Liga Prancis Memanas: PSG di Puncak, Lille Menempel, Jadwal Tiga Laga Berubah
Inforiau – 08 November 2026 | Persaingan Liga Prancis musim 2026/2027 kembali menyajikan dinamika menarik. Paris Saint-Germain belum terbendung setelah menang 1-0 atas Troyes, sedangkan Lille terus menempel di posisi kedua usai mengalahkan Lens 1-0 pada pekan kesembilan.
PSG sebelumnya juga mengalahkan Lyon 2-0 dan Strasbourg 3-1. Tambahan tiga poin membawa Les Parisiens ke puncak klasemen sementara. Ousmane Dembele menilai performa tim yang naik-turun bukan masalah karena musim masih panjang dan PSG diyakini akan bangkit.
Di Stadion Pierre-Mauroy, Lille harus bersusah payah menaklukkan Lens. Gol kemenangan lahir dari Olivier Giroud pada menit ke-84 setelah memanfaatkan bola rebound. Calvin Verdonk masuk pada menit ke-78 menggantikan Romain Perraud dan nyaris mencetak assist untuk Giroud. Kemenangan ini membawa Lille ke posisi kedua dengan 18 poin, hanya dua poin dari PSG di puncak Liga Prancis.
Namun, kompetisi Liga Prancis pekan kesembilan tidak hanya soal hasil pertandingan. Liga Sepak Bola Profesional Prancis mengubah jadwal tiga laga atas permintaan otoritas setempat. Lyon versus Angers dipindahkan dari Sabtu 31 Oktober ke Minggu 1 November pukul 17.15. Nice versus Rennes dimajukan ke Jumat 30 Oktober pukul 19.00, sedangkan Lorient versus Brest diundur ke Senin 2 November pukul 20.45.
Perubahan itu dilakukan untuk menyesuaikan pengamanan di tengah gelombang demonstrasi yang meluas. Aksi massa memprotes kenaikan biaya hidup dan kondisi sekolah. Situasi ini menambah beban aparat keamanan, terlebih beberapa pekan terakhir demonstrasi diwarnai insiden kekerasan dan serangan terhadap balai kota serta bangunan publik.
Bagi Lille, kemenangan atas Lens menjadi modal penting untuk menjaga tekanan. Sementara itu, PSG tetap menjadi tim yang harus dikejar di Liga Prancis. Di sisi lain, perubahan jadwal menunjukkan bahwa persoalan keamanan dan sosial dapat memengaruhi jalannya kompetisi. Dengan musim yang masih panjang, duel di puncak klasemen diperkirakan semakin ketat, tetapi kestabilan penyelenggaraan pertandingan tetap menjadi perhatian utama.
Editor: Sukri Mustakim
