Boikot LaLiga di China Berlanjut, Liga China Jadi Sorotan
Inforiau – 08 November 2026 | Krisis diplomasi sepak bola antara China dan LaLiga belum berakhir. Setelah Kylian Mbappe bercanda soal meme yang menyeret nama Mao Zedong, otoritas China menghentikan siaran pertandingan LaLiga di CCTV. Dampaknya tidak hanya dirasakan Real Madrid, tetapi juga ekosistem siaran dan bisnis sepak bola di China. Dalam konteks lebih luas, insiden ini menjadi peringatan bagi liga china bahwa sensitivitas budaya dan politik di pasar global tidak bisa diabaikan.
China Media Group, induk CCTV, menangguhkan siaran LaLiga sejak Senin. Pada akhir pekan lalu, tidak ada satu pun laga LaLiga yang tampil di saluran televisi resmi China. Jadwal pertandingan Villarreal, Atletico Madrid, Barcelona, hingga Real Madrid tidak muncul dalam program resmi. Meski begitu, platform digital Migu yang menjadi mitra LaLiga di China tetap menyiarkan hampir seluruh pertandingan. Perbedaan sikap ini menunjukkan tekanan politik tidak serta-merta menghentikan distribusi konten di ranah digital.
Mbappe dan Real Madrid sudah menyampaikan permintaan maaf. Namun pemerintah China menegaskan belum ada negosiasi resmi. Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, menyebut komunikasi tetap berjalan berdasarkan pemahaman bersama. Kementerian Luar Negeri China juga menegaskan bahwa perkataan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China akan menghadapi penolakan. Sejumlah merek China dilaporkan menghentikan kerja sama dengan Mbappe, sementara publik di dalam negeri tidak sepenuhnya mengetahui detail kontroversi karena ketatnya sensor.
Presiden LaLiga Javier Tebas menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan berdialog dengan otoritas China di Madrid maupun Beijing. Ia berharap hubungan baik yang telah dibangun dengan China Media Group dan pemerintah China bisa meredakan ketegangan. Tebas juga menekankan pentingnya komunikasi lintas budaya. Bagi liga china, kasus ini memperlihatkan risiko besar ketika bintang global, hak siar, dan sentimen nasional bertemu dalam satu titik.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan boikot berakhir. China tampak masih butuh waktu lebih lama untuk memaafkan Mbappe, sementara LaLiga berharap siaran kembali normal. Bagi Real Madrid dan Mbappe, ini adalah ujian reputasi. Bagi liga china dan kompetisi lain yang ingin tumbuh di Asia, insiden ini menjadi pengingat bahwa strategi pemasaran global harus dibarengi kepekaan terhadap norma politik dan budaya setempat.
Editor: Ahmad Syafwan
