Inforiau – 02 November 2026 | Pertandingan cruz azul vs león dalam lanjutan Jornada 15 Apertura 2026 Liga MX berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Cruz Azul di Estadio Banorte. Dua gol tuan rumah tercipta di babak kedua melalui penalti Andrés Montaño dan sepakan José Paradela, sementara León hanya mampu memperkecil kedudukan lewat penalti José Alvarado di masa injury time. Hasil ini membawa La Máquina ke posisi ketiga klasemen dengan 29 poin, menyamai perolehan América dan Chivas di puncak.
Jalannya pertandingan cruz azul vs león berlangsung alot sejak awal. Babak pertama nyaris tanpa peluang berbahaya. Cruz Azul mendominasi penguasaan bola, tetapi pertahanan León yang dikomandoi Javier Gandolfi tampil disiplin dan mampu menutup ruang. Pelatih León, Javier Gandolfi, dalam konferensi pers pasca laga mengklaim bahwa timnya mengontrol jalannya pertandingan hingga hadiah penalti pertama. “Partido estaba totalmente controlado hasta el penal. La planificación que teníamos estaba saliendo a la perfección. A partir de ahí el partido cambia,” ujarnya. Ia juga menyoroti kualitas individu pemain Cruz Azul yang menurutnya menjadi pembeda.
Namun, statistik menunjukkan Cruz Azul memang lebih efektif. Meski kalah dalam penguasaan bola dan akurasi umpan, serta memiliki expected goals (xG) lebih rendah (1,48 berbanding 2,14), La Máquina tercatat lebih banyak melepaskan tembakan ke gawang dan menciptakan peluang bersih. Keunggulan itu akhirnya terwujud pada menit ke-56. Wasit Jesús Rafael López Valle, setelah berkonsultasi dengan VAR, menunjuk titik putih akibat pelanggaran terhadap Carlos Rodríguez. Andrés Montaño yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh kiper Óscar García. Gol ini menjadi yang kelima bagi Montaño secara beruntun, menyamai rekor Carlos Hermosillo dan Francisco Palencia sebagai penyerang Meksiko ketiga yang mencetak gol dalam lima laga berturut-turut untuk Cruz Azul di turnamen pendek.
Keunggulan 1-0 membuat Cruz Azul semakin percaya diri. Joel Huiqui selaku pelatih kepala memasukkan José Paradela yang baru pulih dari cedera. Keputusan itu berbuah manis. Pada menit ke-72, Paradela melepaskan tembakan voli kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengenai bek León, Jhohan Romaña, sebelum bola bersarang di gawang. Gol tersebut sempat membuat Estadio Azteca bergemuruh, meski laga dimainkan di Estadio Banorte. Paradela kembali menunjukkan tajinya setelah absen, dan membuktikan bahwa ia layak memperebutkan tempat di starting eleven.
León tidak tinggal diam. Di babak kedua, La Fiera sempat mengancam melalui Juan Guevara yang tembakannya tipis melebar. Pelatih Gandolfi juga mengubah sistem untuk mengejar ketertinggalan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit kedelapan injury time. Wasit kembali menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR atas pelanggaran di kotak terlarang. José Alvarado yang menjadi eksekutor sukses memperkecil skor menjadi 2-1. Namun, waktu tersisa terlalu singkat bagi León untuk menyamakan kedudukan.
Kemenangan ini merupakan hasil penting bagi Cruz Azul. Mereka kini mengoleksi empat kemenangan beruntun dan enam laga tanpa kekalahan. Dengan dua pertandingan tersisa di fase reguler, persaingan menuju puncak klasemen semakin sengit. cruz azul vs león juga menandai comeback Kevin Mier di bawah mistar gawang setelah sebelumnya absen. Sementara itu, León harus puas tertahan di peringkat ketujuh dengan 22 poin, meski masih berpeluang memperbaiki posisi di sisa musim.
Secara keseluruhan, duel cruz azul vs león menyajikan cerita menarik antara dominasi taktis León di babak pertama dan ketajaman Cruz Azul di babak kedua. Gandolfi mengakui keunggulan kualitas individu lawan, tetapi tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya. “Me quedo con un sabor amargo por cómo se dio el partido, pero el equipo no perdió la estructura,” tutupnya. Bagi Cruz Azul, tiga poin ini menjadi modal berharga untuk menatap liguilla dan perebutan gelar juara.
