Arsenal Bungkam Liverpool di Anfield, Neville Justru Soroti Aksi 'Memalukan' Gabriel Magalhaes
Inforiau – 02 November 2026 | Kemenangan dramatis arsenal atas Liverpool di Anfield pada pekan ke-9 Premier League 2026 menjadi sorotan utama dunia sepak bola. Gol tunggal Kai Havertz pada menit ke-16 membawa The Gunners meraih tiga poin berharga sekaligus memutus puasa kemenangan di markas Liverpool yang bertahan selama 14 tahun terakhir. Hasil ini pun mengantarkan arsenal ke puncak klasemen Liga Inggris dengan koleksi 24 poin, menyalip Manchester City yang turun ke peringkat kedua dengan 21 poin setelah tumbang di tangan Brighton & Hove Albion.
Meski meraih kemenangan bersejarah, performa arsenal tidak sepenuhnya luput dari kritik. Legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan sindiran tajam terhadap bek tengah Gabriel Magalhaes. Menurut Neville, Gabriel melakukan tindakan yang sangat memalukan ketika terjatuh sambil memegangi wajahnya usai berbenturan dengan striker Liverpool, Alexander Isak, di awal pertandingan. Rekaman ulang menunjukkan bahwa lengan Isak sebenarnya mengenai dada, bukan wajah, pemain asal Brasil tersebut.
“Saya menyukai semangat, gairah, dan kegigihannya. Tapi ada dorongan ke bagian atas dadanya dan dia jatuh sambil memegangi wajahnya. Itu benar-benar memalukan. Dia harus berhenti melakukan hal itu,” ujar Neville seperti dikutip dari sejumlah pemberitaan. Meski demikian, Neville tetap memuji performa kolektif arsenal yang ia sebut sebagai “kelas pertahanan yang luar biasa” sepanjang laga.
Penampilan Solid Declan Rice dan Kontribusi Havertz
Di balik kemenangan ini, peran Declan Rice menjadi kunci. Gelandang asal Inggris itu tidak hanya menjadi kreator gol semata lewat kerja kerasnya yang khas, tetapi juga menjadi tembok kokoh di lini tengah dan pertahanan. Rice tampil seolah tidak pernah kehabisan tenaga, mengingatkan publik sepak bola pada sosok gelandang klasik yang lengkap dalam bertahan maupun menyerang.
Kai Havertz, yang selama ini kerap menjadi sasaran kritik, akhirnya membuktikan kualitasnya sebagai pahlawan kemenangan. Golnya pada menit ke-16 menjadi satu-satunya momen menyerang arsenal yang benar-benar berbahaya, sementara rekan-rekannya di lini belakang tampil gigih menahan gelombang serangan Liverpool yang tak pernah surut.
Mikel Arteta juga menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola pertandingan. Memasukkan Mikel Merino pada menit ke-88 untuk mengantisipasi taktik Liverpool yang menempatkan Virgil van Dijk di lini depan sebagai magnet umpan panjang, serta peran Pieo Hincapié yang membantu menggandakan penjagaan di sisi sayap saat Liverpool mengoverload area tersebut, menjadi bukti bahwa arsenal mampu mengelola laga dengan cermat hingga peluit akhir.
Noni Madueke dan Momen Kontroversial
Nama Noni Madueke juga menjadi perbincangan hangat. Sejak tersingkir dari skuad pertama Inggris era Thomas Tuchel pasca Piala Dunia, pemain muda ini terus menunjukkan perkembangan pesat di arsenal. Di Anfield, ia menjadi opsi keluaran bola yang andal sepanjang pertandingan dan menyulitkan bek kiri Liverpool, Milos Kerkez, dengan gaya dribelnya yang langsung. Namun kontribusinya nyaris didefinisikan oleh momen gesekan kontroversial dengan Alexis Mac Allister di babak kedua yang memicu perdebatan di kalangan pengamat.
Dampak pada Persaingan Gelar
Kekalahan ini membuat Liverpool terpuruk ke posisi kelima dengan 15 poin, tergusur dari empat besar dan disalip Chelsea yang menang 2-0 atas Manchester United. Selisih sembilan poin dengan arsenal di puncak klasemen menjadi peringatan serius bagi pasukan Andoni Iraola, meski secara umum masih sesuai dengan target mereka. Liverpool akan menghadapi rangkaian laga berat berikutnya melawan Crystal Palace, Manchester United, Everton, Sunderland, dan Chelsea.
Sementara itu, arsenal dijadwalkan menjalani laga melawan Slavia Prague di kompetisi Eropa pada Rabu mendatang, kemudian menjamu Hull City di Liga Inggris pada Sabtu, sebelum jeda internasional. Setelah itu, mereka akan menghadapi Newcastle, Manchester City, Brentford, dan Tottenham Hotspur dalam rangkaian pertandingan yang akan sangat menentukan arah perburuan gelar juara musim ini.
Kemenangan di Anfield menjadi sinyal kuat bahwa arsenal kali ini tampil sebagai kandidat juara yang serius. Kombinasi pertahanan disiplin, ketenangan dalam mengelola pertandingan, dan kemampuan memaksimalkan peluang sempit menjadi modal berharga bagi The Gunners. Jika mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin trofi Premier League yang selama ini dinanti akhirnya kembali ke Emirates Stadium. Namun, kritik terhadap perilaku pemain seperti yang disorot Neville juga menjadi pengingat bahwa kualitas teknis harus diimbangi dengan sportivitas di atas lapangan.
