Liverpool Terpuruk: Dari Dominasi Eropa hingga Terhempas Arsenal dan Manchester City di Premier League
Inforiau – 05 November 2026 | Musim ini terasa berat bagi Liverpool, klub legendaris Inggris yang kini menghadapi periode sulit di dua kompetisi sekaligus. Setelah memulai kampanye Liga Champions dengan sempurna, Liverpool harus menelan kekecewaan berturut-turut yang menempatkan mereka jauh dari posisi ideal di klasemen Premier League.
Mimpi sempurna Liverpool di Eropa berakhir saat mereka menghadapi Fenerbahce di Stadion Chobani, Istanbul, dalam pertandingan putaran keempat Liga Champions. Meski mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen dan melepaskan 22 tembakan, Liverpool tidak mampu mempertahankan keunggulan dan akhirnya kalah 3-1 dari tim asuhan Dirk Kuyt.
Pertandingan dimulai dengan baik ketika Trey Nyoni, pemain muda Liverpool, membuka keunggulan pada menit ke-25 dengan tendangan voli spektakuler yang menjadi gol pertamanya untuk klub. Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Hanya empat menit kemudian, Mason Greenwood menyamakan kedudukan untuk Fenerbahce dengan tendangan bebas yang membentur pagar betis Jeremy Jacquet dan mengecoh kiper Alisson Becker.
Situasi semakin memburuk bagi Liverpool di babak kedua. Alexander Isak menyundul umpan silang Cody Gakpo pada menit ke-69, namun gol itu tidak bertahan lama. Empat menit kemudian, Archie Brown mencatat gol dari jarak dekat setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan Liverpool. Vedat Muriqi kemudian mengunci kemenangan Fenerbahce pada menit ke-79 dengan menyundul umpan silang Brown.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa ketiga gol yang diterima Liverpool berasal dari kesalahan fatal dalam situasi bola mati dan bola-bola tinggi. Manajer Andoni Iraola harus mengakui bahwa dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk memenangkan pertandingan tanpa disertai konsentrasi defensif yang maksimal. Kekalahan ini membuat Liverpool menjalani dua laga tanpa kemenangan untuk pertama kalinya sejak Agustus.
Situasi Liverpool semakin rumit ketika mereka harus berkompetisi di Premier League. Pekan kesembilan Liga Inggris membawa berita buruk bagi para pendukung Liverpool ketika Arsenal datang ke Anfield dengan performa luar biasa. Kai Havertz mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan yang digelar pada Minggu, 1 November 2026, membuat Liverpool terhempas 0-1 di markas mereka sendiri.
Kekalahan dari Arsenal membawa konsekuensi serius bagi posisi Liverpool di klasemen. Tim berjulukan The Reds turun ke posisi kelima dengan 15 poin, tertinggal jauh dari pemimpin klasemen. Sementara itu, Arsenal naik ke puncak dengan raihan 24 poin setelah melampaui Manchester City yang menempati posisi kedua dengan 21 poin.
Situasi Liverpool menjadi lebih menyedihkan ketika Manchester City mengunjungi Anfield pada 11 Oktober 2026. Tim asuhan Pep Guardiola memberikan pelajaran keras kepada Liverpool dengan kemenangan telak 3-0. Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki bergantian mencatatkan nama di papan skor dalam rentang waktu 13 menit yang menghancurkan mental Liverpool.
Pertandingan tersebut berubah menjadi malam yang gelap bagi Liverpool ketika Ryan Gravenberch diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62. Dengan berkurang satu pemain, Liverpool tidak mampu mempertahankan keseimbangan permainan dan Manchester City memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggempur pertahanan Liverpool yang sudah rapuh.
Kemenangan 3-0 atas Liverpool memastikan Manchester City mengumpulkan 18 poin tanpa kehilangan satu poin pun dalam enam pertandingan. Arsenal mengikuti di posisi kedua dengan 15 poin, sementara Liverpool tertahan di posisi kesembilan dengan hanya sembilan poin. Posisi ini merupakan refleksi dari performa yang jauh di bawah ekspektasi bagi klub dengan sejarah gemilang seperti Liverpool.
Di tengah keterpurukan Liverpool di lapangan, muncul kabar menarik mengenai masa depan klub. Kylian Mbappe, striker bintang Real Madrid, dikabarkan sedang mempertimbangkan masa depannya di Santiago Bernabeu. Menurut laporan jurnalis Spanyol Francois Gallardo, Liverpool menjadi prioritas utama Mbappe di antara sejumlah klub Premier League yang tertarik kepadanya.
Media Spanyol melaporkan bahwa Liverpool telah melakukan kontak dengan Fayza Lamari, ibu sekaligus agen Mbappe, dalam beberapa pekan terakhir. Sang pemain juga diklaim terbuka terhadap kemungkinan pindah ke Anfield pada 2027, meskipun masih terikat kontrak dengan Real Madrid hingga 2029. Jika transfer ini terwujud, Mbappe bisa menjadi solusi untuk mengatasi krisis serangan yang dialami Liverpool.
Penilaian pemain Liverpool dalam pertandingan melawan Fenerbahce menunjukkan bahwa tidak ada yang benar-benar cemerlang. Alisson Becker dinilai 5/10 karena melakukan penyelamatan sigap namun posisinya serba tanggung pada gol-gol yang diterima. Joe Gomez mendapat 6/10 atas kontribusinya di serangan meskipun sering dilewati pemain Fenerbahce. Jeremy Jacquet hanya mendapat 5/10 setelah kesalahannya yang fatal pada gol penyama kedudukan. Virgil van Dijk, kapten Liverpool, mendapat penilaian 6/10 karena beberapa kali mengungguli Romelu Lukaku dalam duel fisik.
Tantangan Liverpool ke depan sangat berat. Mereka harus bangkit dari keterpurukan ini dan menunjukkan karakter sejati sebagai salah satu klub besar Inggris. Dengan posisi saat ini di Liga Champions yang berada di posisi kelima dengan sembilan poin dalam fase liga, Liverpool memiliki waktu terbatas untuk memperbaiki performa mereka dan memastikan kualifikasi ke babak berikutnya.
Perjalanan Liverpool di musim ini telah menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi dan konsentrasi pertahanan. Dominasi penguasaan bola dan serangan yang indah tidak cukup jika pertahanan tidak solid. Tim asuhan Andoni Iraola perlu melakukan evaluasi mendalam dan penyesuaian taktis untuk menghadapi tantangan yang masih banyak menunggu di depan, baik di Premier League maupun kompetisi Eropa.
