Boca Juniors Tumbangkan River Plate 1-0 di Superclásico: Xeneize Selangkah Lagi Juara Liga Argentina 2026
Inforiau – 02 November 2026 | Pekan penentuan liga argentina menyajikan drama yang tak terlupakan. Di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati La Bombonera, Boca Juniors berhasil menundukkan rival abadinya, River Plate, dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan kedua terakhir Torneo Clausura 2026, Minggu (1/11). Kemenangan ini bukan sekadar tiga angka biasa, melainkan modal besar bagi Xeneize untuk mengunci gelar juara sekaligus mempertegas dominasi mereka di panggung liga argentina musim ini.
Gol tunggal kemenangan tuan rumah lahir dari kaki Lautaro Di Lollo pada menit ke-27. Bek muda itu memanfaatkan situasi bola mati dengan sempurna, menanduk bola melewati jangkauan kiper Santiago Beltrán. Sejak saat itu, La Bombonera bergemuruh, dan tekanan demi tekanan terus dilancarkan skuad asuhan Rodolfo Arruabarrena untuk menambah keunggulan.
Laga berjalan dengan tensi tinggi khas superclásico. River Plate harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-9 setelah Lucas Martínez Quarta diganjar kartu merah. Penderitaan Millonario berlanjut pada menit ke-79 ketika Gonzalo Montiel juga diusir wasit Nicolás Ramírez. Bermain dengan sembilan pemain, anak-anak asuh pelatih tamu praktis kehilangan daya gedor, meski sempat beberapa kali menciptakan peluang melalui Ángel Correa dan Thiago Almada.
Papan Klasemen Semakin Panas
Tambahan tiga poin membuat Boca Juniors kembali merebut puncak klasemen tahunan dengan koleksi 60 poin, unggul satu angka atas Rosario Central yang sebelumnya menang 2-1 atas Sarmiento di Junín. Dengan demikian, nasib gelar liga argentina sepenuhnya berada di tangan pasukan Xeneize. Syaratnya sederhana: menang atas Defensa y Justicia pada jornada pamungkas, maka trofi juara akan kembali ke Buenos Aires.
Menariknya, Boca masih berpeluang menorehkan sejarah dengan meraih treble. Selain bersaing di liga argentina, mereka sudah memastikan tempat di final Copa Sudamericana yang akan digelar 21 November mendatang melawan Atlético Mineiro di Barranquilla, Kolombia. Tak hanya itu, tim yang diperkuat Álvaro Montero, Leandro Paredes, dan Miguel Merentiel ini juga akan melakoni semifinal Copa Argentina kontra Banfield pada 14 November. Kemenangan atas River sekaligus memastikan tiket Boca ke Copa Libertadores musim depan.
River Plate di Ambang Ketidakpastian
Bagi River Plate, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Mereka tertahan di peringkat dengan 23 poin di Zona B dan wajib meraih hasil positif saat melawat ke markas Aldosivi di Mar del Plata pada pekan terakhir untuk memastikan langkah ke fase berikutnya. Torneo Clausura memang menjadi satu-satunya ajang yang masih bisa mereka kejar, setelah tersingkir dari Copa Argentina dan Copa Sudamericana.
Kekecewaan terlihat jelas di kubu Millonario. Para pemain dan staf pelatih menyesalkan keputusan wasit yang dinilai terlalu berat, terutama kartu merah cepat bagi Martínez Quarta yang mengubah jalannya pertandingan. Meski demikian, mereka mengakui bahwa Boca tampil lebih efektif dan klinis dalam memanfaatkan peluang.
- Boca Juniors: Álvaro Montero; Leandro Lozano, Lautaro Di Lollo, Facundo Herrera, Lautaro Blanco; Santiago Ascacíbar, Leandro Paredes, Milton Delgado; Sebastián Villa, Leonel Flores, Miguel Merentiel.
- River Plate: Santiago Beltrán; Gonzalo Montiel, Lucas Martínez Quarta, Nicolás Otamendi, Marcos Acuña; Tomás Galván, Tomás Andrada, Lautaro Silva, Thiago Almada; Ángel Correa, Lucas Beltrán.
Dinamika Sepak Bola Argentina yang Semakin Ketat
Superclásico edisi kali ini kembali membuktikan bahwa rivalitas Boca dan River selalu menyajikan cerita tersendiri. Sebelumnya, pada pertemuan pertama tahun ini di Estadio Monumental, Boca juga keluar sebagai pemenang dengan skor identik 1-0. Hasil ini memperpanjang tren positif Xeneize atas sang rival abadi, sekaligus menegaskan kualitas kompetisi liga argentina yang kian kompetitif dari musim ke musim.
Di sisi lain, dinamika liga argentina tidak hanya terjadi di lapangan sepak bola. Cabang olahraga lain seperti bola basket dan bisbol juga tengah bergulir. Deportivo Viedma misalnya, harus menelan kekalahan 67-82 dari Ciclista Juninense pada lanjutan Liga Argentina de Básquet 2026/27, sementara di Liga Argentina de Béisbol, Popeye dan Cachorros berbagi kemenangan pada laga pembuka turnamen. Ragam kompetisi ini menunjukkan betapa olahraga telah menjadi napas bagi masyarakat Argentina.
Namun sorotan utama tetap tertuju pada sepak bola. Pelatih Boca, Rodolfo Arruabarrena, menyebut kemenangan ini sebagai buah kerja keras seluruh tim. Ia menegaskan bahwa fokus sekarang adalah meraih kemenangan di laga terakhir, tanpa terlalu memikirkan tekanan dari rival-rival di bawahnya. Sementara itu, kubu River bertekad bangkit dan menutup musim dengan kepala tegak.
Dengan satu pertandingan tersisa, liga argentina 2026 menyajikan akhir cerita yang mendebarkan. Boca Juniors berada di posisi terdepan untuk meraih gelar, tetapi sepak bola selalu menyimpan kejutan hingga peluit akhir dibunyikan. Jika mampu mengalahkan Defensa y Justicia, Xeneize akan menutup musim dengan gemilang dan mengukuhkan status mereka sebagai raja sepak bola Argentina tahun ini. Sebaliknya, jika terpeleset, Rosario Central siap menyalip di tikungan terakhir. Inilah pesona liga argentina yang tak pernah gagal memikat jutaan penggemar di seluruh dunia.
