Janice Tjen ke Final Kedua Beruntun Chennai Open, Misi Pertahankan Gelar Semakin Nyata
Inforiau – 07 November 2026 | Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, memastikan tempat di final kedua beruntun Chennai Open 2026 setelah mengalahkan Robin Montgomery dua set langsung, 6-3, 6-4, di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Sabtu (7/11/2026). Kemenangan ini membuat laju Janice Tjen di turnamen WTA 250 tersebut menjadi 9-0 dan membuka peluang besar untuk mempertahankan gelar yang diraihnya pada 2025.
Pada semifinal, Janice tampil agresif sejak awal. Ia mematahkan servis Montgomery pada gim keempat dan keenam, serta menyelamatkan dua break point di gim kelima sebelum unggul 5-1. Montgomery sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 5-3, tetapi Janice menutup set pertama 6-3. Set kedua berjalan lebih ketat hingga 3-3. Janice dua kali menyelamatkan break point di gim keenam, lalu membuat break pada gim ketujuh. Tanpa break tambahan, ia memastikan kemenangan 6-4.
Sebelumnya, Janice Tjen melalui perempat final yang dramatis melawan Polina Kudermetova. Unggulan pertama itu menang 5-7, 6-4, 6-2 dalam dua jam 17 menit. Setelah kehilangan set pembuka, petenis berusia 24 tahun tersebut meningkatkan agresivitas dan mengendalikan pertandingan. Statistik menunjukkan Janice mencetak 13 ace berbanding tiga milik Kudermetova, serta unggul dalam perolehan poin total 54 persen berbanding 46 persen.
Di babak 16 besar, Janice mengalahkan Joanna Garland asal Taiwan dengan skor 7-6 (1), 6-1. Kemenangan tersebut memperpanjang catatan apiknya di Chennai. Pada edisi 2025, ia datang tanpa status unggulan tetapi keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kimberly Birrell 6-4, 6-3. Gelar itu menjadi pencapaian bersejarah karena menjadikannya petenis Indonesia pertama sejak Angelique Widjaja pada 2002 yang menjuarai turnamen tunggal level WTA.
Dengan modal performa stabil dan rekor 9-0, Janice Tjen kini selangkah lagi dari trofi kedua di Chennai Open. Tantangan final tentu tidak ringan, tetapi konsistensi servis, ketenangan dalam poin krusial, dan kemampuan bangkit dari tekanan menjadi modal berharga bagi petenis peringkat 75 dunia tersebut. Jika mampu menjaga level permainan, misi mempertahankan gelar bukan lagi sekadar harapan.
Editor: Abuzar Samad
