Valerenga Pesta Gol 4-0, Tromsø Hancur dengan Sembilan Pemain
Inforiau – 02 November 2026 | Klub ibu kota valerenga kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang meyakinkan di ajang Eliteserien Norwegia. Pada laga yang digelar di Intility Arena, Minggu (1/11/2026) malam waktu setempat, Vålerenga menghancurkan Tromsø dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga beruntun bagi valerenga, sekaligus mengangkat mereka ke posisi kedelapan klasemen dan menjauh dari zona merah degradasi menjelang jeda internasional.
Pertandingan sejatinya sudah hampir dipastikan usai seperempat jam pertama. Tromsø harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ketujuh setelah bek mereka, Vetle Skjærvik, menerima kartu kuning kedua. Skjærvik terlebih dahulu mendapat peringatan pada menit-menit awal, lalu melakukan pelanggaran terhadap Ole Sæter di dalam kotak penalti. Wasit Marius Grøtta tanpa ragu menunjuk titik putih dan mengusir bek tersebut, meski pelatih Tromsø, Jørgen Vik, melakukan protes keras.
Sæter yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia membuka keunggulan pada menit kesembilan dengan tenang. Usai laga, penyerang berjuluk “Singa dari Singsaker” itu mengaku sempat gugup luar biasa. “Jarang saya sangat gugup sebelum penalti, tetapi hari ini detak jantung saya hampir 200,” ujarnya kepada TV 2. Vik langsung merespons dengan memasukkan Leon Hien menggantikan Morten Bjørlo pada menit ke-10 untuk menata ulang lini pertahanan yang kacau.
Namun upaya tersebut tak banyak membantu. Pada menit ke-21, Sæter mencetak gol keduanya memanfaatkan umpan silang Dennis Gjengaar dari sisi kiri. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Babak kedua baru berjalan lima menit ketika Gjengaar kembali mengirim umpan matang yang disundul keras oleh Mathias Grundetjern, mengubah kedudukan menjadi 3-0. Pelatih valerenga, Johannes Moesgaard, kemudian mulai mengelola keunggulan dengan melakukan rotasi pemain, memasukkan Odin Thiago Holm dan Gabriel Rajkovic.
Rajkovic, yang menurut laporan media Norwegia baru berusia 15 tahun, menutup pesta gol valerenga pada menit ke-80 lewat sepakan kaki kirinya. Kemenangan ini kian lengkap setelah Alexander Warneryd dari Tromsø menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90, membuat tim tamu harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain. Laga pun berakhir dengan skor 4-0 yang sangat nyaman bagi tuan rumah.
Di lini tengah valerenga, gelandang asal Kamerun, Fidèle Brice Ambina, tampil disiplin selama 84 menit sebelum digantikan Magnus Westergaard. Bermain dalam formasi 4-4-2 racikan Moesgaard, Ambina berperan menjaga keseimbangan tim dan mendistribusikan bola, sementara para pemain sayap serta lini depan menjadi pembeda dalam laga yang dimainkan dengan keunggulan jumlah pemain lebih dari 80 menit tersebut.
Kebangkitan Setelah Periode Berat
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Moesgaard, yang pekan lalu harus menjalani operasi mata akibat peradangan yang menyebar. Pada laga Piala melawan Sarpsborg 08, ia sempat memimpin tim dengan perban menutupi matanya. “Saya punya memar sekarang, tetapi mata sudah dioperasi pertengahan pekan. Ini pekan yang menarik, tetapi sekarang terasa jauh lebih baik,” katanya.
Moesgaard menilai hasil ini buah dari kerja keras seluruh tim di tengah masa sulit. “Kami melewati periode yang sangat berat dengan banyak pergantian di klub maupun skuad. Kami berdiri bersama dan berjuang. Kelompok pemain ini luar biasa untuk diajak bekerja sama,” ujarnya. Sæter sendiri tampil dengan perban di kepala akibat luka di dahi saat melawan Bodø/Glimt, dan mengaku harus tetap memakainya tiga hingga empat pekan lagi.
Sementara itu, kekalahan ini memperburuk posisi Tromsø. Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan laga terakhir dan tertinggal tiga poin dari Molde di posisi ketiga dalam perebutan tiket Eropa. Lebih buruk lagi, Skjærvik dan Warneryd dipastikan absen pada derby melawan Bodø/Glimt berikutnya akibat akumulasi kartu.
Bagi valerenga, tiga poin ini menjadi modal berharga. Dengan performa apik Sæter, kontribusi pemain muda seperti Rajkovic, serta solidnya peran Ambina di lini tengah, valerenga tampak telah menemukan momentum untuk menutup musim dengan lebih tenang dan menjauh dari ancaman degradasi.
