Sosok Penyerang Ajax Marcos Leonardo Buka Suara Soal Berat Badan dan Paceklik Gol
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Penyerang Ajax, Marcos Leonardo, akhirnya angkat bicara mengenai kritik tajam yang menerpa dirinya, termasuk laporan mengejutkan soal kelebihan berat badan saat pertama kali tiba di Amsterdam. Dalam wawancara eksklusif bersama Ziggo Sport usai laga melawan Atalanta, pemain asal Brasil itu mengungkapkan bahwa ia sempat kehilangan kebugaran karena liburan panjang di kampung halamannya. Pengakuan ini menjadi sorotan mengingat statusnya sebagai penyerang yang diharapkan menjadi mesin gol tim.
Ajax memang berhasil meraih kemenangan perdana di Conference League dengan skor 2-0 atas Atalanta, Kamis malam. Namun, bagi Marcos Leonardo, malam itu kembali menjadi momen yang mengecewakan. Sang penyerang tampil sebagai starter, menyia-nyiakan peluang emas, dan ditarik keluar pada menit ke-66. Gol kemenangan Ajax justru datang dari dua pemain pengganti, Tolu Arokodare dan Abdellah Ouazane, yang semakin menegaskan persaingan ketat di lini depan.
“Saya seorang penyerang tengah dan selalu ingin mencetak gol, tetapi sayangnya awal saya di sini belum berjalan sebaik yang saya harapkan,” ujar Marcos Leonardo dengan jujur. Meski begitu, ia menolak larut dalam tekanan. “Saya percaya dengan kerja keras, keadaan akan membaik. Saya berusia 23 tahun dan sudah mencetak lebih dari seratus gol sepanjang karier, jadi bukan berarti saya tiba-tiba lupa cara mencetak gol,” tegasnya.
Pemain berusia 23 tahun itu juga membuka kartu soal kondisi fisiknya. “Saat tiba di sini, saya baru kembali dari liburan di Brasil dan selama tiga puluh hari sama sekali tidak melakukan apa-apa. Saya menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati liburan. Karena itu, pada awalnya saya agak kesulitan beradaptasi dan kembali menyesuaikan diri dengan sepakbola di Eropa yang berlangsung lebih cepat,” jelasnya. “Secara fisik saya juga belum berada dalam kondisi terbaik, tetapi saya rasa kondisi fisik saya semakin mendekati yang terbaik dan saya berharap segera bisa membantu tim dengan banyak gol dan assist.”
Kritik pedas sempat dilontarkan oleh legenda Ajax, Wim Kieft, selama pertandingan berlangsung. Namun, Marcos Leonardo memilih fokus pada perbaikan diri. Ia juga memuji persaingannya dengan Tolu Arokodare. “Tolu adalah sosok yang luar biasa. Dia membawa banyak energi positif ke dalam tim dan setiap hari datang ke kompleks latihan dengan ceria dan penuh motivasi. Wajar jika kami berdua ingin bermain dan mencetak gol, tetapi ini persaingan yang sehat dan pada akhirnya Ajax akan menjadi lebih baik karenanya,” tutur sang penyerang.
Di sisi lain, dunia sepak bola nasional juga diwarnai kisah inspiratif dari seorang mantan penyerang kebangsaan Malaysia, Hadi Fayyadh Razak. Saat ini memperkuat Vencedor Mie United Club di Jepang, Hadi meluangkan waktu menjadi pegawai perhubungan sekretariat luar kontinjen Malaysia pada ajang Sukan Para Asia di Aichi-Nagoya. “Sebaik kampanye liga baru habis, saya dihubungi bapa angkat yang mempelawa saya mengenai pembabitan dalam Sukan Para Asia. Terima kasih kepada MSN yang mengalu-alukan kehadiran saya. Tugas saya adalah membantu pasukan Malaysia seperti pengangkutan dan komunikasi memandangkan saya agak biasa dengan Nagoya yang terletak 40 minit dari rumah,” kata Hadi. Ia juga masih menunggu keputusan penganjur liga divisyen kedua Jepun yang berencana mengubah kalendar musim depan.
Sementara itu, di Tanah Air, istilah penyerang juga melekat pada tiga tersangka perusakan bus Persib U-18 di Tol Batang. Polresta Batang telah menetapkan BPA (33), HH (26), dan MF alias T (26) sebagai tersangka dengan peran berbeda. BPA diduga memukul salah satu rombongan dan melempar batu ke kaca bus; HH melempar batu, menendang traffic cone, dan melempar stick cone ke badan bus; sedangkan MF alias T mengambil dua koper milik pemain dan ofisial dari bagasi bus yang terbuka. BPA ditangkap di Bekasi dan positif mengonsumsi sabu serta ganja. Ketiganya dijerat pasal berbeda, mulai dari Pasal 262 KUHP hingga Pasal 477 ayat (1) huruf g UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Dari lapangan hijau Eropa hingga insiden jalan raya, sosok penyerang selalu menyita perhatian. Bagi Marcos Leonardo, perjalanan masih panjang. Ia sadar bahwa Ajax menuntut performa dan gol. Dengan kerja keras dan adaptasi yang semakin baik, sang penyerang optimistis bisa membungkam kritik dan membawa Ajax meraih kesuksesan. “Saya yakin seiring waktu saya akan bisa tampil lepas dan pada akhirnya mencetak banyak gol untuk Ajax,” pungkasnya.
