KMP Batu Mandi Terbakar di Alur Masuk Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Insiden kebakaran menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi di alur masuk Pelabuhan Merak, Banten, pada Selasa sore, 20 Oktober 2026. KMP Batu Mandi yang berbendera Indonesia itu tengah melayani rute Bakauheni-Merak ketika api mulai melahap bagian kapal sesaat sebelum bersandar di dermaga eksekutif. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara dan terlihat jelas dari kawasan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Informasi mengenai kebakaran KMP Batu Mandi pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak pada pukul 16.24 WIB. Berdasarkan laporan awal, lokasi kejadian berada di koordinat 5° 56′ 38,27″ Lintang Selatan dan 105° 59′ 41,74″ Bujur Timur, atau sekitar 0,54 mil laut dari Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan perairan di belakang Pulau Kecil Merak, Mekarsari, Kecamatan Pulomerak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak langsung bergerak menuju titik kejadian. Sejumlah unsur SAR dikerahkan, meliputi personel USS Merak, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, serta KN SAR Tetuka. Tim SAR gabungan bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan upaya pertolongan terhadap seluruh orang yang berada di atas kapal.
Evakuasi Penumpang dan Awak Kapal
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator memastikan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal KMP Batu Mandi berhasil dievakuasi. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan konfirmasi tersebut pada Selasa petang. Meski demikian, pada tahap awal penanganan, jumlah penumpang atau orang yang berada di atas kapal (person on board/POB) masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah institusi. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten dikerahkan untuk membantu upaya evakuasi di lokasi kejadian. Hingga laporan terakhir, tim gabungan masih berkoordinasi dan melakukan pengerahan unsur di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan sumber api maupun jumlah korban dalam insiden KMP Batu Mandi. Menurutnya, proses pendataan dan penyelidikan masih berlangsung secara intensif.
“Hingga saat ini, jumlah korban maupun penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Maruli dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Maruli menambahkan bahwa perkembangan situasi, termasuk informasi mengenai korban dan penyebab kebakaran, akan disampaikan lebih lanjut setelah diperoleh data resmi dari petugas di lapangan. Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk memberikan pembaruan secara berkala seiring berjalannya proses evakuasi dan penyelidikan.
Kronologi Singkat Insiden
- Sekitar pukul 16.00 WIB: Api dan asap hitam pekat mulai terlihat keluar dari KMP Batu Mandi yang hendak bersandar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.
- Pukul 16.24 WIB: Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima laporan dari VTS Merak mengenai kebakaran tersebut.
- Selasa sore hingga petang: Tim SAR gabungan, BPBD, dan Ditpolairud Polda Banten bergerak melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi.
- Pukul 18.52 WIB: ASDP mengonfirmasi seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat serta mendukung proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dari otoritas terkait agar tidak termakan kabar yang belum terverifikasi.
Insiden yang menimpa KMP Batu Mandi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan keselamatan pelayaran di jalur tersibuk Selat Sunda. Penanganan cepat dari tim gabungan patut diapresiasi, namun evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan kapal penumpang tetap diperlukan demi melindungi para pengguna jasa angkutan laut di masa mendatang.
