lapangan.
Performa RB Leipzig di bawah Demichelis memang masih menjadi perdebatan. Sebagian pengamat menilai tim tersebut belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan, terutama dalam pertandingan tandang. Namun kemenangan atas Schalke setidaknya memberi sinyal bahwa skuad rb Leipzig masih memiliki kualitas untuk bersaing di papan atas Bundesliga.
Demichelis sendiri tampak tenang menghadapi tekanan. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas hasil tim. Jika target tidak tercapai, ia tidak akan menunggu untuk diberhentikan, melainkan mengambil langkah sendiri. Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan tegas kepada para kritikus bahwa ia memahami besarnya ekspektasi di klub sekelas RB Leipzig.
Ke depan, RB Leipzig dituntut untuk terus meraih hasil positif agar posisi mereka di klasemen membaik. Demichelis menyadari bahwa tiga poin dari Schalke hanyalah awal, bukan akhir dari perjalanan panjang musim ini. Dengan musim yang masih menyisakan banyak pertandingan, ia berharap timnya bisa menjaga momentum dan tampil lebih konsisten, baik di kandang maupun tandang.
Kemenangan ini juga menjadi pengingat bahwa tekanan di dunia sepak bola elite tak pernah surut. Bagi Demichelis dan RB Leipzig, jalan masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi ujian bagi ambisi mereka meraih target musim ini.
