Inforiau – 05 November 2026 | Mason Greenwood telah menjalani perjalanan karir yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, dari pemain muda berbakat Manchester United hingga menjadi salah satu striker paling dicari di Eropa. Kini, penyerang berusia 24 tahun ini telah resmi bergabung dengan Fenerbahçe dalam transfer spektakuler yang melibatkan nilai lebih dari 50 juta euro, menandai babak baru dalam kariernya yang penuh tantangan.
Perjalanan Mason Greenwood dimulai dengan kontrovers yang cukup berat. Pada tahun 2024, pemain asal Inggris ini harus meninggalkan Manchester United setelah menghadapi tuduhan serius di luar lapangan. Meskipun kemudian Crown Prosecution Service mencabut tuduhan tersebut dan Greenwood dinyatakan tidak bersalah, reputasinya telah terguncang. Namun, alih-alih mengakhiri karir, Mason Greenwood memilih untuk membuktikan dirinya kembali melalui performa di lapangan.
Langkah pertama Greenwood adalah bergabung dengan Olympique Marseille pada musim panas 2024. Klub Prancis menebusnya dari Manchester United dengan harga sekitar 26,6 juta pound sterling. Meskipun banyak pihak, termasuk walikota Marseille, menentang keputusan tersebut mengingat masalah masa lalu Greenwood, presiden klub Pablo Longoria tetap yakin dengan keputusannya. Kepercayaan itu terbukti benar ketika Mason Greenwood langsung bersinar di Ligue 1.
Performa Mason Greenwood di Marseille sangat mengesankan. Dalam pertandingan awalnya, ia berhasil mencetak lima gol hanya dari tiga pertandingan. Sepanjang musim di Ligue 1, Greenwood mencatat 14 gol dalam 22 pertandingan, menunjukkan produktivitas yang luar biasa. Statistik ini menarik perhatian klub-klub top Eropa, termasuk Paris Saint-Germain dan Barcelona. Performa gemilang ini juga membuat Manchester United berpotensi mendapat keuntungan finansial, mengingat klub Inggris itu menyertakan klausul penjualan kembali sebesar 50 persen dalam transaksi awal.
Minat dari klub-klub besar terhadap Mason Greenwood semakin membesar, dan pada pertengahan 2026, beberapa klub top Eropa mulai aktif mengincar tanda tangannya. AS Roma sempat mengajukan tawaran sebesar 45 juta euro termasuk bonus dan persentase dari hasil penjualan kembali. Namun, penawaran tersebut tidak cukup untuk membuat Marseille melepaskan pemainnya. Fenerbahçe, klub Turki yang sedang dalam fase pembangunan ambisius, akhirnya mengajukan penawaran yang lebih menggiurkan.
Pada Januari 2026, transfer Mason Greenwood ke Fenerbahçe akhirnya terwujud. Berdasarkan laporan transfer terpercaya, kesepakatan mencakup nilai 40 juta euro ditambah 2 juta euro dalam bentuk bonus untuk Olympique Marseille. Manchester United juga turut meraih keuntungan, menerima lebih dari 10 juta euro termasuk dari klausul penjualan kembali. Greenwood menandatangani kontrak jangka panjang hingga Juni 2030 dengan gaji sekitar 10 juta euro bersih per tahun, menjadikan dirinya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di klub Turki tersebut.
Kedatangan Mason Greenwood di Fenerbahçe langsung memberikan dampak positif. Dalam pertandingan Liga Champions fase liga melawan Liverpool pada November 2026, Greenwood menunjukkan kemampuannya dengan mencetak gol penyama kedudukan melalui eksekusi tendangan bebas yang sempurna. Meskipun Fenerbahçe akhirnya unggul 3-2, gol Greenwood membuktikan bahwa ia tetap menjadi pemain berkualitas tinggi yang mampu bersinar di panggung Eropa.
Seiring dengan kesuksesan di level klub, Mason Greenwood juga mengalami perubahan signifikan di level internasional. Pada Januari 2025, Greenwood secara resmi mengubah aliansi internasionalnya dari Inggris ke Jamaika. Keputusan ini diambil setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris memastikan bahwa Greenwood tidak akan lagi dipanggil ke timnas Inggris di masa depan. Dengan memiliki ayah yang lahir di Jamaika, Greenwood memenuhi syarat untuk membela timnas Jamaika yang dilatih oleh Steve McClaren. Proses administrasi telah diselesaikan, membuka peluang bagi Greenwood untuk memulai babak baru dalam karir internasionalnya.
Perjalanan Mason Greenwood menunjukkan resiliensi luar biasa dari seorang atlet yang menghadapi tantangan besar di luar lapangan. Meskipun reputasinya pernah tercoreng, Greenwood membuktikan bahwa performa di lapangan dapat berbicara lebih keras daripada kontroversi. Dari Marseille hingga Fenerbahçe, ia terus menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang berbakat dengan kemampuan finishing yang tajam dan eksekusi yang presisi.
Kesuksesan transfer Mason Greenwood juga mencerminkan strategi bisnis yang cerdas dari klub-klub yang terlibat. Manchester United mendapat keuntungan finansial yang signifikan melalui klausul penjualan kembali, Marseille berhasil menjual pemain dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga belinya, sementara Fenerbahçe mendapatkan pemain berkualitas tinggi untuk memperkuat proyek ambisius mereka. Dengan kontrak hingga 2030 dan gaji yang kompetitif, Mason Greenwood memiliki kesempatan emas untuk membangun karir yang solid di Turki dan membuktikan bahwa dirinya adalah pemain kelas dunia yang layak diperhitungkan.
