Inforiau – 08 November 2026 | Grup Sinar Mas kembali menjadi sorotan pasar modal. Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) masuk jajaran 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 November 2026. Kapitalisasi SMMA mencapai Rp137 triliun dan menempati peringkat ke-10, menggeser PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET). Pencapaian ini menjadi babak baru bagi Sinar Mas setelah DSSA dan MORA tersingkir dari daftar elite tersebut.
SMMA berada di bawah kendali keluarga Widjaja. Indra Widjaja, putra pendiri Grup Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, tercatat sebagai pengendali tingkat individu. Bisnis SMMA mencakup perbankan, asuransi, pembiayaan, dan sekuritas. Masuknya SMMA menunjukkan lini jasa keuangan Sinar Mas tetap diperhitungkan di tengah tekanan terhadap emiten grup lain.
Tekanan itu datang dari OJK. Otoritas menjatuhkan denda Rp1,5 triliun kepada PT Sinar Mas Tunggal terkait perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Sanksi juga dikenakan kepada sejumlah sekuritas, tenaga pemasaran, dan seorang wakil penjamin emisi. Kasus mencakup periode 12-19 Januari 2024, 21 Mei-15 Juli 2024, serta 18 Juli 2024-3 Februari 2026. OJK merujuk Pasal 91 dan 92 UU Pasar Modal soal larangan manipulasi pasar. Namun, kenaikan harga atau volume transaksi tidak otomatis membuktikan pelanggaran karena penilaian harus berbasis pola transaksi.
Di sisi ekspansi, DSSA meresmikan SMX01, pusat data di Jakarta, berstatus Ready for Service. Fasilitas ini dikembangkan SM+ Data Centers bersama Korea Investment Real Asset Management dan LG Sinar Mas. Sinar Mas juga memperluas kemitraan ritel energi melalui Sinar Mas Land dan BP-AKR. SPBU bp pertama di BSD City dibangun dengan investasi lebih dari US$3 juta dan ditargetkan beroperasi Mei 2025.
Isu lingkungan turut mencuat. Otoritas Singapura memanggil petinggi perusahaan perkebunan Indonesia terkait dugaan karhutla. PT OKI Pulp & Paper Mills menyatakan tidak menjadi subjek pemeriksaan. APP Co Ltd, pemegang saham tidak langsung OKI Pulp, memiliki 0,04% saham di PT APP Purinusa Ekapersada. Indofood Agri Resources juga menyampaikan akan bekerja sama dengan otoritas.
Dinamika ini menunjukkan wajah Sinar Mas yang kompleks: ekspansi jasa keuangan dan infrastruktur digital berjalan, tetapi tata kelola pasar modal dan kepatuhan lingkungan tetap menjadi ujian. Bagi investor, rekam jejak regulasi dan keberlanjutan usaha akan sama pentingnya dengan ukuran kapitalisasi pasar.
Editor: Abuzar Samad
