Atlante Gagal Penalti di Menit 95, San Luis Curi Tiga Poin di Kandang
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Drama luar biasa tersaji dalam laga atlante vs atlético san luis pada pekan ke-14 Torneo Apertura 2026 Liga MX. Bermain di Estadio Azteca, Atlante harus menelan pil pahit setelah gagal mengeksekusi penalti di menit ke-95 dan tumbang 0-1 di hadapan pendukung sendiri. Kekalahan ini semakin menjauhkan Potros de Hierro dari persaingan menuju fase Liguilla.
Pertandingan atlante vs atlético san luis sejatinya berjalan alot sejak babak pertama. Kedua tim tampil hati-hati dan minim peluang berbahaya. Atlético San Luis memang lebih dominan dalam penguasaan bola, namun pertahanan Atlante yang dikawal Óscar Jiménez mampu meredam tekanan. Jiménez bahkan sempat melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang pertama tim tamu.
Menjelang akhir babak pertama, Atlante sempat memberi ancaman melalui tendangan bebas Sarrafiore yang ditepis kiper Gibrán Lajud. Bola rebound jatuh ke kaki Luis Calzadilla, tetapi penyelesaiannya belum menemui sasaran. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Gol Indah Galdames Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, pelatih San Luis, Diego Mejía, mengambil langkah jitu dengan memasukkan Benjamín Galdames. Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-59, pemain berdarah Chile-Meksiko tersebut melepaskan tembakan spektakuler yang bersarang di sudut gawang Atlante. Gol itu menjadi salah satu gol terindah di musim ini dan sekaligus menjadi pembeda dalam laga atlante vs atlético san luis.
Setelah tertinggal, anak asuh Miguel Herrera berusaha bangkit. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. Puncaknya terjadi di menit ke-95 ketika wasit menunjuk titik putih. Walter Clar maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya terlalu lemah dan mudah ditepis Lajud. Bola rebound yang ia sambar justru membentur mistar gawang. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan pun sirna.
Herrera Akui Masalah Ketajaman
Usai laga, Miguel Herrera tidak menyangkal bahwa timnya tengah dilanda krisis ketajaman. “Tim ini tidak tajam, kami gagal dalam situasi-situasi penting, kami gagal penalti yang seharusnya bisa membuat kami menang di dua pertandingan dan imbang di satu laga lainnya,” ujar Herrera. Ia menambahkan bahwa para pemain harus lebih klinis karena lawan tidak akan memberi ampun.
Kekalahan ini membuat Atlante tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 14 poin dan berada di ambang eliminasi, dengan tiga pertandingan tersisa. Sementara itu, kemenangan pada laga atlante vs atlético san luis mengangkat Atlético San Luis ke posisi kesepuluh dengan 19 poin, hanya terpaut satu angka dari zona kualifikasi ke perempat final.
Persaingan Menuju Liguilla Semakin Panas
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Atlante yang terus berjuang keluar dari keterpurukan. Sebaliknya, San Luis kian percaya diri untuk terus menempel ketat tim-tim di zona Liguilla. Dengan performa apik Galdames dan ketenangan Lajud di bawah mistar, tim asuhan Diego Mejía berpeluang besar melanjutkan tren positif mereka.
Sementara itu, pertarungan di papan tengah klasemen Apertura 2026 semakin sengit. Setiap poin menjadi sangat berarti bagi tim-tim yang berambisi tampil di fase gugur. Bagi Atlante, kegagalan penalti di menit terakhir pada laga atlante vs atlético san luis akan terus menghantui mereka jika gagal bangkit di tiga laga sisa.
Dengan tiga pertandingan tersisa, Atlante wajib meraih kemenangan di setiap laga sekaligus berharap hasil tim lain berpihak kepada mereka. Sementara San Luis hanya butuh konsistensi untuk mengunci tiket ke fase berikutnya. Laga atlante vs atlético san luis pun menjadi pengingat keras bahwa dalam sepak bola, efisiensi di depan gawang adalah segalanya.
