Ballon d'Or 2026: Kvaratskhelia Cedera Parah, Gala di London Tetap Digelar
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Gala ballon d’Or 2026 yang sedianya menjadi malam puncak bagi para pesepakbola terbaik dunia kini diwarnai drama cedera dan spekulasi. Bintang Paris Saint-Germain asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, mengalami robekan ligamen anterior di lutut kanannya saat PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions, Selasa malam. Cedera itu membuatnya harus menjalani operasi dalam beberapa hari ke depan, dan memunculkan pertanyaan besar: akankah ia hadir di gala ballon d’Or yang digelar Senin mendatang di London?
PSG enggan berkomentar mengenai kemungkinan partisipasi Kvaratskhelia. Padahal, ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memenangkan trofi bergengsi tersebut, bersaing dengan dua rekan setimnya, Ousmane Dembele dan Fabian Ruiz. Jika Kvaratskhelia benar-benar absen, maka gala ballon d’Or akan kehilangan salah satu daya tarik utamanya.
Gala Bersejarah di London
Untuk pertama kalinya, upacara ballon d’Or digelar di luar Paris. London Palladium, Inggris, menjadi lokasi perhelatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Pemindahan ini merupakan bentuk penghormatan kepada legenda Sir Stanley Matthews, pemenang trofi pertama pada 1956. Acara akan dipandu oleh presenter Inggris Kate Scott dan mantan pemain internasional Prancis Thierry Henry. Siaran langsung dimulai pukul 19.00 waktu Paris dengan karpet merah, sementara upacara utama dimulai pukul 21.00 dan berlangsung sekitar dua jam.
Duel Kane vs Yamal
Di atas kertas, persaingan memperebutkan ballon d’Or tahun ini terfokus pada dua nama: Harry Kane (Bayern Munich) dan Lamine Yamal (FC Barcelona). Kane menjadi top skor Eropa dengan 61 gol dalam 51 pertandingan, meraih double bersama Bayern, dan membawa Inggris finis ketiga di Piala Dunia 2026 dengan enam gol. Ia berambisi menjadi orang Inggris pertama yang menang sejak Michael Owen pada 2001. Sementara itu, Yamal mencetak 24 gol dan 18 assist untuk Barcelona yang menjuarai La Liga, lalu membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Kylian Mbappé (Real Madrid) dianggap sebagai outsider yang bisa mengejutkan.
Popularitas Digital: Messi Teratas
Menariknya, jika ballon d’Or ditentukan oleh suara internet, Lionel Messi akan menjadi pemenangnya. JD Sports merilis peringkat berbasis empat indikator: pencarian Google terkait Ballon d’Or, kunjungan Wikipedia, pencarian jersey, dan tren April-September 2026. Messi memimpin dengan 92,3 poin, unggul jauh dari Mbappé (87,4), Haaland (86,7), dan Yamal (86,6). Messi mencatat 178.000 pencarian terkait Ballon d’Or, lebih dari dua kali lipat Mbappé (81.000), serta 667.609 kunjungan Wikipedia. Jersey-nya menghasilkan 27.100 pencarian bulanan, lebih banyak dari sembilan kandidat lain jika digabung. Jude Bellingham (84,2) mencatat kenaikan pencarian jersey tertinggi (233%), disusul Rodri (79,1), Kane (73,8), Declan Rice (65,1), Ferran Torres (63,5), dan Vinicius Junior (61,3) yang justru mengalami penurunan 18%.
Jadwal Padat dan Kontroversi
Di sisi lain, laga pekan ke-8 Ligue 1 antara PSG dan Olympique Lyonnais yang semula dijadwalkan Minggu malam berpotensi diundur ke Senin malam akibat demonstrasi di Paris. Jika benar, pertandingan itu akan berbarengan dengan gala ballon d’Or di London. Ini akan menjadi tahun kedua berturut-turut sebuah laga PSG berbenturan dengan acara penghargaan individu tersebut. Tahun lalu, PSG sedang bertanding melawan Marseille saat Ousmane Dembele dinobatkan sebagai pemenang untuk pertama kalinya. Kini Dembele kembali cedera saat melawan Barcelona, dan Kvaratskhelia juga mengalami cedera serius. Jika Kvaratskhelia menang pada Senin nanti, ia akan menjadi pemain PSG kedua berturut-turut yang meraih Ballon d’Or dalam kondisi cedera, dan pemain ketiga secara keseluruhan setelah Rodri pada 2024.
Dengan segala dinamika ini, malam penganugerahan ballon d’Or 2026 dipastikan tidak akan terlupakan. Cedera Kvaratskhelia menambah lapisan drama, sementara persaingan Kane dan Yamal tetap menjadi sorotan utama. Publik pun menantikan apakah kejutan akan terjadi, ataukah prediksi para pengamat akan terbukti benar. Yang jelas, sepakbola kembali menunjukkan bahwa di balik gemerlap trofi, selalu ada cerita manusia yang penuh liku.
