Fiji Dihajar 7-1! Timnas Indonesia U-15 Bikin Sejarah di Piala Dunia U-15 2026
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Tim nasional sepak bola Fiji menjadi lawan pertama yang harus dilalui Timnas Indonesia U-15 di ajang Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026. Dalam laga pembuka Grup G yang digelar di Lapangan 1A, Kompleks Kompetisi Hovsan, Baku, Azerbaijan, Sabtu (24/10/2026), Garuda Muda tampil perkasa dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 7-1. Hasil ini langsung menempatkan Indonesia di puncak klasemen Grup G dengan koleksi tiga poin.
Pertandingan berjalan dengan format khusus yang berbeda dari laga sepak bola pada umumnya. Setiap babak hanya berlangsung 20 menit, dan masing-masing tim menurunkan delapan pemain di lapangan. Dalam satu skuad, pelatih boleh mendaftarkan 14 nama dengan dua di antaranya wajib berposisi sebagai penjaga gawang. Format ini menuntut tempo permainan yang tinggi serta transisi cepat, dan justru dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan Furqon Alkatiri.
Indonesia membuka keunggulan dengan sangat cepat. Nazar Alfiansyah mencatatkan namanya di papan skor ketika laga baru berjalan satu menit. Namun, tim nasional sepak bola Fiji tidak tinggal diam. Ryan Swami berhasil membobol gawang Renaldy Rizky pada menit ke-11, memaksa kedudukan kembali imbang 1-1. Skor tersebut bertahan hingga turun minum, dan sempat memberi harapan bagi tim nasional sepak bola Fiji untuk memberikan perlawanan lebih sengit di paruh kedua.
Harapan itu ternyata sirna dalam waktu singkat. Memasuki babak kedua, Garuda Muda menggelontorkan enam gol tambahan tanpa balasan. Dicky Marani membuka pesta gol pada menit ke-21 dan kembali mencetak gol pada menit ke-38. Hariri Maulana juga tampil tajam dengan brace-nya pada menit ke-26 dan ke-34. Satu gol tambahan lahir dari bunuh diri pemain tim nasional sepak bola Fiji, Jason Prasad, pada menit ke-28, sebelum Rendra Maulana melengkapi kemenangan pada menit ke-40.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi tim nasional sepak bola Fiji yang kini belum mengumpulkan poin di Grup G. Berdasarkan klasemen sementara, Indonesia memimpin dengan tiga poin, disusul Portugal di posisi kedua yang juga mengoleksi tiga poin. Wales dan Bangladesh berada di urutan ketiga dan keempat dengan masing-masing satu poin, sementara Fiji dan Burundi harus puas di posisi kelima dan keenam tanpa poin.
Puncak Klasemen Grup G
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Indonesia | 3 |
| 2 | Portugal | 3 |
| 3 | Wales | 1 |
| 4 | Bangladesh | 1 |
| 5 | Fiji | 0 |
| 6 | Burundi | 0 |
Kemenangan telak ini tak lepas dari persiapan yang dilakukan PSSI. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai kejuaraan ini sebagai fondasi penting bagi pembinaan pemain sejak usia dini. Ia menyebut ajang tersebut sebagai langkah besar FIFA untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola pada anak-anak sekaligus memperkuat pengembangan bakat muda.
Menurutnya, kesempatan bertanding di ajang internasional memberikan pengalaman berharga bagi talenta muda Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi global, mengasah keterampilan, serta belajar dari berbagai budaya sepak bola yang berbeda. Penunjukan Furqon Alkatiri, mantan pelatih Persija U-20, sebagai arsitek tim juga terbukti tepat setelah ia mampu meramu strategi yang efektif menghadapi tim nasional sepak bola Fiji.
Antusiasme terhadap turnamen edisi perdana ini pun meluas hingga ke mancanegara. Media Vietnam, The Thao 247, menyoroti besarnya perhatian publik Indonesia, terutama karena Garuda Muda dijadwalkan menjajal kekuatan raksasa Eropa, Portugal, di fase grup. Laga melawan Portugal menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi penampilan anak-anak asuh Furqon Alkatiri.
Bagi tim nasional sepak bola Fiji, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting. Lini pertahanan mereka harus segera dibenahi mengingat enam gol bersarang dalam satu babak. Meski begitu, gol Ryan Swami menunjukkan bahwa skuad Fiji memiliki kemampuan untuk mencuri peluang ketika mendapat ruang.
Kemenangan 7-1 atas tim nasional sepak bola Fiji menjadi sinyal positif bagi perjalanan Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 2026. Dengan modal tiga poin dan kepercayaan diri yang tinggi, Garuda Muda berpeluang besar melanjutkan tren positif dan menjaga asa melaju jauh di turnamen bergengsi ini. Perjalanan masih panjang, dan konsistensi akan menjadi kunci utama.
