Torino Hancurkan Monza 3-2, Abate Bawa Il Toro ke Zona Eropa dan Lewati Juventus
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Kemenangan dramatis berhasil diraih Torino saat menjamu Monza dengan skor 3-2 dalam laga pembuka pekan ke-8 Serie A yang digelar Jumat malam waktu setempat. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Torino tampil agresif sejak menit awal dan sukses mengamankan tiga poin penuh yang membawa mereka menyalip Juventus di klasemen serta naik ke peringkat keenam bersama Frosinone dan Cagliari.
Pelatih Torino, Abate, memilih untuk tidak melakukan rotasi besar. Ia mempertahankan sepuluh dari sebelas pemain yang tampil melawan Parma, dengan satu-satunya perubahan adalah kembalinya Fitz-Jim sejak menit pertama menggantikan Braganca. Di kubu Monza, pelatih Juric juga hanya melakukan sedikit perubahan, tetap mengandalkan Varela sebagai ujung tombak didampingi Mota dan Robinson di belakangnya.
Jalannya Pertandingan
Torino langsung mengambil inisiatif menyerang. Mandragora mencoba melepaskan tembakan jarak jauh yang belum menemui sasaran, sementara Ismajli hampir membuka keunggulan pada menit ke-12 namun bola masih melebar tipis. Monza baru bisa menyesuaikan ritme permainan setelah sekitar 20 menit, tetapi belum mampu menciptakan peluang berbahaya di depan gawang Perri.
Gol pembuka akhirnya lahir menjelang akhir babak pertama. Kesalahan Ondoa dimanfaatkan Simeone yang merebut bola dan melepas umpan kepada Fitz-Jim. Pemain asal Belanda itu menggiring bola, menghadapi Tornqvist, dan menaklukkan kiper Monza untuk membawa Torino unggul 1-0. Fitz-Jim pun mencatatkan gol pertamanya bersama tim berjuluk Il Toro tersebut. Monza sempat memprotes keras kontak antara Belghali dan Mangas di kotak penalti yang tidak dianggap pelanggaran oleh wasit Marchetti.
Babak Kedua Penuh Drama
Tanpa perubahan pemain di kedua kubu saat jeda, skor berubah dengan cepat. Comuzzo melakukan umpan balik yang terlalu pendek, dan Varela dengan cerdik memanfaatkan kesalahan itu untuk menyamakan kedudukan. Gol tersebut menjadi gol ketujuh Varela di Serie A musim ini, menyamai Raimondo di puncak daftar top skor sementara.
Torino sempat kehilangan Mandragora akibat cedera, dan Gineitis masuk menggantikannya. Namun semangat tuan rumah tak surut. Belghali, yang tampil luar biasa sepanjang laga, menerima bola di sisi kiri, menusuk ke tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang tak mampu dijangkau Tornqvist. Gol indah itu membawa Torino kembali unggul 2-1.
Juric merespons dengan memasukkan Kouadio dan Folorunsho. Monza nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Mangas, tetapi Perri tampil gemilang dengan penyelamatan penting. Justru dari situ Torino menambah keunggulan. Vlasic akhirnya memecah kebuntuannya musim ini dengan mencetak gol pertamanya, membawa Torino unggul 3-1 dan memberi ruang bernapas bagi tuan rumah.
Di sepuluh menit terakhir, Juric merombak lini depan dengan memasukkan Cutrone dan mantan pemain Torino, Ngonge. Gol bunuh diri Patterson pada menit ke-94 sempat memperkecil kekalahan Monza menjadi 3-2, tetapi itu datang terlambat. Torino pun merayakan kemenangan penting di hadapan pendukungnya.
Makna Kemenangan bagi Torino
Kemenangan ini istimewa bagi Torino. Ini adalah tiga poin, tiga gol, dan tiga kemenangan beruntun yang sudah tujuh tahun tidak dirasakan klub tersebut. Rangkaian kemenangan atas Udinese, Parma, dan kini Monza tercatat sebagai momen bersejarah yang membangkitkan optimisme baru di kalangan pendukung granata.
Bagi Abate, hasil ini membawa Torino melewati Juventus di klasemen dan membuka peluang bersaing di zona Eropa. Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Juric, yang kini mencatat empat kekalahan dalam lima laga tandang bersama Monza.
Catatan Statistik Laga
| Aspek | Torino | Monza |
|---|---|---|
| Gol | 3 | 2 |
| Pencetak Gol | Fitz-Jim, Belghali, Vlasic | Varela, Patterson (bunuh diri) |
| Pemain Terbaik | Vlasic (7,5) | Varela (7) |
| Posisi Klasemen | Peringkat 6 | Terpuruk di laga tandang |
Dengan performa yang terus meningkat, Torino kini mengirim sinyal serius kepada para pesaingnya di Serie A. Kombinasi solidnya lini pertahanan, kreativitas di lini tengah, serta ketajaman para penyerang membuat Il Toro layak diperhitungkan dalam perburuan tiket kompetisi Eropa musim depan.
