Dari PLN ke Pucuk Kementerian: Arsyadany Ghana Akmalaputri Resmi Nahkodai Dirjen Gatrik ESDM
Inforiau – 02 November 2026 | Nama Arsyadany Ghana Akmalaputri kini menjadi perbincangan hangat di sektor energi nasional. Perempuan yang akrab disapa Arsya itu resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam upacara pelantikan pejabat pimpinan tinggi yang berlangsung di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/11/2026). Penunjukan Arsyadany Ghana Akmalaputri menandai babak baru kariernya setelah hampir dua dekade mengabdi di PT PLN (Persero).
Pelantikan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Ketenagalistrikan. “Pelantikan Dirjen Gatrik, Ibu Arsyadany Ghana Akmalaputri. Selain itu ada beberapa eselon II di Gatrik, Migas, dan Inspektorat Jenderal,” ujar Tri seusai agenda pelantikan. Dengan demikian, Arsyadany Ghana Akmalaputri menggantikan posisi yang selama ini diemban Tri Winarno secara ad interim.
Rekam Jejak Hampir Dua Dekade di PLN
Sebelum dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Arsya menjabat sebagai Direktur Distribusi PT PLN (Persero) sejak 18 Juni 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perjalanan kariernya di dunia kelistrikan terbilang panjang dan berjenjang, dimulai dari posisi teknis hingga manajemen puncak.
Perjalanan Arsyadany Ghana Akmalaputri bermula dari bangku kuliah Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Meski sempat diarahkan keluarga untuk memilih kedokteran, ia mengikuti ketertarikannya pada bidang teknik dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2004. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan PLN setelah melewati proses seleksi, memulai karier sebagai Terampil Utama SCADA Teknologi Informasi di PLN Area Pengatur Distribusi Bali.
Dari posisi teknis tersebut, ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk di bidang pengaturan distribusi Jawa Tengah dan Jawa Timur serta perencanaan wilayah Nusa Tenggara Barat. Kariernya berlanjut ke posisi Vice President Public Relations, Executive Vice President Stakeholder Management dan BoD Support, hingga Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN.
Dari sisi pendidikan, Arsya meraih gelar Magister Manajemen Bisnis dari Universitas Diponegoro pada 2017, mengikuti program kepemimpinan di Queensland University dan Harvard Business School, serta memperoleh kualifikasi Insinyur Profesional Utama pada 2024. Kombinasi latar belakang teknis, perencanaan, komunikasi korporat, hingga manajemen perusahaan menjadi bekal yang dinilai mumpuni untuk menghadapi tantangan ketenagalistrikan Indonesia.
Transformasi Digital dan Kepedulian pada Pendidikan
Selama berkarier, Arsyadany Ghana Akmalaputri turut terlibat dalam transformasi digital PLN, termasuk pengembangan sistem New E-Arsip berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pengelolaan dokumen perusahaan. Di luar pekerjaan, ia aktif dalam organisasi ketenagalistrikan dan komunitas perempuan BUMN.
Kepeduliannya terhadap pendidikan juga terlihat saat kembali ke almamater UMS dengan menyerahkan fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik dan peralatan mini RTU SCADA untuk mendukung pembelajaran mahasiswa. Langkah ini menunjukkan perhatiannya pada pengembangan sumber daya manusia di sektor energi, sejalan dengan kebutuhan tenaga ahli yang makin besar di masa transisi energi.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Arsya menyinggung soal pentingnya menjadi pribadi yang bernilai. Hal itu tercermin dalam kisah kemanusiaan yang menyentuh tentang seorang anak asal Maluku yang untuk pertama kalinya datang ke Jakarta demi mengunjungi makam ibunya di Cibinong, Bogor. Sang ibu meninggal ketika anak itu masih duduk di kelas 2 SD, setelah merantau untuk bekerja dan meninggalkannya sejak masih berusia TK.
Pergeseran Pejabat di Lingkungan ESDM
Pada kesempatan yang sama, Menteri Bahlil juga melantik sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Ditjen Gatrik, Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), hingga Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan sejumlah pejabat di lingkungan Ditjen Migas mengalami pergeseran jabatan.
“Migas ada beberapa pergeseran, misalnya Direktur Infrastruktur, kemudian ada yang dari koordinator kita promosikan menjadi direktur,” tambah Laode. Sejumlah nama yang dilantik antara lain Agung Kuswardono sebagai pejabat baru, Ahmad Amiruddin, Maompang Harahap, serta R.R. Nur Widyasari. Rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi di kementerian yang menangani sektor energi strategis tersebut.
Tantangan di Depan Mata
Sebagai perempuan yang menapaki posisi strategis di sektor energi nasional, Arsyadany Ghana Akmalaputri menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Mulai dari pemerataan akses listrik, penguatan infrastruktur distribusi, hingga mendorong integrasi energi baru terbarukan ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Pengalaman panjangnya di PLN diyakini menjadi modal penting untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.
Penunjukan Arsyadany Ghana Akmalaputri juga menjadi sinyal semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk menduduki jabatan puncak di sektor yang selama ini lekat dengan dunia teknik. Kiprahnya diharapkan mampu memberi warna baru bagi kebijakan ketenagalistrikan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat luas.
Dengan rekam jejak yang terbangun dari bawah, kepemimpinan Arsya di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan akan menjadi ujian sekaligus peluang. Publik kini menantikan langkah konkretnya dalam menjaga keandalan pasokan listrik, mempercepat transisi energi, serta memastikan tata kelola sektor ketenagalistrikan yang transparan dan berkelanjutan.
