Sinayoko Gemilang, Paris FC Kalahkan Monaco 3-1 dan Tempel Ketat PSG di Puncak Ligue 1
Inforiau – 02 November 2026 | Klub ibu kota kedua, Paris FC, kembali menunjukkan taringnya di kancah Ligue 1 musim ini. Pada laga pekan kesembilan yang digelar di Stade Jean-Bouin, Minggu (1/11/2026), Paris FC sukses menumbangkan AS Monaco dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini membawa tim asuhan pelatih tersebut naik ke peringkat keempat klasemen, hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Paris Saint-Germain, sekaligus menjaga ambisi mereka untuk bersaing di jalur juara.
Lassine Sinayoko menjadi bintang utama dalam pertandingan ini. Penyerang asal Mali yang didatangkan dari AJ Auxerre pada bursa transfer musim panas lalu itu mencetak dua gol dalam kurun enam menit menjelang akhir babak pertama. Gol pertamanya lahir pada menit ke-38 setelah ia memotong bola di kotak penalti Monaco dan menyelesaikan umpan tarik Maxime Lopez dengan sekali sentuh. Lima menit berselang, tepatnya menit ke-44, Sinayoko kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat aksi individu brilian, mengejar bola terobosan, melewati dua bek lawan, dan menaklukkan kiper Lukas Hradecky.
Dominasi Paris FC sebenarnya sudah terlihat sejak awal pertandingan. Pierre Lees-Melou sempat membentur tiang gawang pada menit ke-13, sementara Ilan Kebbal menyia-nyiakan peluang emas di depan gawang. Moses Simon terus meneror sisi kiri pertahanan Monaco dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Statistik penguasaan bola dan jumlah tembakan pun jauh berpihak kepada tuan rumah sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, pelatih Monaco Filipe Luis melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Folarin Balogun menggantikan Paris Brunner. Keputusan itu sempat membuahkan hasil ketika Balogun memperkecil kedudukan pada menit ke-66 memanfaatkan umpan Vanderson. Namun, kegembiraan tim tamu tak bertahan lama. Pada menit ke-74, Sinayoko kembali menjadi aktor utama. Ia menerima bola terobosan, menahan laju di kotak penalti dengan cerdik, lalu melepas umpan matang kepada Pablo Pagis yang dengan tenang menaklukkan Hradecky untuk ketiga kalinya.
Dengan tambahan dua gol dan satu assist pada laga ini, Sinayoko kini mengoleksi delapan gol dan lima assist dari sembilan pertandingan. Ia memimpin daftar top skor Ligue 1 secara tunggal dan tercatat terlibat langsung dalam 13 dari 16 gol yang dicetak Paris FC musim ini. Catatan impresif tersebut menjadikannya salah satu pembelian paling sukses di bursa transfer musim panas.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Paris FC di kandang sendiri sepanjang musim. Sementara itu, kekalahan ini membuat Monaco turun ke peringkat keenam dan terpaut lima poin dari PSG, sekaligus mengakhiri catatan hanya satu kekalahan yang mereka alami sejak awal musim.
Di pertandingan lain pada pekan yang sama, Lyon juga berhasil menjaga ritme dengan mengalahkan Angers 2-0 melalui gol Ernest Nuamah pada menit ke-38 dan Corentin Tolisso pada menit ke-86. Kemenangan tersebut membawa Lyon kembali ke podium klasemen di posisi ketiga, tepat di atas Paris FC. Sementara itu, Lille sempat menempel ketat PSG di posisi kedua setelah menang 1-0 atas Lens, namun Rennes justru terpuruk usai dibantai Nice 5-2 dan turun ke peringkat kelima.
Menariknya, pada hari yang sama, tim putri Paris FC juga tampil dalam laga bergengsi Arkema Premiere Ligue melawan PSG di Stade Charlety. Pertandingan bertajuk derby Paris itu berakhir imbang 1-1. Clara Mateo membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-11 berkat kerja sama apik dengan Sheika Scott, sebelum PSG menyamakan kedudukan pada menit ke-29. Meski menciptakan sejumlah peluang di babak kedua, termasuk peluang emas Mateo pada menit ke-86, tim putri Paris FC harus puas berbagi angka.
Dengan performa gemilang yang ditunjukkan Paris FC musim ini, persaingan di papan atas Ligue 1 dipastikan akan semakin sengit. Tim sekota PSG ini membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan penantang serius yang siap mengganggu dominasi klub-klub besar. Konsistensi Sinayoko dan solidnya pertahanan tuan rumah akan menjadi kunci apakah Paris FC mampu mempertahankan momentum hingga akhir musim dan mewujudkan mimpi besar tampil di kompetisi Eropa.
