Julian Nagelsmann Kini Jadi Kandidat Terdepan Gantikan Carrick di Manchester United
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Nama Julian Nagelsmann mencuat sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih kursi pelatih Manchester United apabila klub memutuskan berpisah dengan Michael Carrick. Tekanan terhadap Carrick kian memuncak setelah Setan Merah dipermalukan Como 1-4 di Liga Champions, memperpanjang tren buruk yang membuat masa depan pelatih asal Inggris itu berada di ujung tanduk.
Kekalahan di Italia tersebut menjadi pukulan keempat United dalam tujuh pertandingan terakhir. Secara keseluruhan, Carrick hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan dari 11 laga di semua kompetisi musim ini. Di Premier League, United baru mengumpulkan tujuh poin dari 21 poin yang tersedia dan terpuruk di posisi ke-13, sementara langkah mereka di Piala Liga sudah terhenti usai tumbang di kandang melawan Brighton.
Sejumlah laporan menyebut manajemen United belum akan mengambil keputusan secara gegabah dalam waktu dekat. Namun, jika performa buruk berlanjut, khususnya saat menghadapi Bournemouth di Premier League akhir pekan ini, posisi Carrick bisa segera dievaluasi. Ada pula indikasi bahwa ia mungkin diberi kesempatan hingga jeda internasional pada November mendatang.
Nagelsmann Punya Pendukung di Jajaran Petinggi
Menurut laporan yang beredar, Julian Nagelsmann menjadi salah satu nama yang paling serius dipertimbangkan. Pelatih berusia 39 tahun itu disebut terbuka terhadap kemungkinan bekerja di Old Trafford. Statusnya saat ini sedang menganggur setelah mengakhiri tugas sebagai pelatih timnas Jerman menyusul kegagalan Die Mannschaft di putaran 32 besar Piala Dunia musim panas lalu.
Yang menjadi nilai tambah bagi Julian Nagelsmann adalah adanya dukungan internal di klub. Christopher Vivell, direktur rekrutmen United, pernah bekerja sama dengannya di RB Leipzig dan menikmati kesuksesan besar. Kedekatan ini disebut menjadi faktor penting yang mendorong namanya ke posisi teratas daftar kandidat.
Selain itu, Julian Nagelsmann dikenal fasih berbahasa Inggris dan sejak lama dikaitkan dengan sejumlah klub Premier League seperti Tottenham Hotspur dan Chelsea. Ia juga belum pernah melatih di luar Jerman, dengan pengalaman bersama Hoffenheim, RB Leipzig, dan Bayern Munich, sehingga tantangan di Inggris diyakini menjadi daya tarik tersendiri baginya.
Conte dan Hürzeler Masih dalam Radar
Meski demikian, Nagelsmann bukan satu-satunya nama yang masuk bursa. Antonio Conte, mantan pelatih Napoli, dikabarkan tertarik untuk kembali ke Premier League dan siap mengambil alih jika Carrick diberhentikan. Namun, eks pelatih Chelsea dan Tottenham itu disebut mengajukan syarat tegas, yakni kewenangan penuh atas bursa transfer serta kebebasan memilih staf pendukungnya.
Manajemen United dilaporkan masih mempertimbangkan permintaan tersebut. Sejumlah pihak menilai gaya Conte mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan arah yang ingin dikembangkan klub, sehingga namanya tidak berada di posisi terdepan. Selain Conte, pelatih Brighton Fabian Hürzeler juga disebut masuk dalam daftar kandidat potensial.
Tekanan terhadap Carrick turut datang dari dalam ruang ganti. Kapten tim Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan pendekatan taktik dalam laga melawan Como, menilai tim kurang berani menekan tinggi dan membiarkan lawan menguasai permainan. Pernyataan itu muncul hanya sepekan setelah Lisandro Martinez mengkritik minimnya aktivitas rekrutmen pada bursa transfer musim panas lalu.
Meski begitu, Carrick dikabarkan masih menikmati dukungan sebagian besar pemain, sebuah faktor yang tetap diperhitungkan manajemen dalam menentukan arah kebijakan mereka. Situasi ini membuat posisi Carrick berada di antara dua tekanan: hasil buruk yang menuntut perubahan dan kepercayaan skuad yang menahan langkah pemecatan.
Laga Kontra Bournemouth dan Roma Jadi Penentu
Dua pertandingan terdekat akan menjadi momen krusial. Duel melawan Bournemouth di Premier League akhir pekan ini menjadi ujian langsung bagi Carrick, sementara pertemuan dengan Roma di kompetisi Eropa juga disebut memiliki bobot besar dalam menentukan masa depannya. Kekalahan lagi berpotensi mempercepat proses transisi menuju era baru di Old Trafford.
Jika perubahan benar-benar terjadi, Julian Nagelsmann berada pada posisi yang sangat menguntungkan. Kombinasi antara dukungan dari jajaran direksi, pengalaman menangani klub besar seperti Bayern Munich, serta keinginannya mencicipi kerasnya Premier League menjadikannya sosok yang paling realistis untuk memimpin proyek kebangkitan United.
Situasi di Manchester United kini berada di titik kritis. Klub besar dengan sejarah panjang ini dituntut segera menemukan solusi agar tidak semakin tenggelam dalam krisis. Nama Julian Nagelsmann muncul sebagai jawaban yang paling mungkin, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada hasil beberapa pertandingan ke depan dan keberanian manajemen mengambil langkah tegas. Apa pun pilihan yang diambil, Old Trafford menanti arah baru yang mampu mengembalikan kejayaan mereka.
