Revolusi Digital Lewat Portal: Dari Pajak hingga Bahasa Daerah, Pemerintah dan Lembaga Berbenah
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Gelombang transformasi digital terus merambah berbagai sektor di Indonesia dan dunia. Portal menjadi kata kunci utama dalam upaya pemerintah dan lembaga mempercepat reformasi birokrasi, pelestarian budaya, hingga transparansi anggaran. Dalam sepekan terakhir, sejumlah inisiatif berbasis portal diluncurkan, mulai dari konsultasi publik formulir pajak di India, pelestarian bahasa daerah di Uttarakhand, registrasi Kashi Tamil Sangamam, hingga portal transparansi pemilu di Meksiko. Fenomena ini menandai era baru tata kelola yang lebih terbuka dan partisipatif.
Di India, Kementerian Keuangan akan memanfaatkan portal myGov.in untuk menjaring masukan publik terhadap draf formulir pengembalian Pajak Barang dan Jasa (GST) yang direvisi. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi ketidaksesuaian data yang selama ini menjadi momok bagi dunia usaha. Formulir GSTR-1/1A/IFF yang telah disetujui dalam pertemuan ke-57 Dewan GST pada 8 Oktober lalu akan dipublikasikan di portal tersebut mulai 1 November, dengan masa konsultasi hingga 30 November. Perubahan ini akan berlaku efektif per 1 April 2027.
Komisioner GST Policy Wing, Gaurav Singh, mengungkapkan bahwa hampir 80 persen surat pemberitahuan (notice) kepada wajib pajak disebabkan oleh ketidaksesuaian antara GSTR-3B dan GSTR-1. “Berdasarkan respons industri, kami memodifikasi formulir GSTR-1 dan meningkatkan sistem manajemen faktur (IMS) agar kebutuhan untuk mengedit 3B tidak muncul. Jika tidak ada kebutuhan, tidak akan ada dasar untuk menerbitkan notice,” ujarnya. Melalui portal konsultasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan integritas rantai pasok yang lebih baik sebagai fondasi reformasi lanjutan.
Sementara itu, di Uttarakhand, Chief Minister Pushkar Singh Dhami meluncurkan portal pengumpulan suara untuk melestarikan tiga bahasa daerah: Garhwali, Kumaoni, dan Jaunsari. Inisiatif bernama Bhasha AI ini bertujuan mengumpulkan kata, pelafalan, dan sampel suara agar teknologi kecerdasan buatan dapat memahami dan berkomunikasi dalam bahasa-bahasa tersebut. “Bahasa dan dialek adalah identitas kita. Teknologi modern sangat penting untuk melestarikan bahasa rakyat, seni, budaya, dan tradisi Uttarakhand,” tegas Dhami saat peluncuran di kantor kampanye CM. Portal ini diharapkan memungkinkan masyarakat di desa terpencil mengakses informasi pemerintah dalam bahasa asli mereka.
Tidak hanya di bidang pajak dan budaya, portal juga menjadi tulang punggung program nasional Ek Bharat Shreshtha Bharat. Menteri Pendidikan Pralhad Joshi meluncurkan portal registrasi untuk edisi kelima Kashi Tamil Sangamam. Acara ini akan mempertemukan lebih dari 1.400 delegasi dari tujuh kategori, serta melibatkan 1.000 mahasiswa dari 1.000 institusi pendidikan tinggi untuk mendalami Thirukkural. Pendaftaran dibuka hingga 13 November mendatang melalui portal resmi. Joshi menekankan bahwa program ini memperkuat ikatan peradaban antara Tamil Nadu dan Kashi.
Di belahan dunia lain, Instituto Nacional Electoral (INE) Meksiko memperkenalkan portal transparansi bernama INE Siempre a la Vista. Platform ini memungkinkan publik memantau secara real-time proses pengadaan, kontrak, dan lelang. Direktur Eksekutif Administrasi INE, Liliana Díaz de León, menjelaskan bahwa portal ini melengkapi sistem CompraINE dengan navigasi berbasis empat pertanyaan kunci dan garis waktu interaktif. Langkah ini diambil setelah muncul polemik kontrak yang melibatkan perusahaan terkait sopir ketua INE, Guadalupe Taddei. Portal ini menyajikan informasi biaya satuan, rentang investasi, dan laporan berkala secara mudah dipahami.
Dari India hingga Meksiko, portal telah berevolusi dari sekadar situs web menjadi instrumen penting untuk partisipasi publik, pelestarian budaya, dan akuntabilitas anggaran. Keberhasilan inisiatif-inisiatif ini akan sangat bergantung pada adopsi pengguna, kualitas data, dan komitmen pemerintah dalam menindaklanjuti masukan yang masuk. Jika dikelola dengan baik, portal bukan hanya jendela informasi, tetapi juga jembatan antara negara dan warga dalam membangun tata kelola yang lebih inklusif dan transparan.
