Inforiau – 02 November 2026 | Universitas Riau (Unri) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kajian lahan gambut berskala internasional. Melalui gelaran International Conference on Peatland Research and Innovation (ICoPRI) 2026, Unri gelar ICOPRI 2026 dorong inovasi lahan gambut untuk ketahanan iklim sebagai agenda utama yang mempertemukan para pakar, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai negara. Konferensi bertema “Advancing Peatland Science, Innovation and Policy for Climate Resilience and Sustainable Development” ini menjadi panggung penting bagi pertukaran pengetahuan terkini mengenai pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan.
Lahan gambut memegang peranan strategis dalam menjaga keseimbangan iklim global. Sebagai penyimpan karbon dalam jumlah besar, ekosistem ini rentan terhadap degradasi akibat alih fungsi lahan, kebakaran, dan perubahan iklim. Kondisi tersebut menjadikan inovasi berbasis riset sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan. Dalam konteks itulah Unri gelar ICOPRI 2026 dorong inovasi lahan gambut untuk ketahanan iklim sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin yang menghubungkan dunia akademik dengan kebijakan publik.
Tiga Pembicara Utama Soroti Kebijakan dan Sains Gambut
Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara utama yang mewakili perspektif kebijakan, keilmuan, dan tata kelola. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat, hadir untuk memaparkan arah kebijakan nasional dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Kehadiran pemerintah pusat menegaskan komitmen Indonesia terhadap target iklim sekaligus memperkuat sinergi antara regulasi dan hasil riset.
Dari kancah internasional, Dr Anna Helena Purre selaku Vice President of the International Peatland Society membawa perspektif global mengenai praktik terbaik pengelolaan gambut. Sementara itu, Prof Dr R Nunung Nuryartono SE MSi, yang menjabat sebagai Deputi Bidang, melengkapi diskusi dengan pandangan mengenai keterkaitan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga narasumber tersebut diharapkan mampu merumuskan rekomendasi yang aplikatif bagi pengambil kebijakan.
Melalui forum ini, Unri gelar ICOPRI 2026 dorong inovasi lahan gambut untuk ketahanan iklim dengan menyoroti tiga pilar utama, yaitu penguatan sains, pengembangan teknologi, dan penyelarasan kebijakan. Pilar-pilar tersebut dirancang agar saling menopang dalam menghasilkan solusi yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat diterapkan di lapangan.
Ragam Isu yang Dibahas dalam Konferensi
Agenda ICoPRI 2026 mencakup sejumlah topik krusial yang relevan dengan tantangan pengelolaan gambut saat ini. Beberapa di antaranya meliputi:
- Restorasi ekosistem gambut yang terdegradasi dan strategi pencegahan kebakaran lahan.
- Pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis satelit dan kecerdasan buatan untuk memetakan kondisi gambut.
- Pengembangan model pengelolaan gambut yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
- Integrasi kebijakan iklim nasional dengan praktik pengelolaan lahan di tingkat daerah.
- Penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
Pembahasan tersebut menegaskan bahwa Unri gelar ICOPRI 2026 dorong inovasi lahan gambut untuk ketahanan iklim bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang kerja intelektual yang menghasilkan gagasan konkret. Setiap sesi dirancang untuk mempertemukan peneliti dengan pemangku kepentingan sehingga temuan riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak.
Peran Strategis Unri sebagai Pusat Riset Gambut
Sebagai perguruan tinggi yang berada di Provinsi Riau, Unri memiliki kedekatan geografis dan akademis dengan kawasan gambut yang luas. Kondisi ini menjadi modal penting untuk mengembangkan riset yang kontekstual dan aplikatif. Melalui penyelenggaraan konferensi internasional, Unri memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga riset, universitas, serta organisasi internasional yang memiliki fokus serupa.
Kolaborasi lintas negara menjadi kunci karena permasalahan gambut tidak mengenal batas administratif. Pengalaman dari negara lain, seperti praktik restorasi di Eropa dan Asia Tenggara, dapat menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia. Sebaliknya, pengalaman Indonesia dalam menghadapi kebakaran lahan gambut turut memperkaya khazanah pengetahuan global.
Dengan semangat kolaboratif tersebut, Unri gelar ICOPRI 2026 dorong inovasi lahan gambut untuk ketahanan iklim sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi lingkungan di tingkat internasional. Konferensi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam merumuskan solusi atas tantangan global.
Harapan dan Arah ke Depan
Penyelenggaraan ICoPRI 2026 diharapkan menghasilkan sejumlah keluaran strategis, mulai dari publikasi ilmiah, rekomendasi kebijakan, hingga kesepakatan kerja sama riset lanjutan. Partisipasi berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil, menjadi modal sosial untuk memastikan keberlanjutan agenda perlindungan gambut.
Ke depan, pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan holistik yang memadukan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Inovasi tidak cukup hanya dihasilkan, tetapi juga harus diadopsi secara luas. Di sinilah peran konferensi internasional seperti ICoPRI menjadi relevan sebagai katalis perubahan.
Secara keseluruhan, langkah Unri gelar ICOPRI 2026 dorong inovasi lahan gambut untuk ketahanan iklim mencerminkan komitmen nyata dunia pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan iklim. Melalui pertemuan para ahli dan pembuat kebijakan, diharapkan lahir terobosan yang mampu menjaga ekosistem gambut sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini menegaskan bahwa masa depan lahan gambut bergantung pada sinergi antara sains, inovasi, dan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
