Laba INET Melonjak 200%, Pendapatan Tembus Rp1,55 Triliun hingga Kuartal III 2026
Inforiau – 02 November 2026 | Kinerja emiten teknologi dan layanan digital PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencuri perhatian pasar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang layanan internet dan alih daya ini membukukan pendapatan neto sebesar Rp1,55 triliun, melesat 2.154,30% dibandingkan Rp68,60 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini menegaskan posisi INET sebagai salah satu pemain yang tumbuh agresif di sektor ekonomi digital Tanah Air.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp58,06 miliar. Capaian tersebut tumbuh 199,69% atau nyaris 200% dibandingkan Rp19,37 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan laba bersih INET ini menjadi sinyal positif di tengah persaingan industri telekomunikasi dan penyedia jasa internet yang semakin ketat.
Pendorong Utama Kinerja INET
Dari sisi komposisi pendapatan, jasa alih daya masih menjadi tulang punggung bisnis INET dengan kontribusi Rp1,26 triliun atau sekitar 81,77% dari total pendapatan neto. Sementara itu, pendapatan dari layanan internet mencapai Rp281,95 miliar, tumbuh 319,84% dibandingkan Rp67,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen layanan internet INET ini menunjukkan akselerasi yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di berbagai sektor.
Sejalan dengan peningkatan skala usaha, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,33 triliun. Meski demikian, laba bruto INET berhasil mencapai Rp215,59 miliar, tumbuh 564,99% dibandingkan Rp32,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan margin laba bruto sekitar 13,94%. Perseroan juga membukukan laba usaha sebesar Rp129,05 miliar, meningkat 410,70% dibandingkan Rp25,27 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Fokus pada Kualitas Pendapatan dan Efisiensi
Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Muhammad Arif, menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba usaha mencerminkan peningkatan skala bisnis perseroan sepanjang 2026. Menurutnya, kinerja hingga September 2026 menunjukkan peningkatan skala bisnis INET yang signifikan.
“Kami mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang kuat. Selanjutnya, kami akan menjaga kualitas pendapatan, pengendalian biaya, serta profitabilitas agar pertumbuhan perseroan tetap berkelanjutan,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa manajemen INET tidak hanya mengejar ekspansi pendapatan, tetapi juga berupaya menjaga fundamental keuangan agar tetap sehat dalam jangka panjang. Strategi ini dinilai penting mengingat karakteristik industri layanan internet dan alih daya yang menuntut investasi infrastruktur serta efisiensi operasional berkelanjutan.
Dinamika Industri Digital yang Semakin Dinamis
Pertumbuhan bisnis INET tidak terlepas dari geliat ekosistem digital nasional yang terus berkembang. Ruang digital Indonesia kini menjadi arena penting bagi pelaku usaha, sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam hal tata kelola konten dan perlindungan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja menerbitkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 dan Nomor 128 Tahun 2026 sebagai pedoman pengawasan serta penanganan konten disinformasi. Aturan ini memperjelas batas waktu penanganan konten dan mekanisme pengawasan yang terukur, termasuk kriteria konten yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan bernegara.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Mediodecci Lustarini, menegaskan bahwa aturan tersebut tidak ditujukan untuk membatasi kritik maupun perbedaan pendapat. Menurutnya, kritik dan ekspresi yang sah tidak serta-merta menjadi objek penindakan, karena fokus penanganan berada pada konten bermuatan disinformasi dan ujaran kebencian yang memenuhi kriteria.
Dinamika serupa juga terlihat di industri esport. Perubahan format kompetisi Free Fire dari FFWS SEA menjadi kompetisi nasional menuai tanggapan dari sejumlah tim besar seperti RRQ Kazu, Onic, dan Bigetron by Vitality. Pelatih RRQ Kazu, Ady, mengaku kecewa karena timnya telah berjuang keras mempertahankan slot di level Asia Tenggara. Pelatih Onic, AFM, bahkan menilai tim yang sebelumnya berlaga di FFWS SEA tidak memperoleh keuntungan dari perubahan format tersebut. Meski demikian, kompetisi nasional tetap menjadi jalur bagi tim Indonesia untuk tampil di kejuaraan dunia.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Bagi INET, capaian hingga kuartal III 2026 menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Kombinasi pendapatan jasa alih daya yang besar dan pertumbuhan layanan internet yang pesat memberikan ruang bagi perseroan untuk memperluas pangsa pasar. Namun, tantangan tetap ada, mulai dari tekanan biaya operasional, kebutuhan investasi infrastruktur, hingga perubahan lanskap regulasi digital yang menuntut kepatuhan dan adaptasi cepat.
Pasar akan mencermati apakah INET mampu menjaga kualitas pendapatan dan profitabilitas pada kuartal IV 2026. Dengan strategi pengendalian biaya yang ditekankan manajemen, perseroan berpeluang mempertahankan tren positif sekaligus memperkuat posisinya di industri layanan digital nasional.
Secara keseluruhan, kinerja INET hingga September 2026 mencerminkan cerita pertumbuhan yang solid di sektor ekonomi digital. Lonjakan pendapatan dan laba bersih INET menjadi indikasi bahwa permintaan terhadap layanan konektivitas dan alih daya masih kuat. Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan menjaga efisiensi, memperkuat fundamental, dan beradaptasi dengan dinamika industri serta regulasi yang terus berkembang.
