Inforiau – 22 Oktober 2026 | Laga lanjutan Liga Champions di Stadion Jan Breydel, Bruges, Rabu malam (21/10/2026), menjadi malam kelam bagi RC Lens. Tim tamu pulang dengan kepala tertunduk setelah takluk 0-3 dari Club Brugge pada matchday ketiga fase liga. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi RC Lens untuk bersaing di kompetisi elite Eropa, sekaligus mengulang mimpi buruk klub-klub Prancis yang sebelumnya juga dihancurkan di kandang Brugge.
Bermain dengan determinasi tinggi, RC Lens sejatinya tampil agresif sejak menit awal. Thorgan Hazard, yang mendapat kepercayaan sejak menit pertama, sempat mengancam lewat tendangan bebas yang masih bisa diamankan kiper Simon Mignolet. Peluang emas juga hadir melalui Franjo Ivanovic, namun sepakannya membentur tiang gawang. Di sisi lain, kiper Robin Risser tampil gemilang dengan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan sundulan Nicolo Tresoldi dari jarak dekat. Namun, dominasi permainan tak berbuah gol, dan justru bencana datang di injury time babak pertama.
Kapten Club Brugge, Hans Vanaken, kembali menunjukkan kelasnya sebagai ‘Mr Europe’ dengan memanfaatkan bola rebound dari situasi sepak pojok. Gol tersebut mengubah alur pertandingan secara drastis. RC Lens yang tampil percaya diri di babak pertama mendadak kehilangan momentum. Pelatih Yannick Cahuzac berusaha membangkitkan semangat anak asuhnya di ruang ganti, tetapi harapan itu pupus lima menit setelah restart. Joaquin Seys mencetak gol kedua bagi Brugge melalui serangan balik cepat yang memperlihatkan rapuhnya lini belakang Lens.
Carlos Forbs kemudian melengkapi penderitaan Lens dengan gol ketiga pada menit ke-72, memanfaatkan kecepatannya untuk menembus pertahanan yang sudah kehilangan konsentrasi. Skor 3-0 terasa ironis mengingat Lens sebenarnya memiliki lebih banyak peluang dan penguasaan bola. Statistik menunjukkan bahwa RC Lens melepaskan lebih banyak tembakan ke gawang, tetapi efisiensi Brugge di depan gawang menjadi pembeda utama. Kemenangan ini juga mencatatkan rekor bagi Brugge sebagai tim yang paling sering mencetak gol ke gawang klub Prancis di Liga Champions sejak musim lalu, dengan total 10 gol dari tiga pertandingan.
Kekalahan ini menempatkan RC Lens dalam posisi sulit di klasemen sementara. Dengan tiga poin dari tiga laga, peluang untuk lolos ke babak gugur semakin menipis. Jadwal berat masih menanti, termasuk menghadapi Como, RB Leipzig, Bodø/Glimt, Manchester City, dan Liverpool. Sementara itu, pertandingan ini juga diwarnai insiden tidak menyenangkan di tribun penonton. Sejumlah suporter Lens dilaporkan menyalakan kembang api dan melemparkannya ke arah tribun suporter tuan rumah, bahkan nyaris mengenai area penyandang disabilitas. Insiden ini memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara waktu dan menuai kecaman keras dari para analis, yang menyebutnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang mencoreng nama baik klub.
Bagi Club Brugge, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menjaga asa lolos ke babak 24 besar. Pelatih dan para pemain Brugge mengakui bahwa mereka sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Lens, tetapi kemampuan memanfaatkan momen krusial menjadi kunci. Sementara itu, RC Lens harus segera berbenah. Kekalahan ini bukan sekadar soal hasil, melainkan pukulan mental yang bisa memengaruhi performa mereka di kompetisi domestik. Pelatih Yannick Cahuzac dituntut untuk segera menemukan solusi atas masalah penyelesaian akhir dan konsistensi pertahanan.
Dengan modal permainan yang sebenarnya menjanjikan, RC Lens masih memiliki peluang untuk bangkit. Namun, jika kegagalan memanfaatkan peluang terus berulang, mimpi untuk bersaing di level Eropa bisa sirna. Pertandingan melawan Como pada matchday berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas pasukan Sang et Or. Apakah mereka mampu bangkit, atau justru tenggelam dalam keterpurukan? Waktu yang akan menjawab.
