Demo Mahasiswa Unilak dan UIR ke Kantor Gubernur Riau, Plt Gubernur Justru ke Bandung
Inforiau – 20 Oktober 2026 | PEKANBARU — BEM Unilak dan UIR Siang Ini Akan Demo Kantor Gubernur Apa yang Mau Disampaikan menjadi sorotan publik Pekanbaru, Selasa (20/10/2026). Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan BEM Universitas Islam Riau (UIR) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, meski pihak yang dituju dipastikan tidak berada di tempat.
Pertanyaan mengenai BEM Unilak dan UIR Siang Ini Akan Demo Kantor Gubernur Apa yang Mau Disampaikan pun muncul karena hingga menjelang aksi, tuntutan yang akan dibawa kedua organisasi mahasiswa itu belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi mengenai isi aspirasi yang akan disuarakan di depan kantor gubernur.
Plt Gubernur Riau Berada di Bandung
Mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi kepada Pemprov Riau kemungkinan besar tidak akan bisa bertemu langsung dengan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Berdasarkan jadwal kegiatan Pemprov Riau, SF Hariyanto akan menghadiri agenda di Bandung, Jawa Barat. Ia dijadwalkan menghadiri penyerahan Sertifikat ASEAN Engineers Register Tahun 2026 di Hotel Pullman Bandung.
Kondisi ini membuat aksi BEM Unilak dan UIR Siang Ini Akan Demo Kantor Gubernur Apa yang Mau Disampaikan menjadi menarik dicermati. Pasalnya, meski pimpinan tertinggi daerah tidak berada di lokasi, aksi mahasiswa tetap tercatat dalam jadwal Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Riau.
Sejumlah Pejabat Disiapkan Menemui Mahasiswa
Pemprov Riau tidak membiarkan aksi mahasiswa berjalan tanpa respons. Sejumlah pejabat telah dijadwalkan menerima perwakilan mahasiswa. Berikut daftar pejabat yang disiapkan:
- Asisten I Sekretariat Daerah Riau, Zulkifli, yang akan mendampingi langsung
- Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edy Afrizal
- Kepala Satpol PP Riau, Sri Sadono
- Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya
- Kepala Biro Hukum
- Plt Kepala BPKAD, Indra SE
- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Boby Rahmat
- Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Yan Darmadi
Kehadiran sejumlah pejabat tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tetap membuka ruang dialog bagi mahasiswa. Meski demikian, belum ada informasi apakah akan ada pertemuan lanjutan antara perwakilan mahasiswa dan SF Hariyanto setelah ia menyelesaikan agenda di Bandung.
Ruang Dialog yang Terbuka
Di sisi lain, aksi BEM Unilak dan UIR Siang Ini Akan Demo Kantor Gubernur Apa yang Mau Disampaikan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Namun, apakah aspirasi itu akan ditindaklanjuti melalui dialog dengan pimpinan Pemprov Riau masih menunggu perkembangan di lapangan.
Pengamat sosial menilai aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Sepanjang dilakukan secara tertib dan sesuai aturan, penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa dapat menjadi saluran komunikasi politik yang efektif antara generasi muda dan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, massa mahasiswa belum terlihat berkumpul di sekitar Kantor Gubernur Riau. Aparat keamanan dan petugas Satpol PP diperkirakan akan bersiaga mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.
Pertanyaan BEM Unilak dan UIR Siang Ini Akan Demo Kantor Gubernur Apa yang Mau Disampaikan akan terjawab saat perwakilan mahasiswa bertemu dengan pejabat Pemprov Riau. Publik Pekanbaru pun menanti apakah aksi ini berujung pada solusi konkret atau sekadar seremoni penyampaian aspirasi.
Sebagai kesimpulan, aksi BEM Unilak dan UIR hari ini menjadi ujian bagi responsivitas Pemprov Riau dalam menyerap aspirasi mahasiswa. Ketiadaan Plt Gubernur di tempat bukan berarti aspirasi mahasiswa terabaikan, sebab sejumlah pejabat telah disiapkan untuk menerima dan mendengarkan tuntutan mereka. Kini bola berada di tangan pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa dialog dengan mahasiswa berjalan sungguh-sungguh dan menghasilkan tindak lanjut yang nyata.
