Korea Terbuka 2026: Alwi Farhan dan Mutiara Ayu Tumbang di 16 Besar, Ginting Melaju Mulus
Inforiau – 07 November 2026 | Yeosu, Olahraga — Langkah dua tunggal muda Indonesia pada Korea Terbuka 2026 harus terhenti di babak 16 besar. Alwi Farhan dan Mutiara Ayu Puspitasari tumbang lewat pertarungan rubber game di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026).
Alwi, unggulan keempat, sempat mengamankan gim pertama sebelum menyerah dari wakil Chinese Taipei, Wang Po-Wei, dengan skor 21-17, 23-25, 15-21. Kekecewaan terlihat dari pernyataannya. Ia menilai variasi serangan belum cukup meredam daya gempur lawan. “Pastinya tidak cukup puas, tapi tetap bangga dan bersyukur sudah mencoba apa pun caranya,” kata Alwi. Ia mengakui smash keras Wang menjadi ancaman utama yang sulit diantisipasi pada gim kedua dan ketiga.
Mutiara juga harus mengakhiri perjalanan di Korea Terbuka 2026 setelah melewati laga ketat. Meski demikian, kejutan positif datang dari sektor tunggal putra pada babak 32 besar. Anthony Sinisuka Ginting tampil solid saat mengalahkan wakil tuan rumah, Jeon Hyeok Jin, dengan skor 21-13 dan 21-15. Ginting menyebut strategi bersama pelatih Indra Widjaja berjalan baik. Fokusnya adalah meminimalkan kesalahan sendiri agar perolehan poin tetap konsisten.
“Pertama-tama mengucap syukur bisa bermain dengan baik hari ini, menyelesaikan match tanpa cedera,” ujar Ginting. Ia juga menyatakan tidak merasakan perbedaan signifikan saat kembali ke level Super 500. Sayangnya, langkah Moh Zaki Ubaidillah terhenti di babak 32 besar. Secara keseluruhan, Indonesia mengirim 12 wakil ke Korea Terbuka 2026, dengan tunggal putra menjadi sektor paling banyak, yaitu enam pemain.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi tim Indonesia. Di satu sisi, Ginting menunjukkan konsistensi dan kematangan strategi. Di sisi lain, Alwi dan Mutiara masih perlu memperbaiki ketenangan serta variasi serangan saat menghadapi tekanan di laga panjang. Perjalanan di Korea Terbuka 2026 pun menjadi evaluasi berharga sebelum turnamen berikutnya.
Editor: Sukri Mustakim
