Inforiau – 03 November 2026 | Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji secara tegas mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif yang tengah melingkupi industri nasional. Dalam pernyataannya, Menperin dorong pemanfaatan momentum positif industri nasional sebagai langkah strategis guna memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan perbaikan, termasuk pertumbuhan sektor manufaktur yang kembali bergairah setelah sempat tertekan pandemi.
Lebih lanjut, Menperin dorong pemanfaatan momentum positif industri nasional dengan mengajak pelaku usaha untuk meningkatkan investasi, terutama pada sektor-sektor padat karya dan berorientasi ekspor. Ia menyoroti bahwa hilirisasi sumber daya alam menjadi kunci untuk mendongkrak nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. “Hilirisasi bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi agenda prioritas yang harus kita eksekusi bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji juga memaparkan sejumlah capaian menggembirakan. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) beberapa bulan terakhir berada di zona ekspansif, sementara realisasi investasi di sektor manufaktur menunjukkan tren kenaikan. Data Kementerian Perindustrian mencatat bahwa kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tetap yang terbesar, yakni di kisaran 18-19 persen. Angka ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara industri maju di kawasan ASEAN.
Namun, di balik optimisme itu, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga persaingan produk impor yang semakin ketat. Oleh karena itu, Menperin dorong pemanfaatan momentum positif industri nasional sebagai sarana untuk memperkuat daya saing domestik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan adopsi teknologi digital. “Industri 4.0 bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita harus bertransformasi jika ingin tetap relevan,” imbuhnya.
Pemerintah, lanjut Sarmuji, akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga riset untuk mendorong inovasi. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kawasan industri terpadu yang terintegrasi dengan infrastruktur logistik, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produk nasional lebih kompetitif di pasar global.
Dukungan Berbagai Pihak
Ajakan Menperin ini mendapat respons positif dari kalangan pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), misalnya, menyatakan kesiapan dunia usaha untuk berkolaborasi. “Kami mendukung penuh arahan Menperin. Momentum ini harus kita jaga dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika,” katanya. Sementara itu, ekonom senior menilai bahwa konsistensi kebijakan dan stabilitas politik menjadi prasyarat utama agar momentum positif dapat berkelanjutan.
Menperin dorong pemanfaatan momentum positif industri nasional juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Dengan memaksimalkan potensi sektor manufaktur, diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama yang menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Kita optimistis, dengan kerja keras dan sinergi semua pihak, industri nasional akan semakin berdaya saing,” tutup Sarmuji.
Langkah Strategis ke Depan
Ke depan, Kementerian Perindustrian akan fokus pada beberapa program prioritas, antara lain:
- Percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, seperti nikel, bauksit, dan kelapa sawit.
- Pengembangan industri hijau dan energi terbarukan untuk mendukung keberlanjutan.
- Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan vokasi yang link and match dengan kebutuhan industri.
- Digitalisasi proses produksi dan penguatan ekosistem startup teknologi manufaktur.
- Optimalisasi pasar ekspor non-tradisional, terutama ke kawasan Afrika dan Amerika Latin.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan momentum positif yang saat ini sedang berlangsung dapat terus terjaga dan bahkan dipercepat. Menperin dorong pemanfaatan momentum positif industri nasional menjadi pengingat bahwa keberhasilan industri bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan industri nasional yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.
Sebagai penutup, mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik kebangkitan industri nasional. Dukungan kebijakan yang tepat, semangat pantang menyerah, serta inovasi yang berkelanjutan akan membawa Indonesia menuju kemajuan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Menperin dorong pemanfaatan momentum positif industri nasional adalah seruan untuk bergerak bersama, bukan sekadar wacana.
