Fenerbahce Tumbangkan Liverpool 3-2 dalam Drama Comeback Spektakuler di Liga Champions
Inforiau – 05 November 2026 | Dalam pertandingan yang penuh dengan drama dan emosi tinggi, Fenerbahce berhasil menghadirkan kejutan besar dengan mengalahkan Liverpool 3-2 pada Matchday 4 Liga Champions 2026-2027. Laga yang berlangsung di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Kamis (5 November 2026) dini hari WIB ini menandai kekalahan pertama The Reds setelah memulai dengan catatan sempurna di kompetisi Eropa.
Pertandingan dimulai dengan Liverpool yang tampil menyerang sejak awal. Trey Nyoni berhasil membawa tim tamu unggul pada menit ke-25 dengan sundulan voleinya yang presisi, mencetak gol pertamanya untuk klub. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Empat menit kemudian, tendangan bebas Mason Greenwood mengenai Jeremy Jacquet di pagar betis dan berbuah gol penyama kedudukan untuk Fenerbahce.
Fenerbahce, yang didampingi oleh pelatih interim Dirk Kuyt, terus menunjukkan performa solid dalam pertahanan. Kuyt, mantan pemain legendaris Liverpool yang membela The Reds dari 2006 hingga 2012 dengan 285 penampilan dan 71 gol, tampak membawa pengalaman berharganya ke markas Fenerbahce. Laga ini menjadi momen emosional bagi Kuyt yang kembali bertemu dengan klub tempat ia meraih puncak kariernya, termasuk sebagai runner-up Liga Champions 2006-2007.
Pada babak kedua, Liverpool kembali tampil menyerang. Pemain pengganti Alexander Isak menyundul umpan silang Cody Gakpo dengan sempurna pada menit ke-69 untuk membawa The Reds kembali unggul. Namun, sekali lagi Fenerbahce menunjukkan ketangguhan mereka. Hanya empat menit setelah gol Isak, Archie Brown berhasil menyamai skor kembali setelah memanfaatkan umpan silang dari dalam kotak penalti.
Puncak dari drama pertandingan tiba pada menit ke-79 ketika Vedat Muriqi menyundul umpan silang Brown dengan sangat presisi untuk memastikan kemenangan Fenerbahce. Gol kemenangan ini menunjukkan kelengahan pertahanan Liverpool dalam situasi bola mati dan bola-bola tinggi yang menjadi kelemahan The Reds sepanjang pertandingan. Fenerbahce berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Liverpool dalam penguasaan bola sebesar 68 persen dengan 22 tembakan dan 12 sepak pojok. Namun, ketiga gol yang diterima Liverpool semuanya berasal dari kesalahan dalam situasi bola mati dan udara, yang mengindikasikan masalah serius dalam koordinasi pertahanan. Kiper Alisson Becker melakukan beberapa penyelamatan sigap, termasuk menggagalkan peluang dari N’Golo Kante, Greenwood, dan Brown, namun tetap tidak mampu mencegah kekalahan.
Dari sisi individu, Trey Nyoni menjadi bintang bagi Liverpool dengan mencetak gol pembukanya untuk klub dengan sempurna. Sementara itu, kapten Liverpool Virgil van Dijk tampil konsisten dengan berkali-kali mengungguli Romelu Lukaku dalam duel fisik dan menjadi ancaman dalam situasi bola mati, meski tidak mampu mengubah hasil akhir pertandingan.
Hasil ini memberikan dampak signifikan pada klasemen fase liga. Liverpool kini berada di posisi keempat dengan sembilan poin, mengalami penurunan dari posisi sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya sejak Agustus bahwa Liverpool menjalani dua pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan, setelah kekalahan 0-1 dari Arsenal pada akhir pekan sebelumnya. Sementara Fenerbahce merayakan kemenangan pertamanya di Liga Champions dalam 18 tahun dengan posisi ke-19 berbekal lima poin.
Bagi Fenerbahce, kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa mengingat situasi klub yang masih belum stabil setelah pergantian pelatih. Dirk Kuyt baru diangkat sebagai pelatih interim pada 28 Oktober setelah Ismail Kartal mengundurkan diri menyusul kekalahan 1-2 dari Galatasaray. Meskipun Fenerbahce juga mengalami kekalahan 1-2 dari Goztepe pada pertandingan kandang sebelumnya, tim berhasil menunjukkan performa luar biasa melawan raksasa Eropa Liverpool.
Perjalanan Fenerbahce di fase liga Liga Champions 2026-2027 memang penuh tantangan dengan hasil yang fluktuatif. Sebelum menghadapi Liverpool, Fenerbahce bermain imbang 1-1 melawan Roma, imbang 2-2 dengan Slavia Praha, dan menerima kekalahan telak 0-6 dari Aston Villa. Namun, catatan mereka di kandang sendiri menunjukkan hanya satu kekalahan dalam lima pertandingan terakhir, yang terbukti menjadi modal penting untuk meraih kemenangan mengejutkan ini.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Liverpool dan pelatih Andoni Iraola untuk lebih fokus pada perbaikan pertahanan, terutama dalam menangani situasi bola mati dan bola-bola tinggi. The Reds masih memiliki kesempatan untuk bangkit di pertandingan-pertandingan selanjutnya di fase liga untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen.
