Bernardo Tavares Kecewa Berat, Persebaya Keok di Parepare Gara-Gara Dua Penalti Meleset
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, harus menelan pil pahit setelah timnya menelan kekalahan pertama di BRI Super League 2026/2027. Bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026), Bajul Ijo takluk 0-1 dalam laga pekan keenam yang berlangsung ketat dan penuh drama.
Kekalahan ini terasa begitu menyakitkan. Selain harus pulang dengan tangan kosong, Bernardo Tavares menyaksikan anak asuhnya membuang dua peluang emas dari titik putih pada pengujung pertandingan. Momen tersebut menjadi sorotan utama dalam konferensi pers seusai laga.
Gol Bunuh Diri Jadi Petaka Green Force
Pertandingan berjalan sulit bagi Persebaya sejak babak pertama. Tim tamu kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak menghadapi tekanan dari tuan rumah. Upaya membongkar pertahanan Juku Eja belum mampu menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan.
Memasuki babak kedua, permainan Green Force mulai membaik. Intensitas serangan ditingkatkan dan beberapa celah di lini belakang PSM mulai terlihat. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat berbagai kesempatan itu menguap begitu saja.
Petaka datang pada menit ke-74. Bek Persebaya, Yuran Fernandes, salah mengantisipasi umpan pemain PSM sehingga bola masuk ke gawang sendiri yang dijaga Reza Arya. Gol bunuh diri itu menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan tersebut.
Dua Penalti Gagal, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu babak kedua. Wasit menunjuk titik putih setelah Agung Mannan dinyatakan melanggar Risto Mitrevski di kotak terlarang. Dalam insiden tersebut, pemain PSM juga mendapat kartu merah sehingga tuan rumah harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Alex Martins maju sebagai eksekutor dan mengarahkan tendangannya ke sisi kanan gawang. Namun, kiper PSM Muhammad Ardiansyah mampu menggagalkan sepakan tersebut. Wasit kemudian memerintahkan tendangan penalti diulang karena Ardiansyah dinilai bergerak meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang. Sayangnya, eksekusi kedua Alex Martins juga kembali gagal.
Bernardo Tavares pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Portugal itu menilai timnya sebenarnya tampil lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan tuan rumah.
“Menurut saya, kami tampil lebih baik daripada tim lawan. Kami memiliki lebih banyak peluang. Kami sempat membuat bola membentur tiang, ada sundulan dari Yuran, serta tembakan dari Toni,” ujar Bernardo Tavares.
Ia juga menyoroti kualitas umpan terakhir dan penyelesaian akhir timnya yang dinilai belum maksimal sepanjang pertandingan. Menariknya, Bernardo Tavares menegaskan bahwa tim lawan tidak mencetak gol dan bahkan tidak melepaskan tembakan ke arah gawang Persebaya.
Dilema Rotasi di Tengah Jadwal Padat
Kekalahan ini juga tak lepas dari persoalan kebugaran pemain. Persebaya memiliki waktu pemulihan lebih singkat dibandingkan PSM. PSM terakhir bermain pada 16 Oktober, sedangkan Persebaya baru menjalani pertandingan pada 18 Oktober.
Kondisi tersebut membuat Bernardo Tavares memilih melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain yang sebelumnya mendapatkan banyak menit bermain. Keputusan itu sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menunjukkan kemampuan. Namun, perubahan komposisi belum mampu membuat Persebaya tampil maksimal sepanjang pertandingan.
Meski demikian, Bernardo Tavares mengakui para pemainnya sudah berusaha hingga akhir pertandingan. “Terkadang, ada pertandingan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan. Hari ini, kami kurang beruntung. Kami kehilangan tiga poin dan tentu sangat kecewa dengan hasil ini,” ujarnya.
Persebaya tercatat melepaskan delapan tembakan, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sayangnya, tidak satu pun berhasil mengubah skor.
Jalan Terjal Persebaya Menuju Papan Atas
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Persebaya yang baru meraih dua kemenangan dalam enam laga. Bonek pun mulai realistis melihat peluang juara Green Force musim ini. Kekalahan perdana ini menjadi alarm bagi Bernardo Tavares untuk segera membenahi lini serang timnya.
Ke depan, Persebaya dituntut lebih tajam dalam memanfaatkan peluang, terutama dari situasi penalti. Kualitas penyelesaian akhir dan ketenangan dalam momen krusial akan menjadi kunci jika Bajul Ijo ingin kembali bersaing di papan atas klasemen.
Bagi Bernardo Tavares, laga melawan PSM menjadi pelajaran berharga. Rotasi pemain memang diperlukan, tetapi efektivitas serangan tetap harus dijaga. Kini, tugas berat menanti sang pelatih untuk membangkitkan mental anak asuhnya agar segera kembali ke jalur kemenangan.
