Biogas Limbah Sawit di Sei Pagar: BRIN dan PTPN IV Perkuat Energi Terbarukan
Inforiau – 08 November 2026 | BRIN dan PTPN IV Kembangkan Biogas dari Limbah Sawit di Sei Pagar sebagai salah satu langkah memperkuat energi terbarukan di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi contoh pemanfaatan biogas limbah sawit untuk kebutuhan energi internal pabrik.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria sebelumnya melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa limbah industri sawit berpotensi dikonversi menjadi energi listrik hingga 3,9 gigawatt. Data BRIN menyebut potensi limbah cair dari pengolahan tandan buah segar mencapai 229,9 juta meter kubik per tahun. Limbah itu mengandung bahan organik yang dapat menghasilkan gas metana melalui proses anaerobik.
Di Pabrik Kelapa Sawit Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau, instalasi Pembangkit Biogas Sei Pagar beroperasi sejak 2020. Fasilitas ini memakai teknologi Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR), yaitu reaktor tangki berpengaduk yang memungkinkan penguraian bahan organik tanpa oksigen. Gas metana yang terbentuk dialirkan ke boiler sebagai bahan bakar pendamping atau co-firing, bukan diubah menjadi listrik komersial.
Plt Region Head PTPN IV PalmCo Sori P Ritonga mengatakan, fasilitas itu dirancang dengan filosofi energi dari sawit untuk sawit. “Gas metana yang ditangkap tidak diubah langsung menjadi energi listrik komersial, melainkan dialirkan kembali ke dalam proses produksi pabrik,” ujarnya. PKS Sei Pagar memiliki kapasitas olah 30 ton tandan buah segar per jam, dengan nilai COD POME rata-rata sekitar 42.685 miligram per liter.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menuturkan, pengolahan limbah cair menjadi biogas telah dikembangkan perusahaan sejak lebih dari satu dekade lalu. Upaya itu dimulai dari PLTBg Tandun pada 2012 yang meraih ASEAN Energy Awards 2014, lalu dilanjutkan PLTBg Terantam pada 2019-2020. Di Riau, PTPN IV melalui Regional III kini mengoperasikan enam instalasi biogas:
- Tandun
- Terantam
- Sei Pagar
- Lubuk Dalam
- Sei Tapung
- Sei Rokan, mulai beroperasi akhir 2025
Pemanfaatan biogas disebut membantu menghemat biaya energi hingga puluhan miliar rupiah dan mengurangi konsumsi solar hingga jutaan liter. BRIN dan PTPN IV PalmCo juga mengkaji pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG) berbasis limbah kelapa sawit agar biogas dapat disimpan, didistribusikan, dan dimanfaatkan lebih luas.
Dengan demikian, proyek di Sei Pagar menunjukkan bahwa limbah sawit tidak hanya menjadi beban lingkungan, tetapi juga peluang energi. Pengembangan biogas perlu diarahkan pada penyimpanan, efisiensi, dan perluasan pemanfaatan agar manfaatnya terasa lebih besar.
Editor: Sukri Mustakim
