Inforiau – 03 November 2026 | Universitas Riau (Unri) melalui Unit Penunjang Akademik Layanan Uji Kompetensi (UPA LUK) menggelar Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1) di Teater Pakning, gedung Integrated Classroom, pada Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya Unri taja Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Rektor Bangun budaya kompetensi dan profesionalisme di lingkungan kampus. Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti SE MSi, secara resmi membuka acara tersebut dan menegaskan komitmen universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Kompeten, Tersertifikasi dan Berdaya Saing Global melalui Sertifikasi Profesi BNSP“, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada sivitas akademika mengenai pentingnya sertifikasi profesi dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa budaya kompetensi dan profesionalisme harus ditanamkan sejak dini di kalangan mahasiswa dan tenaga pendidik. “Unri taja Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Rektor Bangun budaya kompetensi dan profesionalisme” menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan global dan kebutuhan industri akan sumber daya manusia yang kompeten.
Prof Sri Indarti menjelaskan bahwa LSP P1 yang dimiliki Unri merupakan lembaga sertifikasi yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian, mahasiswa dan lulusan Unri dapat mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat profesi yang diakui secara nasional. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, sertifikasi profesi bukan sekadar formalitas, melainkan bukti pengakuan atas kompetensi yang dimiliki seseorang.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta perwakilan mahasiswa. Para peserta mendapatkan paparan mengenai mekanisme sertifikasi, skema kompetensi yang tersedia, serta manfaat yang dapat diperoleh dari LSP P1. Narasumber dari BNSP dan praktisi industri turut memberikan wawasan tentang tren kebutuhan kompetensi di dunia kerja saat ini. Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan seputar proses asesmen dan pengakuan sertifikat di tingkat global.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menginstruksikan agar setiap fakultas dan program studi aktif memfasilitasi mahasiswanya untuk mengikuti sertifikasi profesi. Unri taja Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Rektor Bangun budaya kompetensi dan profesionalisme diharapkan tidak berhenti pada tataran sosialisasi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di lapangan. Oleh karena itu, UPA LUK akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan seluruh unit terkait untuk memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prof Sri Indarti menegaskan bahwa pengembangan budaya kompetensi dan profesionalisme merupakan investasi jangka panjang bagi institusi. Lulusan yang tersertifikasi akan memiliki daya saing yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan reputasi Unri di mata pengguna lulusan. Selain itu, sertifikasi profesi juga menjadi nilai tambah bagi para dosen dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan demikian, Unri taja Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Rektor Bangun budaya kompetensi dan profesionalisme menjadi pijakan awal menuju ekosistem pendidikan yang lebih unggul.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai biaya, jadwal uji kompetensi, dan jenis skema sertifikasi yang relevan dengan masing-masing bidang studi. Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa LSP P1 Unri menyediakan berbagai skema sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan program studi, mulai dari bidang teknik, pertanian, ekonomi, hingga ilmu sosial. Ke depan, Unri berencana memperluas jangkauan sosialisasi ke seluruh fakultas dan bahkan menggandeng mitra industri untuk menyelenggarakan uji kompetensi bersama.
Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi titik balik dalam penguatan budaya kompetensi di Unri. Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena sertifikasi profesi adalah kunci untuk membuka pintu karier yang lebih luas. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Unri taja Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Rektor Bangun budaya kompetensi dan profesionalisme akan terus digaungkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi menuju standar global.
