Harry Kane di Ambang Sejarah: Balon d'Or 2026, Mampukah Sang Kapten Inggris Akhiri Penantian?
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Harry Kane menjadi nama paling panas menjelang malam penganugerahan Ballon d’Or 2026 yang akan digelar di London, 26 Oktober mendatang. Penyerang Bayern Munich itu dianggap sebagai favorit utama oleh sejumlah bandar taruhan berkat torehan 72 gol bersama klub dan timnas Inggris pada musim 2025/2026, menjadikannya sosok yang paling diperhitungkan dalam perburuan trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.
Prestasi Harry Kane musim ini memang luar biasa. Ia mengoleksi 73 gol jika dihitung dari seluruh kompetisi, angka tertinggi kedua dalam sejarah setelah 82 gol Lionel Messi pada 2010/2011. Bersama Bayern, ia membawa Die Roten melaju hingga semifinal Liga Champions, sementara bersama Inggris ia juga mencapai babak empat besar Piala Dunia 2026. Konsistensi dan ketajamannya membuat banyak pihak menilai Kane layak mengakhiri puasa gelar Ballon d’Or bagi Inggris sejak Stanley Matthews pada 1956.
Namun, persaingan tidak akan berjalan mudah. Lamine Yamal dari Barcelona dan Spanyol menjadi pesaing terberat. Winger muda itu tampil gemilang bersama Blaugrana, meski kurang bersinar di Piala Dunia akibat cedera. Selain Yamal, nama Kylian Mbappé juga tak bisa diabaikan. Penyerang Real Madrid itu mencetak 42 gol di level klub dan menjadi top skor Piala Dunia 2026 dengan 10 gol, meski gagal membawa Prancis ke final. Rodri dan Fabián Ruiz, dua penggawa Spanyol yang menjuarai Piala Dunia, juga masuk dalam perbincangan.
Menariknya, Harry Kane baru saja memenangi penghargaan 100 Marca sebagai pemain terbaik musim 2025/26. Dalam pemungutan suara yang melibatkan 226 juri internasional, Kane meraih 3.962 poin, unggul tipis 25 poin atas Lamine Yamal (3.937 poin), sementara Mbappé berada di posisi ketiga dengan 3.440 poin. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kane memiliki dukungan luas dari kalangan pengamat dan jurnalis olahraga.
Di lapangan, performa Kane terus menunjukkan kelasnya. Dalam laga Liga Champions melawan Arsenal yang berakhir 2-2, ia tampil impresif dengan mencetak satu gol dan memberikan assist untuk gol Alphonso Davies. Bahkan, ia sempat turun hingga ke area pertahanan sendiri untuk membantu membangun serangan, menunjukkan sisi kompleks dari permainannya yang membuatnya begitu dihormati.
Dukungan juga datang dari rekan setim di timnas Inggris, Declan Rice. Gelandang Arsenal itu secara terbuka menyatakan bahwa tidak ada pemain yang lebih layak meraih Ballon d’Or tahun ini selain Kane. Pernyataan Rice menambah bobot pencalonan kapten Inggris tersebut, meski ia sendiri menjadi pencetak gol penyama kedudukan bagi Arsenal di laga melawan Bayern.
Meski demikian, kritik sempat mencuat dari pelatih timnas Jerman, Jürgen Klopp. Ia mempertanyakan pergerakan Kane yang dinilai terlalu sering turun ke lini pertahanan. Kritik itu mendapat respons keras dari mantan CEO Bayern, Oliver Kahn, yang menilai Klopp kurang kolegial karena komentarnya bisa dianggap sebagai serangan terhadap pelatih Bayern, Vincent Kompany. Kahn menekankan pentingnya solidaritas antarpelatih, terutama bagi seorang pelatih timnas.
Terlepas dari polemik tersebut, Harry Kane tetap fokus pada peluang emasnya. Pada usia 33 tahun, ia berada di puncak karier dan memiliki kesempatan untuk mengukir namanya dalam sejarah sebagai pemain Inggris kedua yang meraih Ballon d’Or. Malam di London nanti tidak hanya menjadi ajang penghormatan bagi Stanley Matthews, tetapi juga bisa menjadi momen bersejarah bagi Kane dan sepak bola Inggris.
Dengan torehan gol yang luar biasa, konsistensi di level tertinggi, serta dukungan dari berbagai kalangan, Harry Kane pantas dijagokan. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Apakah Ballon d’Or 2026 akan menjadi milik Kane, atau justru jatuh ke tangan Yamal, Mbappé, atau kandidat lain? Semua akan terjawab pada 26 Oktober mendatang di London.
