Calon PM Spanyol Dorong Final Piala Dunia 2030 Digelar di Spanyol, Bukan Maroko
Inforiau – 08 November 2026 | Wacana ‘Calon PM Spanyol Kalau Sampai Maroko Gelar Final Piala Dunia 2030‘ mencuat setelah Alberto Nunez Feijoo, calon perdana menteri Spanyol, mendesak FIFA memberikan jatah laga final Piala Dunia 2030 kepada Spanyol ketimbang Maroko. Pernyataan itu menambah dimensi politik pada turnamen yang akan digelar bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Feijoo menilai Spanyol layak menjadi tuan rumah partai puncak karena memiliki tradisi sepak bola kuat, infrastruktur stadion mumpuni, dan pengalaman menggelar kompetisi besar. Menurutnya, keputusan FIFA semestinya mempertimbangkan kontribusi Spanyol sebagai salah satu poros utama penyelenggaraan.
Isu ini bukan sekadar perdebatan teknis. Venue final menjadi simbol prestise, dampak ekonomi, dan warisan olahraga bagi negara yang mendapat kehormatan. Maroko juga berkepentingan menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah bersama pertama dari Afrika dalam format lintas benua.
- Spanyol, Portugal, dan Maroko berbagi peran sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030.
- FIFA belum menetapkan stadion final secara final.
- Pernyataan Feijoo memperlihatkan tarik-menarik politik menjelang keputusan.
Bagi Feijoo, dorongan ini juga menjadi bagian dari pesan politik domestik: menunjukkan keberpihakan pada kepentingan sepak bola Spanyol. Namun, FIFA dituntut tetap netral dan transparan agar proses pemilihan venue tidak dinilai sebagai kompromi politik.
Dengan begitu, keputusan soal final Piala Dunia 2030 akan diuji bukan hanya dari aspek stadion dan keamanan, tetapi juga dari kemampuan FIFA menjaga keseimbangan antara tiga negara tuan rumah. Publik sepak bola menanti kepastian yang jelas tanpa mengorbankan semangat kolaborasi.
Editor: Apriyanto
