Ibrahim Maza: Dari Sorotan Ballon d'Or ke Buruan Utama PSG, Sang Permata Aljazair yang Mengguncang Eropa
Inforiau – 02 November 2026 | Nama Ibrahim Maza tengah menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Eropa. Gelandang serang muda Aljazair yang memperkuat Bayer Leverkusen ini bukan hanya mencuri perhatian lewat aksi-aksinya di lapangan, tetapi juga melalui sejumlah momen bergengsi yang menempatkannya di jajaran elite pesepakbola muda dunia. Dari panggung Ballon d’Or hingga rumor transfer ke Paris Saint-Germain, kisah Ibrahim Maza menjadi salah satu narasi paling menarik musim ini.
Momen penting datang ketika Lionel Messi, peraih delapan trofi Ballon d’Or, secara mengejutkan memasukkan nama Ibrahim Maza dalam tiga pilihan teratasnya untuk Trofi Kopa 2026. Messi menempatkan Lamine Yamal di posisi pertama, Pau Cubarsi di posisi kedua, dan Maza di posisi ketiga. Suara tunggal dari Messi itu menjadi satu-satunya poin yang diterima Maza, cukup untuk mengantarkannya ke peringkat kesembilan dalam klasemen akhir penghargaan pemain muda terbaik dunia tersebut. Trofi Kopa 2026 sendiri diraih oleh penyerang Barcelona, Lamine Yamal, dalam upacara di London.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah bagi Aljazair. Ibrahim Maza tercatat sebagai pemain Aljazair pertama dalam sejarah yang masuk dalam 10 nominasi Trofi Kopa, sebuah pengakuan atas kualitasnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia. Nominasi tersebut bukan tanpa alasan: bersama Bayer Leverkusen, ia tampil dalam 44 pertandingan di semua kompetisi, mencetak lima gol, dan menyumbang tujuh assist pada musim perdananya bersama klub Jerman itu.
Pertemuan dengan Messi di Piala Dunia 2026
Hubungan antara Messi dan Maza sebenarnya sudah terjalin sekitar empat bulan sebelum upacara Ballon d’Or. Keduanya bertemu di laga pembuka Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam laga itu, Messi mencetak hat-trick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0. Meski timnya kalah telak, Ibrahim Maza tampil impresif dan sempat menciptakan peluang emas untuk Fares Chaibi, meskipun upaya tersebut akhirnya dianulir karena offside. Penampilan itu rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Messi, yang kemudian memberinya tempat di daftar pilihannya.
PSG Mulai Bergerak
Di sisi lain, Paris Saint-Germain dikabarkan tengah bersiap melancarkan langkah konkret untuk merekrut Ibrahim Maza. Situasi ini dipicu oleh cedera serius yang dialami Kvicha Kvaratskhelia, membuat staf pelatih Paris mencari solusi untuk mengisi kekosongan di lini serang. Menurut laporan yang beredar, PSG akan bergerak cepat, bahkan operasi perekrutan bisa dimulai sejak jeda internasional. Maza disebut sebagai target prioritas klub setelah penolakan dari pemain lain yang sebelumnya diincar.
Profil Ibrahim Maza disebut telah mendapat restu dari pelatih Luis Enrique. Sang pelatih sangat menyukai polivalensinya yang mampu bermain di beberapa posisi ofensif maupun di lini tengah. Meski Enrique sempat menyatakan bahwa ia tidak merasa wajib merekrut pemain ofensif baru pada bursa musim dingin, gelombang dukungan untuk mendatangkan Maza justru semakin besar, terutama dari kalangan tokoh yang sering hadir di tribune VIP Parc des Princes.
Kampanye Publik dan Saran Karier
Kampanye untuk membawa Ibrahim Maza ke Paris semakin intensif di media sosial. Dua selebritas keturunan Aljazair, komedian Malik Bentalha dan DJ ternama DJ Snake, secara terbuka mendesak agar sang pemain bergabung dengan PSG. DJ Snake bahkan mengaku telah melakukan pendekatan kepada presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, selama setahun terakhir. Sementara itu, penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav, juga memberikan saran karier yang tegas kepada Maza. Setelah mencetak gol dalam kekalahan 4-2 Leverkusen dari Stuttgart, Undav menyatakan, “Saya tidak ingin lagi bermain melawan Anda!” sebuah bentuk penghormatan sekaligus dorongan agar Maza segera pindah ke klub yang lebih besar.
Di level klub, Bayer Leverkusen dikabarkan berusaha keras memperpanjang kontrak Ibrahim Maza yang saat ini berlaku hingga Juni 2030. Dengan penghasilan sekitar 1,4 juta euro per tahun, gaji Maza diproyeksikan akan naik signifikan jika perpanjangan kontrak terwujud, lengkap dengan klausul pelepasan besar untuk mengamankan nilai jualnya. Leverkusen menyadari bahwa minat dari klub sekaliber PSG membuat penjualan di masa depan tampak tak terhindarkan.
Jejak Aljazair di Paris
Jika transfer ini terwujud, Ibrahim Maza akan mengikuti jejak pemain Aljazair yang pernah membela PSG. Nama terakhir adalah Adil Aouchiche (2019-2020), sementara yang paling ikonik adalah Mustapha Dahleb (1974-1984), pencetak gol terbanyak ketujuh dalam sejarah klub dan dianggap sebagai legenda hidup di Paris. Potensi Maza untuk mengukir sejarah serupa membuat publik Paris semakin antusias menyambut kedatangannya.
Dengan kombinasi performa impresif, pengakuan dari Messi, dukungan publik yang masif, serta minat serius dari PSG, Ibrahim Maza berada di persimpangan karier yang menentukan. Keputusan yang ia ambil dalam beberapa bulan ke depan akan sangat memengaruhi arah perkembangannya sebagai salah satu bintang masa depan sepak bola dunia. Yang jelas, namanya kini telah melampaui batas Bundesliga dan menjadi perbincangan utama di bursa transfer Eropa.
