Kado Pahit HUT ke-103: Persis Solo Takluk 1-2 dari Persiba di Manahan
Inforiau – 07 November 2026 | SOLO — Persis Solo gagal mempersembahkan kado manis pada perayaan HUT ke-103. Menjamu Persiba Balikpapan pada pekan ke-9 Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Sabtu (7/11/2026) malam, Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan Beruang Madu dengan skor 1-2.
Laga berlangsung emosional. Suporter membentangkan spanduk “HBD SIS!” dan “103 TH PERSIS JANGAN JADI TIM KALAHAN!”, sekaligus menyuarakan protes atas performa tim. Persis langsung mengambil inisiatif menyerang, tetapi peluang emas Theo pada menit ke-9 masih melebar. Tandukan Henry pada menit ke-22 sempat masuk, namun dianulir karena Theo lebih dulu offside.
Persiba justru memecah kebuntuan pada menit ke-34 lewat serangan balik cepat. Umpan Ryohei diselesaikan Ardi tanpa pengawalan menjadi 0-1. Kiper Persis, Pancar, sempat menyelamatkan gawang dari tembakan Saldi pada menit ke-39. Namun, gelandang Angulo harus ditarik keluar pada menit ke-41 karena masalah pinggang dan digantikan Asep Berlian. Andi Mukhram juga mendapat kartu kuning pada menit ke-49 usai melanggar Hasim Kipuw.
Bagi Persis, kekalahan ini memperpanjang tren minor. Sebelumnya, caretaker Dedy Gusmawan menekankan pembenahan konsentrasi di menit awal setelah evaluasi laga melawan Barito Putera dan Persik Kediri. Ia menilai antusiasme pemain tetap tinggi meski persiapan singkat. Persis kini berada di peringkat ke-8 dengan 7 poin, dengan catatan 14 gol dan 12 kebobolan dari delapan laga.
Di kubu Persiba, pelatih Ega Raka Galih menegaskan misi mencuri poin. Meski menghadapi tim berpengalaman, Beruang Madu tampil all out. Persiba datang dengan jadwal padat setelah melawan PSBS Biak dan Bali United, hanya memiliki jeda sekitar dua hari. Disiplin taktik menjadi kunci. Kemenangan ini penting bagi Persiba yang masih di posisi ke-9 dengan minus satu poin, serta catatan 18 kebobolan dan belum pernah clean sheet.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Persis yang berharap bangkit di kandang. Dengan materi pemain yang lebih berpengalaman, konsistensi dan fokus menjadi pekerjaan rumah utama jika ingin bersaing di Grup Timur.
Editor: Alwira Fanzary
