Empoli Makin Terpuruk! Kekalahan 0-2 dari Vicenza Bikin Posisi di Zona Playoff Semakin Genting
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Krisis yang melanda Empoli kian parah setelah mereka menelan kekalahan 0-2 dari Vicenza dalam laga lanjutan Serie B di Stadion Castellani. Kekalahan ini membuat posisi Empoli di klasemen semakin terpuruk, yakni di peringkat ke-15, hanya terpaut sedikit dari zona playout. Pertandingan yang digelar pada 23 Oktober 2026 ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Andreoletti, yang harus bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua akibat kartu merah yang diterima Curto.
Jalannya pertandingan sebenarnya berlangsung cukup seimbang di awal. Empoli sempat mengancam melalui sundulan Popov pada menit ke-10, namun bola masih bisa diamankan kiper Vicenza, Gagno. Namun, malapetaka datang pada menit ke-20 ketika Vicenza mencetak gol pembuka melalui skema bola mati. Umpan bebas Corazza disambut Papetti, yang kemudian memberikan assist kepada Rauti untuk mencetak gol dari jarak dekat. Skor 1-0 untuk keunggulan Vicenza bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Empoli harus bermain dengan 10 orang setelah Curto mendapat kartu merah langsung pada menit ke-55 akibat pelanggaran yang dianggap ceroboh. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Vicenza semakin percaya diri. Mereka menggandakan keunggulan pada menit ke-85 melalui aksi Pellizzari yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Empoli. Gol tersebut menjadi pukulan terakhir bagi tuan rumah, yang harus mengakui keunggulan tamu dengan skor akhir 0-2.
Kekalahan ini menjadi yang kesekian bagi Empoli dalam beberapa pekan terakhir. Dari lima pertandingan terakhir, tim berjuluk Azzurri itu hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan empat kekalahan. Catatan buruk ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen dan pelatih Andreoletti. Apalagi, dalam laga melawan Vicenza, performa individu pemain juga jauh dari kata memuaskan. Beberapa pemain seperti Deli mendapat nilai buruk karena kesalahannya yang berujung pada peluang emas bagi lawan, sementara Curto kembali menunjukkan sikap tidak disiplin dengan kartu merah keduanya dalam delapan pertandingan.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi obat bagi Vicenza yang sudah dua bulan lamanya tidak merasakan kemenangan. Tambahan tiga poin membuat mereka keluar dari zona playout dan kini mengoleksi 9 poin. Pelatih Vicenza, Gallo, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu memanfaatkan momentum dan tampil efisien. “Kami tahu Empoli sedang dalam tekanan, dan kami memanfaatkan itu dengan baik,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, di luar lapangan, mantan pemain Lazio dan Napoli, Elseid Hysaj, terlihat berlatih bersama tim Primavera Empoli. Pemain berusia 32 tahun tersebut sedang mencari klub baru setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Bologna. Kehadirannya di Empoli tentu menjadi angin segar bagi tim muda, namun tidak serta-merta menyelesaikan masalah utama tim senior yang sedang dilanda krisis performa.
Dengan hasil ini, Empoli semakin dekat dengan zona merah. Manajemen klub dituntut segera mengambil langkah konkret untuk membenahi tim, baik dari segi taktik maupun mental pemain. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin Empoli akan terjerumus ke jurang degradasi. Pelatih Andreoletti pun menyadari hal ini dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami harus bangkit. Tidak ada waktu untuk meratapi kekalahan ini. Setiap pertandingan ke depan adalah final bagi kami,” tegasnya.
Kekalahan dari Vicenza menjadi cerminan betapa rapuhnya pertahanan Empoli musim ini. Dari delapan pertandingan, mereka sudah kebobolan 14 gol dan baru mencetak 7 gol. Catatan ini jelas tidak cukup untuk bersaing di Serie B yang kompetitif. Para penggemar berharap ada perubahan signifikan dalam waktu dekat, sebelum terlambat. Empoli harus segera menemukan konsistensi dan semangat juang jika ingin tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Italia.
