Marc Cucurella: Dari Ritual Mistis Juara Dunia hingga Sang Pembalik Permainan di El Clasico
Inforiau – 05 November 2026 | Marc Cucurella telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sepak bola modern, tidak hanya melalui performa lapangannya yang luar biasa, tetapi juga melalui sebuah tradisi unik yang dipercaya membawa keberuntungan bagi Timnas Spanyol. Bek kiri Real Madrid ini menjadi sorotan utama setelah kesuksesannya dalam meraih trofi Piala Dunia 2026 dengan melanjutkan ritual misterius yang telah terbukti efektif membawa kejayaan.
Dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Marc Cucurella melakukan sebuah aksi yang tidak terduga namun penuh makna. Beberapa saat sebelum pertandingan dimulai melawan Argentina, pemain berusia 28 tahun itu terlihat mengubur sebuah koin di lapangan dengan diam-diam. Ritual tersebut bukan ide orisinal Cucurella, melainkan merupakan kelanjutan dari tradisi yang pernah dilakukan oleh legenda Spanyol, Joan Capdevila, saat final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Capdevila, yang merupakan salah satu pemain kunci dalam skuad Spanyol yang meraih juara dunia pada 2010, kemudian mengungkapkan rahasia di balik ritual tersebut. Ia telah menjalankan tradisi yang sama sebelum pertandingan final melawan Belanda pada 2010 lalu. “Pada 2010, saya mengubur sebuah koin di rumput sebelum pertandingan dimulai. Saya sudah menceritakan hal itu jutaan kali,” ungkap Capdevila kepada media internasional. Menjelang final Piala Dunia 2026, Capdevila meminta Marc Cucurella untuk mengulangi ritual tersebut, dan pemain Real Madrid itu pun dengan sukarela melaksanakannya.
Dalam momen yang penuh ketelitian, Cucurella terlihat mengambil sebuah koin dari kaus kakinya, kemudian berjalan menuju sisi lapangan dan memastikan tidak ada yang memperhatikannya sebelum memasukkan koin tersebut ke dalam rumput. Hasilnya pun sama spektakulernya dengan 2010 lalu. Setelah pertandingan berlangsung sengit, Spanyol berhasil meraih kemenangan atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106, mengukuhkan posisi mereka sebagai juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Namun, kesuksesan Marc Cucurella tidak berhenti pada pencapaian internasional tersebut. Pemain asal Spanyol ini kini menunjukkan performa gemilang di level klub bersama Real Madrid di musim 2026/2027. Dalam pertandingan El Clasico yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona di Spotify Camp Nou pada Senin (26 Oktober 2026) dini hari, Cucurella memberikan penampilan yang sangat mengesankan.
Sebelum pertandingan, Lamine Yamal, bintang muda Barcelona yang juga rekan setimnya di Timnas Spanyol, sempat memberikan komentar yang cukup pedas. Yamal menyatakan bahwa Marc Cucurella akan kewalahan menghadapinya di laga pertama mereka di El Clasico, bahkan memprediksi bahwa pemain Real Madrid itu akan menjadi pemain cadangan di pertemuan berikutnya. “Aku bilang kalau dia bakal main di laga Clasico perdana dan jadi pemain cadangan dalam pertemuan berikutnya, sebab aku akan menerkamnya hidup-hidup saat duel pertama,” kata Yamal dengan percaya diri.
Namun, prediksi Yamal ternyata tidak terbukti. Dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, Marc Cucurella justru menunjukkan performa yang luar biasa dalam menjaga Yamal. Pemain berusia 19 tahun itu sama sekali tidak berkutik dan gagal mencatatkan tembakan ke arah gawang atau menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Statistik menunjukkan bahwa Cucurella membukukan tiga tackle, tiga intersep, lima clearance, dan sekali memblok tendangan lawan.
Menurut laporan dari media olahraga terkemuka, Marc Cucurella tidak hanya membatasi bahaya Yamal, tetapi juga berhasil memancing emosinya di beberapa momen pertandingan. Cucurella tampil dengan penuh pengalaman, terus mengawasi pergerakannya dari dekat dan mengurangi peluang Yamal untuk menggocek serta melaju dengan keunggulan. Meskipun melakukan beberapa pelanggaran berulang kali, Cucurella berhasil lolos dari kartu kuning dan terus menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Real Madrid pada akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 atas Barcelona. Kylian Mbappe menjadi bintang utama dengan mencetak brace, sementara Barcelona hanya mampu membalas dengan satu gol dari Raphinha. Performa gemilang Marc Cucurella dalam pertandingan ini mendapat pujian dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.
Mourinho sangat senang memiliki dua bek kiri berkelas dunia di skuadnya. Selain Cucurella, Alvaro Carreras juga menjadi pilihan yang solid di pos bek kiri Real Madrid. “Kami memiliki dua bek kiri berkelas dunia, yang memungkinkan saya untuk sedikit mengatur menit bermain mereka. Carreras bermain pada hari Rabu, dan itu membuat Cucu tampil bugar, fokus, serta hanya memikirkan pertandingan ini. Jelas, dia bertanding melawan pemain hebat, tetapi dia adalah rekan satu timnya dan sangat mengenalnya dengan baik,” ungkap Mourinho dikutip dari media olahraga Spanyol.
Kesuksesan Marc Cucurella di El Clasico juga mencerminkan bagaimana pengalaman dan mental yang kuat dapat mengalahkan provokasi. Meskipun Yamal mencoba untuk memancing emosinya, Cucurella tetap fokus pada tugasnya dan berhasil menjalankan peran defensifnya dengan sempurna. Kualitas defensif yang ditunjukkan oleh pemain Real Madrid ini membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemain yang mengandalkan ritual mistis, tetapi juga seorang profesional sejati yang memahami permainan dengan mendalam.
Setelah kesuksesannya menjadi juara Piala Dunia 2026, Marc Cucurella bahkan membuat tato khusus untuk menandai pencapaian tersebut. Tato ini bergabung dengan koleksi tato lainnya di tubuhnya, termasuk tato trofi Liga Champions yang mungkin akan ditambahkan di akhir musim nanti jika Real Madrid berhasil meraih gelar bergengsi tersebut.
Mengenai start yang lambat dari Real Madrid di musim 2026/2027, Marc Cucurella meminta agar timnya dinilai di akhir musim, bukannya saat ini. Pemain berusia 28 tahun itu menanggapi dingin tudingan bahwa Real Madrid malas berlari dengan menegaskan bahwa yang terpenting adalah sukses di akhir musim. “Kami sudah berusaha. Sukses di akhir musim jadi yang terpenting,” ujar Cucurella kepada media.
Perjalanan Marc Cucurella dari ritual mistis yang membawa juara dunia hingga pertunjukan gemilangnya di El Clasico menunjukkan bahwa dalam sepak bola, kombinasi antara kepercayaan, pengalaman, dan dedikasi dapat menciptakan hasil yang luar biasa. Pemain Real Madrid ini telah membuktikan bahwa dia layak disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia saat ini.
