SM Akuisisi Lima Fasilitas Data Center Milik PDG, Perkuat Infrastruktur Digital di 25 Kota
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Langkah strategis kembali diambil oleh PT SMPLus Digital Investama (SM+), entitas bisnis di bawah kendali PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Perusahaan ini resmi melakukan SM Akuisisi Lima Fasilitas Data Center Milik PDG, sebuah langkah yang diyakini akan memperluas infrastruktur digital nasional sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri pusat data Tanah Air. Transaksi ini mencakup fasilitas operasional yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, hingga Pekanbaru.
Dengan rampungnya proses akuisisi tersebut, SM+ akan mengoperasikan total 31 fasilitas data center yang tersebar di 25 kota di Indonesia. Jangkauan yang semakin luas ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam melayani kebutuhan konektivitas dan penyimpanan data yang terus meningkat, baik dari sektor korporasi, lembaga pemerintah, maupun pelaku usaha digital yang tengah bertumbuh pesat.
Perjanjian Definitif Telah Ditandatangani
Manajemen SM+ mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah menandatangani perjanjian definitif untuk meresmikan proses akuisisi tersebut. Penandatanganan ini menandai tahapan krusial dalam rangkaian transaksi, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak untuk melanjutkan proses integrasi aset dan operasional. Langkah SM Akuisisi Lima Fasilitas Data Center Milik PDG disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kapasitas infrastruktur digitalnya di Indonesia.
President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, menyatakan bahwa integrasi fasilitas yang diakuisisi akan mendukung peningkatan kualitas layanan serta pengembangan bisnis perusahaan ke depan. Menurutnya, penambahan kapasitas ini menjadi jawaban atas kebutuhan pasar yang semakin dinamis, terutama di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Peta Sebaran Fasilitas yang Diakuisisi
Kelima fasilitas yang menjadi objek akuisisi tersebar di wilayah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan digital yang tinggi. Berikut rincian sebarannya:
- Jabodetabek — pusat bisnis dan pemerintahan dengan kebutuhan data center yang sangat tinggi.
- Bandung — hub teknologi dan pendidikan yang berkembang pesat.
- Surabaya — pusat ekonomi wilayah timur Jawa dengan aktivitas industri yang padat.
- Pekanbaru — gerbang ekonomi Sumatera dengan pertumbuhan sektor digital yang menjanjikan.
Penambahan lima fasilitas ini melengkapi portofolio SM+ yang sebelumnya telah tersebar di berbagai kota. Dengan total 31 fasilitas di 25 kota, perusahaan kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam menyediakan layanan pusat data yang andal, aman, dan berstandar internasional.
Dampak bagi Industri Pusat Data Nasional
Langkah SM Akuisisi Lima Fasilitas Data Center Milik PDG tidak hanya berdampak pada skala bisnis perusahaan, tetapi juga pada lanskap industri pusat data nasional secara keseluruhan. Konsolidasi aset semacam ini dinilai dapat mendorong efisiensi operasional, meningkatkan standar layanan, serta mempercepat pemerataan infrastruktur digital hingga ke daerah-daerah di luar Jawa.
Kebutuhan akan pusat data di Indonesia memang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital, adopsi komputasi awan, serta kebijakan pemerintah yang mendorong kedaulatan data. Dalam konteks inilah, langkah ekspansi melalui akuisisi menjadi salah satu jalur tercepat untuk memperbesar kapasitas tanpa harus membangun fasilitas dari nol.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Entitas Pengakuisisi | PT SMPLus Digital Investama (SM+) |
| Induk Perusahaan | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) |
| Objek Akuisisi | Lima fasilitas data center milik PDG |
| Lokasi Fasilitas | Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Pekanbaru |
| Total Fasilitas Setelah Akuisisi | 31 fasilitas di 25 kota |
Sinergi dengan Rencana Bisnis Jangka Panjang
Bagi SM+, pengelolaan fasilitas yang lebih luas memberikan fleksibilitas dalam merancang paket layanan bagi pelanggan korporasi. Perusahaan dapat menawarkan solusi colocation, konektivitas, hingga layanan cloud yang lebih terintegrasi. Selain itu, keberadaan fasilitas di berbagai kota memungkinkan perusahaan menyediakan redundansi dan pemulihan bencana yang lebih baik bagi klien yang membutuhkan jaminan keberlangsungan bisnis.
Proses SM Akuisisi Lima Fasilitas Data Center Milik PDG juga dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar, bahwa investor dalam negeri melalui entitas yang terafiliasi dengan DSSA memiliki komitmen kuat untuk membangun ekosistem digital yang mandiri. Ke depan, integrasi operasional, standardisasi layanan, serta penguatan sumber daya manusia akan menjadi fokus perusahaan agar nilai tambah dari akuisisi ini dapat dirasakan secara optimal.
Penutup
Langkah SM Akuisisi Lima Fasilitas Data Center Milik PDG menegaskan ambisi SM+ untuk menjadi pemain utama dalam penyediaan infrastruktur digital di Indonesia. Dengan total 31 fasilitas di 25 kota, perusahaan tidak hanya memperbesar kapasitas, tetapi juga memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah-wilayah strategis. Keberhasilan integrasi pascakuisisi akan menjadi kunci dalam mewujudkan layanan pusat data yang andal, aman, dan berdaya saing, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional di tengah kebutuhan data yang terus melonjak.
