Ricky Pratama dan Eks Juku Eja Gagal Bawa Persebaya Curi Poin di Kandang PSM
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Nama Ricky Pratama menjadi salah satu sorotan ketika Persebaya Surabaya bertandang ke markas PSM Makassar pada laga pekan keenam BRI Super League 2026-2027. Penyerang yang pernah berseragam Juku Eja itu turun sebagai starter dalam skema 4-3-3 racikan Bernardo Tavares, namun misi Bajul Ijo untuk mencuri angka di Stadion Gelora B. J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026) sore, harus berakhir pahit. Persebaya pulang dengan tangan kosong setelah takluk 0-1.
Laga yang kick off pukul 15.30 WIB tersebut sejatinya menyajikan duel sengit antara dua tim yang sama-sama mengusung misi kebangkitan. PSM datang dengan modal kemenangan pertama musim ini atas PSIM Yogyakarta, sementara Persebaya membawa rekor tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir. Kehadiran Ricky Pratama di lini depan Green Force diharapkan mampu menjadi pembeda, terlebih ia mengenal betul karakter permainan mantan timnya.
Bernardo Tavares, yang kembali ke Parepare setelah membawa PSM juara Liga 1 2022-2023, menurunkan komposisi terbaiknya. Ia bahkan langsung memasang sejumlah mantan pemain PSM, termasuk Reza Arya Pratama di bawah mistar, Gledson Paixao di lini tengah, serta Yuran Fernandes di jantung pertahanan. Ricky Pratama melengkapi daftar eks Juku Eja yang dipercaya tampil sejak menit awal, berdampingan dengan Yann Mabella dan Miguel Pereira di lini serang.
Di kubu tuan rumah, pelatih Darije Kalezic memilih formasi 4-3-3 dengan Muh Ardiansyah sebagai penjaga gawang. Duet Aloisio Neto dan Nenad Lalic mengawal lini belakang, didukung Mufli Hidayat dan Victor Luiz di posisi bek sayap. Sektor tengah dipercayakan kepada Stefan Jevtoski, Sergio Aguero, dan Fahrul Aditia, sementara trisula Luka Bulatovic, Rizky Eka, serta Lars Veldwijk menjadi ujung tombak serangan.
Pertandingan berjalan hati-hati sejak awal. PSM lebih dulu mengancam melalui sepakan Lars Veldwijk, tetapi Reza Arya mampu menepis bola. Persebaya merespons lewat kerja sama Jefferson Silva dan Yann Mabella, meski belum mengarah ke sasaran. Ricky Pratama dan rekan-rekannya terus mencoba menembus rapatnya pertahanan tuan rumah, namun hingga turun minum skor tetap kacamata 0-0.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Petaka bagi Persebaya datang pada menit ke-73 ketika Yuran Fernandes mencetak gol bunuh diri yang membuat PSM unggul 1-0. Ironisnya, gol tersebut lahir dari pemain yang juga berstatus eks Juku Eja. Persebaya sempat mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui penalti pada masa injury time setelah pelanggaran berbuah kartu merah bagi Agung Manan. Namun Alex Martins dua kali gagal menunaikan tugasnya sebagai eksekutor karena aksi gemilang Muhammad Ardiansyah.
Kegagalan itu membuat Ricky Pratama dan kolega harus menerima kekalahan pertama mereka di musim ini. Kemenangan ini membawa PSM naik ke posisi ke-10 klasemen sementara dengan koleksi delapan poin, sedangkan Persebaya berada satu tingkat di atasnya dengan sembilan poin. Usai laga, penyerang Persebaya itu sempat menegaskan pentingnya evaluasi. Ia menyebut timnya harus belajar dari kesalahan agar tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Bagi Ricky Pratama, kembali ke Parepare tentu menyimpan cerita tersendiri. Namun sebagaimana ditegaskan Bernardo Tavares, nostalgia tidak boleh mengaburkan fokus tim. Kekalahan ini menjadi cambuk bagi Persebaya untuk segera berbenah, sementara PSM membuktikan bahwa semangat juang di hadapan pendukung sendiri masih menjadi senjata ampuh.
Secara keseluruhan, duel PSM kontra Persebaya menjadi pengingat bahwa sepak bola tak melulu soal nama besar atau sejarah panjang. Kehadiran Ricky Pratama bersama para eks Juku Eja di kubu Bajul Ijo nyatanya belum cukup untuk membawa pulang poin dari Parepare. PSM tampil lebih efektif dan disiplin, terutama melalui penampilan impresif kiper Muhammad Ardiansyah yang menjadi pahlawan kemenangan. Kini kedua tim dituntut untuk terus memperbaiki diri demi menatap pekan-pekan berikutnya di BRI Super League 2026-2027.
Penulis: Sukri Mustakim
Editor: Alwira Fanzary
