Kemenangan Dramatis FC Cincinnati atas D.C. United Buka Jalan ke Playoff MLS 2026
Inforiau – 22 Oktober 2026 | FC Cincinnati akhirnya memutus tren buruk mereka di Major League Soccer (MLS) 2026. Dalam laga tunda yang digelar di TQL Stadium, FC Cincinnati berhasil mengalahkan D.C. United dengan skor tipis 2-1, sebuah hasil yang krusial dalam perburuan tiket playoff Konferensi Timur. Kemenangan ini menjadi oase di tengah paceklik, mengingat tim asuhan Pat Noonan tersebut sebelumnya hanya mampu meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan liga terakhir mereka.
Laga yang sejatinya dijadwalkan pada 5 September lalu ini sempat ditunda akibat kondisi lapangan dan alasan keselamatan pemain menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Cincinnati. Namun, penantian panjang itu terbayar lunas ketika David Douděra membuka keunggulan pada menit ke-14. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi pemain asal Republik Ceko itu di kompetisi MLS. Berawal dari kombinasi apik Tyrell Malacia dan Tom Barlow, bola hasil tembakan yang membentur bek D.C. United jatuh ke kaki Douděra, yang dengan tenang menyelesaikannya dari sudut sempit di sisi kanan gawang.
Keunggulan tuan rumah sempat sirna sebelum turun minum. Pada menit ke-38, Kimito Nono menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan lambung tinggi dari João Peglow. Nono mengontrol bola dengan kaki kanannya, lalu melepaskan tembakan terukur menggunakan kaki kiri yang tidak mampu diantisipasi kiper FC Cincinnati. Sebelumnya, Nick Hagglund yang mencatatkan penampilan ke-180 bersama FC Cincinnati—sekaligus menjadi pemain dengan jumlah laga terbanyak sepanjang sejarah klub—nyaris kehilangan momen bersejarahnya andai tidak melakukan penyelamatan sundulan di garis gawang pada menit ke-24.
Babak kedua menjadi milik FC Cincinnati. Sepuluh menit setelah jeda, tepatnya pada menit ke-55, Teenage Hadebe mencetak gol kemenangan melalui skema bola mati. Berawal dari pelanggaran yang berbuah kartu kuning bagi pemain D.C., Evander mengeksekusi tendangan bebas dari jarak sekitar 40 yard. Bola kiriman gelandang asal Brasil itu masuk ke kotak penalti yang penuh pemain, dan Hadebe dengan sigap menyambutnya lewat sliding menggunakan kaki kanan untuk membawa FC Cincinnati unggul 2-1.
Kemenangan ini membawa FC Cincinnati naik ke posisi kesembilan klasemen Konferensi Timur dengan koleksi 39 poin dari 31 laga (10 menang, 11 seri, 9 kalah). Dengan sisa empat pertandingan, pasukan Orange and Blue berpeluang besar mengamankan tiket playoff untuk musim kelima berturut-turut. Sementara itu, D.C. United yang belum lolos ke postseason sejak 2019 harus puas tertahan di posisi ke-13 dengan 33 poin (7 menang, 11 seri, 12 kalah).
Pelatih Pat Noonan sebelumnya telah menegaskan bahwa laga melawan D.C. United adalah pertandingan yang wajib dimenangkan. “Kami memiliki D.C. selanjutnya, dan itu adalah fokus kami. Saat ini, kami bisa membicarakan statistik sebanyak yang kami mau. Kami perlu menang. Itu saja,” ujarnya setelah kekalahan 0-2 dari Columbus Crew. Dalam kekalahan derby itu, FC Cincinnati sebenarnya mendominasi dengan melepaskan 24 tembakan berbanding 4 milik Columbus, namun gagal memanfaatkan peluang.
Noonan menekankan pentingnya mentalitas bertarung ketika tim sedang tertinggal. Menurutnya, tim tidak perlu ide dan strategi baru, melainkan kemampuan memenangkan duel di kotak penalti serta pemahaman permainan yang lebih baik dalam memanfaatkan momen-momen krusial. “Apakah Anda menyerah atau terus berjuang?” ucapnya memberi tekanan kepada para pemainnya. Kini, dengan kemenangan atas D.C. United, FC Cincinnati membuktikan bahwa mereka memilih untuk terus berjuang.
Perjalanan FC Cincinnati belum usai. Kedua tim akan kembali bertemu dalam waktu dekat, kali ini di Audi Field, Washington D.C., pada Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 19.30 waktu setempat. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi D.C. United untuk membalas kekalahan sekaligus menjaga asa mereka di persaingan wildcard yang sangat ketat. Pasalnya, enam tim dari peringkat kedelapan hingga ke-13 hanya terpaut tiga poin, sementara FC Cincinnati dan D.C. United sama-sama kesulitan mengapitalisasi peluang selama beberapa pekan terakhir.
D.C. United dijadwalkan menyambut kembali bek Lucas Bartlett yang sebelumnya menjalani hukuman kartu. Sementara itu, FC Cincinnati akan kembali mengandalkan duet pencetak gol utama mereka, Kevin Denkey dan Evander, untuk menjaga momentum. Evander sendiri saat ini menempati posisi keenam dalam daftar keterlibatan gol MLS 2026 dengan 78 peluang tercipta, hanya kalah dari Carles Gil yang mencatatkan 81 peluang. Setelah itu, FC Cincinnati akan kembali ke kandang pada 31 Oktober untuk menjamu Philadelphia Union.
Sebagai penutup, kemenangan atas D.C. United menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi FC Cincinnati di saat-saat krusial. Dengan mentalitas yang ditekankan Noonan dan kontribusi para pemain kunci, peluang FC Cincinnati untuk kembali tampil di playoff MLS musim ini masih terbuka lebar. Namun, konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah utama jika ingin bersaing lebih jauh di fase gugur.
