Graham Ike Debut Starter di NBA: Pemain Rookie Warriors yang Mencuri Perhatian di Tengah Krisis Frontcourt
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Nama Graham Ike mencuri perhatian publik basket nasional Amerika Serikat setelah pemain rookie berusia muda itu menjalani laga sebagai starter pertamanya di NBA. Dalam kekalahan Golden State Warriors 108-111 dari Memphis Grizzlies di Chase Center, San Francisco, Sabtu WIB, Graham Ike tampil sejak menit pertama dan mencatat 10 poin, dua rebound, satu assist, serta satu steal dengan akurasi tembakan 4 dari 7 percobaan dan dua tripoin. Penampilan Graham Ike menjadi salah satu sorotan utama di tengah badai cedera yang menerpa lini depan Warriors.
Keputusan pelatih kepala Steve Kerr menurunkan Graham Ike sebagai starter terbilang mengejutkan. Pada laga pembuka melawan Los Angeles Lakers, Kerr memilih Draymond Green sebagai center. Namun, setelah Walker Kessler dari Lakers tampil sempurna dengan 12 dari 12 tembakan dan 10 dunk, Kerr mengubah pendekatannya. Graham Ike, pemain dua arah setinggi 6 kaki 9 inci atau sekitar 206 sentimeter, diyakini mampu membantu pertahanan menghadapi center raksasa Grizzlies, Zach Edey, yang memiliki tinggi 7 kaki 4 inci.
Graham Ike bukan nama asing di level perguruan tinggi. Setelah dua musim di Wyoming, ia menghabiskan tiga tahun bersama Gonzaga dan menjelma sebagai salah satu post presence paling dominan di basket kampus. Pada musim terakhirnya sebagai redshirt senior, ia rata-rata mencetak 19,9 poin, 8,0 rebound, 2,4 assist, 0,7 steal, dan 0,8 blok dengan akurasi tembakan 56,3 persen serta 79,7 persen dari garis foul. Performa itu mengantarkannya menyandang status All-American sebelum menandatangani kontrak dua arah dengan Warriors.
Dalam laga debutnya dari bangku cadangan melawan Lakers, Graham Ike sudah menunjukkan sinyal positif dengan delapan poin, dua rebound, satu assist, satu tripoin, satu steal, dan satu blok dalam 12 menit. Modal itu membuat Kerr memberinya kepercayaan lebih besar. Graham Ike pun melengkapi kuintet pembuka bersama Stephen Curry, Brandin Podziemski, Yaxel Lendeborg, dan Draymond Green, sementara Gui Santos turun dari bangku cadangan.
Sayangnya, cerita manis itu harus berakhir pahit bagi tuan rumah. Warriors sempat memimpin 106-94 setelah tripoin De’Anthony Melton pada 3:47 menit tersisa di kuarter keempat. Namun, Memphis bangkit dengan rentetan 17-0 yang mengubah jalannya pertandingan. Cameron Boozer menjadi aktor utama comeback tersebut lewat 25 poin, 13 rebound, dan enam assist, termasuk jumper penentu dengan 20 detik tersisa. Ty Jerome menyusul penampilan 45 poinnya di laga pembuka dengan 28 poin, sementara Jaylen Wells menambah 17 angka.
Di kubu Warriors, Stephen Curry memimpin dengan 24 poin meski hanya memasukkan 5 dari 15 tembakan. Podziemski dan Lendeborg masing-masing menyumbang 18 poin, dengan Lendeborg mencatat double-double 13 rebound dan enam assist dalam debut kandangnya. Graham Ike dan Melton sama-sama mengemas 10 poin. Kekalahan ini membuat Golden State menelan dua kekalahan beruntun di awal musim untuk pertama kalinya sejak musim 2020-21.
Laga berlangsung panas dengan dua double-technical, melibatkan Isaiah Stewart dan Draymond Green sebelum jeda, serta Lendeborg dan Jerome pada kuarter ketiga. Green bahkan dikeluarkan setelah pelanggaran ofensif dan technical foul di detik-detik akhir, membuka jalan bagi Memphis mengunci kemenangan.
Bagi Graham Ike, laga ini menjadi batu pijakan penting. Peluangnya tampil lebih banyak terbuka lebar, terutama karena Al Horford yang kini berusia 40 tahun tidak lagi memainkan dua laga dalam rentetan back-to-back. Warriors akan bertandang ke Phoenix untuk menghadapi Suns pada laga berikutnya, dan Graham Ike kemungkinan besar kembali mendapat menit bermain signifikan.
Dengan kombinasi postur tubuh, kemampuan bermain di area low post, serta fleksibilitas untuk melebar ke perimeter, Graham Ike punya profil yang cocok dengan kebutuhan Warriors yang tengah kehilangan Kristaps Porzingis karena sakit. Meski masih perlu mengasah konsistensi tembakan jump shot-nya, kontribusi awal Graham Ike memberi harapan bahwa lini depan Golden State tetap kompetitif di tengah keterbatasan personel.
Ke depan, tantangan bagi Graham Ike adalah membuktikan bahwa penampilan starter pertamanya bukan sekadar kebetulan situasional. Jika mampu menjaga konsistensi dan meningkatkan kontribusi di area rebound serta pertahanan, bukan tidak mungkin ia menjadi salah satu temuan menarik Warriors musim ini.
