iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Jam, Antrean Pembeli Membludak hingga Pengiriman Mundur
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Fenomena luar biasa mewarnai pasar gawai Tanah Air. Ponsel lipat perdana Apple, iPhone Duo, resmi membuka masa pemesanan awal (pre-order) di Indonesia pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB. Namun, baru beberapa jam setelah gerbang pemesanan dibuka, stok iPhone Duo di sejumlah distributor resmi langsung ludes terjual. Antusiasme konsumen terhadap perangkat ini benar-benar di luar dugaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa laman resmi sejumlah distributor Apple di Indonesia, seperti iBox, Digimap, dan Hello Store, kompak menampilkan keterangan stok habis. Pada halaman Digimap, muncul pesan singkat “Stok habis untuk pilihan ini”, sementara halaman produk di iBox dan Hello Store memperlihatkan status serupa. Keterbatasan stok ini mulai terlihat sejak hari pertama pemesanan, tepat saat konsumen berlomba mengamankan perangkat terbaru besutan Apple tersebut.
Pilihan Varian dan Harga yang Menggoda
Di Indonesia, iPhone Duo ditawarkan dalam empat pilihan penyimpanan, yakni 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB. Apple juga menyediakan dua pilihan warna elegan, yaitu Star White dan Night Sky. Menariknya, perangkat ini dipasarkan dengan banderol harga yang cukup fantastis, yakni Rp45.678.910 untuk salah satu variannya. Meski demikian, harga tinggi tersebut nyatanya tidak menyurutkan minat para penggemar Apple di Tanah Air.
Bagi konsumen yang belum berhasil memesan, disarankan untuk terus memeriksa laman distributor resmi guna melihat perubahan ketersediaan. Pemesanan sebaiknya hanya dilakukan melalui mitra penjualan resmi agar terhindar dari tautan palsu dan risiko penipuan yang kerap muncul di momen seperti ini. Setelah periode pemesanan awal berakhir, iPhone Duo dijadwalkan mulai diterima pemesan pada Jumat, 30 Oktober 2026, atau berjarak satu pekan dari pembukaan pre-order.
Kompromi di Balik Desain Ramping
Di balik pesonanya, kehadiran iPhone Duo juga memicu perdebatan sengit di kalangan konsumen gawai dunia. Pasalnya, Apple mengambil langkah kontroversial dengan memangkas sejumlah fitur pada produk termahalnya ini. Perusahaan asal Cupertino tersebut sengaja menghilangkan kamera telefoto dan sensor pemindai wajah Face ID demi mempertahankan bodi yang ramping.
Ketiadaan kamera telefoto tentu mengejutkan banyak fotografer ponsel. Apple hanya memasang dua kamera belakang, yakni sensor utama serta lensa sudut ultra-lebar. Kamera utama 48 MP memang mendukung zoom 2x dengan kualitas setara optik melalui pemrosesan digital, namun kemampuannya tetap tidak menyamai ketajaman lensa optik murni pada iPhone 18 Pro. Kamera depan iPhone Duo juga hanya beresolusi 12 MP, lebih rendah dibandingkan kamera depan 18 MP pada iPhone 18 Pro.
Keterbatasan ruang bodi ponsel menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Mekanisme engsel lipat menyita banyak tempat di dalam kerangka perangkat, sehingga para teknisi Apple harus menjaga ketebalan bodi agar tetap nyaman digenggam. Selain itu, iPhone Duo menggunakan Touch ID yang terintegrasi dengan tombol samping, bukan Face ID, dan tidak dilengkapi Action Button, meskipun Camera Control tetap tersedia.
Permintaan Melonjak, Produksi Ditambah
Tingginya antusiasme pasar rupanya berbuntut pada lonjakan target produksi. Berdasarkan laporan rantai pasokan, Apple dikabarkan menaikkan target produksi iPhone Duo sebesar 44 persen, dari perkiraan awal 9,7 juta unit menjadi 14 juta unit untuk periode 12 bulan pertama produksi. Instruksi baru tersebut telah dikirimkan kepada Foxconn dan para produsen komponen.
Lonjakan pesanan ini terjadi menyusul membludaknya permintaan sejak sesi pemesanan awal dibuka, yang bahkan membuat jadwal pengiriman mundur hingga Januari. Sebelumnya, Apple sempat meminta para pemasok menyiapkan sekitar 10 juta unit ponsel lipat untuk tahun 2026. Meski target telah ditingkatkan drastis, realisasi volume pengiriman tetap bergantung pada progres perakitan di fasilitas manufaktur, mengingat tantangan produksi pada komponen layar dan mekanisme engsel masih menjadi faktor penentu utama.
Peningkatan target ini juga mencerminkan proyeksi pertumbuhan pasar perangkat layar lipat global yang diperkirakan meningkat sebesar 25,7 persen pada 2026 dan melonjak hingga 59,1 persen pada 2027. Kehadiran Apple di segmen ini dinilai memberikan dorongan besar bagi ekspansi industri ponsel fleksibel yang sebelumnya didominasi pabrikan asal Asia seperti Samsung dan Honor. Menjelang jadwal penjualan perdana, Apple bahkan telah mengeluarkan peringatan resmi terkait keterbatasan stok pembelian langsung di toko fisik.
Kesimpulan
Ludesnya stok iPhone Duo dalam hitungan jam menjadi bukti nyata betapa besarnya magnet Apple di pasar Indonesia, bahkan untuk perangkat dengan harga selangit. Meski hadir dengan sejumlah kompromi pada sisi kamera dan sistem keamanan, gawai ini tetap menjadi incaran utama para penggemar teknologi. Bagi yang belum beruntung, kesabaran dan kewaspadaan dalam memantau distributor resmi menjadi kunci, sambil menanti apakah pasokan tambahan akan segera tersedia seiring ditingkatkannya target produksi global.
