Kisah di Balik Kursi Esteban Ocon: Ketika Haas Memilih Hirakawa dan Bearman Angkat Bicara
Inforiau – 02 November 2026 | Keputusan mengejutkan datang dari tim Haas menjelang sesi latihan bebas ketiga (FP3) Grand Prix Mexico City. Esteban Ocon tiba-tiba dicoret dari line-up dan digantikan oleh pembalap cadangan asal Jepang, Ryo Hirakawa. Langkah ini memicu spekulasi liar, termasuk dugaan adanya insiden fisik antara Ocon dan principal tim, Ayao Komatsu. Hingga kini, Haas belum memberikan alasan resmi selain menegaskan bahwa Ocon tidak sedang sakit.
Di tengah badai kontroversi, Oliver Bearman, rekan setim Ocon, mencoba menenangkan situasi. Ia mengaku telah mengirim pesan kepada pembalap Prancis itu. “Saya mengirim pesan kepada Esteban. Ini situasi yang sangat sulit, dan saya tidak tahu persis apa yang terjadi, jujur saja,” ujar Bearman usai sesi kualifikasi. “Tapi ini bukan situasi yang menyenangkan ketika hal seperti ini terjadi.”
Bearman juga mengambil peran sebagai mentor bagi Hirakawa yang akan menjalani debut Formula 1. Meski baru pertama kali bekerja sama, pembalap Inggris itu membantu Hirakawa beradaptasi dengan mobil VF-26. “Saya berusaha membantunya semaksimal mungkin. Dia pembalap yang cepat, dan saya yakin dia bisa melakukan pekerjaan dengan baik,” tambahnya. Hirakawa sendiri berhasil menempati posisi ke-18 pada sesi kualifikasi, sementara Bearman akan start dari posisi ke-14.
Insiden yang menimpa Ocon bermula dari sesi FP2 pada Jumat sore. Saat itu, ia mengeluh keras melalui radio tim karena keputusan tim memakai ban medium alih-alih soft. “Jangan lakukan ini padaku,” ujarnya kepada race engineer Laura Mueller. Kekecewaan itu berujung pada pertemuan panas dengan Komatsu setelah sesi berakhir. Meski demikian, Ocon membantah tegas adanya kekerasan fisik dalam pertemuan tersebut.
“Semalam, perbedaan pandangan memicu diskusi dengan pihak-pihak terkait. Saya mengakui itu terjadi, tetapi saya menolak keras tuduhan kekerasan fisik,” tulis Ocon dalam pernyataan resminya di media sosial. Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat harus diselesaikan secara profesional dan penuh hormat.
Dukungan untuk Ocon datang dari mantan pembalap F1, Olivier Panis. Juara Grand Prix Monaco 1996 itu menyayangkan keputusan Haas. “Memecat Esteban Ocon, pembalap berbakat dan pemenang Grand Prix, adalah hal yang memalukan: meritokrasi dikorbankan demi pilihan politik dan komersial,” tulis Panis di Instagram. Ia juga memberi semangat kepada kompatriotnya, “Jangan menyerah, kawan, kamu akan bangkit dan mereka tidak akan menggigit jarimu.”
Diketahui, Ocon memang sudah dijadwalkan meninggalkan Haas pada akhir musim 2026, dengan Rafael Camara disiapkan sebagai pengganti. Namun, insiden di Mexico City mempercepat pemisahan keduanya. Sejumlah staf Haas bahkan pernah memperingatkan tim tentang potensi masalah kepribadian Ocon, seperti terungkap dalam dokumenter Drive to Survive dua tahun lalu.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa kursi Ocon di Haas untuk balapan berikutnya di Brasil juga terancam. Tim disebut tengah mempertimbangkan untuk menurunkan Camara lebih cepat, mengingat ia adalah pembalap junior Ferrari yang tengah bersinar. Situasi ini tentu menjadi pukulan bagi Ocon yang musim ini baru mengoleksi 7 poin dan berada di peringkat ke-16 klasemen pembalap.
Bagi Bearman, kejadian ini mengingatkannya pada debut tak terduga bersama Ferrari di GP Arab Saudi 2024. “Saya pernah berada di posisi di mana saya harus siap secara mendadak. Itu tidak mudah, tetapi saya ingin membantu Ryo melewati momen ini,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, Haas masih bungkam soal masa depan Ocon. Yang jelas, drama di garasi Haas telah mencoret warna tersendiri dalam gelaran GP Mexico City, dan menyisakan tanda tanya besar tentang karier Ocon di Formula 1.
